Artikel

Kartu Imtihan: Antara “Nanti dulu ah” dan Kepanikan Massal di Akhir Semester
Bilik Santri

Kartu Imtihan: Antara “Nanti dulu ah” dan Kepanikan Massal di Akhir Semester

Ada satu momen di pondok yang selalu sukses bikin santri mendadak rajin: pengumuman pengurusan kartu imtihan. Santri yang biasanya santai, tiba-tiba sibuk buka catatan, ngecek grup WA, mondar-mandir ke kantor, dan bertanya, “Eh, syahriahku sudah lunas belum, ya?” Padahal pengumumannya sudah keluar sejak entah kapan. Imtihan, baik semester 1 maupun 2, memang bukan cuma soal belajar dan qirtub, tapi ia juga datang bersama paket lengkap: syarat administrasi, pembayaran, dan ujian mental yang menguji kesabaran, kesiapan, serta kebiasaan kita dalam menunda-nunda. Dan semester ini terasa berbeda buatku. Bukan karena syaratnya bertambah, tapi karena ini adalah semester terakhirku mengurus kartu imtihan. Sekaligus semester di mana aku sadar ternyata selama ini yang bikin ribet itu bukan imti...
Menikmati Buah Tangan Isra’ Mi’raj: Bersabar dan Bertawakal
Berita, Feature

Menikmati Buah Tangan Isra’ Mi’raj: Bersabar dan Bertawakal

“Alhamdulillah, ya, Mbak, kita bisa memperingati Isra’ Mi’raj lagi,” ucap seorang santri putri kepada teman di sebelahnya. Kali ini Abah Yai Kembali membersamai para santri dalam Majelis Sholawat di Pendopo Al-Khadijah, malam Jum’at (15/1). Kegiatan terlaksana dengan suasana nan syahdu diikuti oleh santri Pondok Pesantren Nurul Ummah Putri dan Pondok Pesantren Hidayatul Mubtadi-ien. Tak hanya memperingati Isra’ Mi’raj, kegiatan ini juga dirangkai dengan peringatan haul serta pengiriman doa untuk almarhum KH. Ahmad Idris Marzuqi Lirboyo, yang wafat pada 10 Sya’ban 1435 Hijriyah. Kurang lebih pukul delapan malam, bacaan sholawat mulai dibawakan oleh tim hadroh Sabilus Syafaat. Santri-santri yang sebelumnya telah melaksanakan sholat Isya’ berjamaah, bergegas memenuhi area pendopo, mencari ...
Belajar Kesalingan dari Dapur
Bilik Santri

Belajar Kesalingan dari Dapur

Sumber: Pinterest (@Widi Cincincouple) “Nikah wae, Mas, ben ono sing masakke, ono sing resik-resik omah1,” celetuk ibu-ibu tetangga saat kebetulan lewat dan melihat saya memasak. “Lah nek niku malah pados pembantu, sanes pados pasangan, hahaha2,” jawab saya sembari melanjutkan mengiris kacang panjang.Meskipun hanya bisa memasak masakan rumah, saya sangat bersyukur memiliki keterampilan memasak yang seujung kuku itu. Keterampilan yang mungkin dianggap sepele oleh sebagian orang, tetapi bagi saya justru sangat membantu dalam bertahan hidup. Terutama setelah ibu wafat dan saya hanya tinggal berdua dengan bapak. Sejak saat itu, dapur tidak lagi sekadar ruang mengolah makanan, melainkan juga ruang belajar tentang kemandirian, tanggung jawab, dan cara merawat kehidupan sehari-hari. S...
Seminar Proposal Risalah: Care or Scare?
Bilik Santri

Seminar Proposal Risalah: Care or Scare?

Dokumentasi: Pribadi Ahad, 11 Januari 2026. Serambi masjid putri telah disulap sedemikian rupa menjadi aula seminar proposal. Karpet-karpet terhampar, meja-meja tersusun rapi–saling berhadapan–lengkap dengan helai taplak yang terpasang seolah menautkan mereka dalam keseragaman. Spanduk bertuliskan “Seminar Proposal Risalah Madrasah Diniyah Nurul Ummah Putri Kotagede Yogyakarta” terpasang tepat di belakang meja presentasi peserta. Sound system pun telah siap menguatkan setiap suara yang hadir di ruangan itu.  Pukul 09.30, mereka yang memiliki kewajiban hadir dalam forum tersebut telah menempatkan diri. Mulai dari peserta seminar–siswi kelas 2 Marhalah 3 MDNU-Pi dengan batik hijau dan jilbab putih–ustadzah pembimbing dan penguji dengan batik ungu dan jilbab senada, hingga moderato...
Pukulan Hadroh: Bahasa Cinta Kepada Nabi
Bilik Santri

Pukulan Hadroh: Bahasa Cinta Kepada Nabi

Sumber: Generated AI Cinta kepada Nabi Muhammad SAW tidak selalu terucap lewat kata-kata yang indah. Masyarakat muslim di Indonesia mengekspresikan cinta kepada Nabi melalui lantunan sholawat yang hidup dalam tradisi. Salah satunya hadir melalui kesenian hadroh. Secara bahasa, hadroh berasal dari bahasa Arab ḥaḍara–yaḥḍuru, yang berarti hadir. Secara istilah, hadroh dapat dimaknai sebagai kegiatan menghadirkan nilai-nilai keislaman melalui kesenian, sekaligus mengajak orang untuk berkumpul, bersholawat, dan belajar mencintai Islam dengan cara yang lembut. Hadroh tidak hanya berfungsi sebagai seni pertunjukan, tetapi juga menjadi media dakwah yang halus dan tidak menggurui. Melalui irama dan syair sholawat, nilai-nilai keislaman disampaikan tanpa paksaan. Tidak semua orang mudah me...
Musibah: “Hadiah Eksklusif” bagi Manusia yang Gemar Maksiat?
Esai, Opini

Musibah: “Hadiah Eksklusif” bagi Manusia yang Gemar Maksiat?

https://pngtree.com Penulis: Muhammad Fatih | Editor: Adhwa Nala Desember, D-nya “ditinggal ndekne pas lagi serius-seriuse ngapalke 1002 bait alfiyah” (di-ghosting doi tatkala serius menghafal 1002 bait alfiyah), masyaallah tabarakallah hehe. Kalau dalam peribahasa Jawa, Desember memiliki arti “deres-derese sumber” (deras-derasnya sumber/mata air). Seperti yang kita tahu, bulan Desember sudah pasti dihiasi miliaran tetes air hujan yang mengguyur manusia-manusia hopeless romantician dengan seribu quotes galaunya. Sedang bagi beberapa manusia yang lain, hujan di bulan Desember menjadi sebuah alarm akan datangnya musibah tahunan yang selalu menghantui mereka. Tragedi Beberapa waktu yang lalu, komplek belakang Ponpes Kotagede Hidayatul Mubtadi-ien ikut runtuh bersama derasnya hujan...
Koleksi Punchline Abdi Ndalem Abah Yai (Part 1)
Bilik Santri

Koleksi Punchline Abdi Ndalem Abah Yai (Part 1)

Sumber: Generated AI Bolehlah seorang Zuhda adalah abdi ndalem (santri yang berkhidmah di rumah kyai). Namun, di sisi lain, ia juga makhluk Tuhan yang bebas berpendirian, merokok, dan berkokok dengan nalar sehatnya jika mendengar ungkapan yang bergejolak. Satu momen ketika pengajian Sahih Bukhari, Zuhda adalah individu yang bersemangat bukan untuk dirinya saja, tetapi juga teman se-atapnya di asrama. Dia mendengar satu penjelasan menggelitik, yaitu “Jika kita dekat dengan Allah, maka hati kita akan dingin.” (terjemahan ke bahasa Indonesia dari Jawa). Tidak lama kemudian, Zuhda berkomentar, “Kalau tidak punya uang apakah hati bisa dingin?” (terjemahan juga, tapi coba sambil bayangkan bagaimana ekspresi Zuhda, ditambah suaranya yang tegas berbalut nada Jawa ala Gunungkidul dengan menge...
Manaqib Kubro JATMAN DIY, Wali Kota Yogyakarta Soroti Peran Thariqah dalam Penguatan SDM dan Kepemimpinan
Berita

Manaqib Kubro JATMAN DIY, Wali Kota Yogyakarta Soroti Peran Thariqah dalam Penguatan SDM dan Kepemimpinan

Reporter: Alfian Hamid | Editor: Adhwa Nala  dokumentasi media PPKHM YKD - Jam’iyyah Ahlith Thariqah Al-Mu‘tabarah An-Nahdliyah (JATMAN) Idaroh Wustho Daerah Istimewa Yogyakarta menggelar Manaqib Kubro, Istighotsah, Temu Mursyid, dan Pengajian Akbar pada Ahad (21/12). Kegiatan yang diikuti oleh ribuan jamaah dari berbagai wilayah ini berlangsung khidmat di Pendopo Al-Khadijah, Pondok Pesantren Nurul Ummah Putri. Acara dimulai sejak pagi hari dengan pra-acara berupa registrasi peserta dan penyambutan jamaah. Pembukaan diawali dengan penampilan hadroh santri Pondok Pesantren Kotagede Hidayatul Mubtadi-ien, dilanjutkan dengan pembacaan kalam ilahi dan sholawat thariqiyyah, serta menyanyikan lagu Indonesia Raya, Syubbanul Wathon, dan Jatman Bangkit. Hadir dalam kegiatan terseb...
Haul XXII Kiai Asyhari: Lebih dari Sekadar Rutinitas Tahunan
Berita, Feature

Haul XXII Kiai Asyhari: Lebih dari Sekadar Rutinitas Tahunan

Dokumentasi Tim MDC Nurul Ummah Putri Penulis: Indi Rida | Editor: En Sya Haul sering kali dipahami sebagai agenda rutin yang khusyuk dan diakhiri dengan doa. Namun, puncak Haul Al-Maghfurlah K.H. Asyhari Marzuqi tahun ini menunjukkan bahwa mengenang seorang kiai bukan semata perkara menundukkan kepala dan menengadahkan tangan, melainkan juga menghidupkan kembali nilai-nilai kehidupan dalam keseharian. Salah satu kisah yang menarik datang dari Muhammad Yamin, Lc., santri asal Banyuwangi yang pernah membersamai K.H. Asyhari Marzuqi semasa di Baghdad. Kota itu bukan hanya pusat peradaban Islam, tetapi juga saksi perang Iran–Irak yang menjadikannya ruang penuh kecemasan. Negara-negara berlomba memproduksi senjata, menyuplai konflik, dan menghitung keuntungan di balik kehancuran. Sala...
120 Menit Malam Sarasehan: Mengenal Lebih Dekat Sosok K.H. Asyhari Marzuqi
Berita, Feature

120 Menit Malam Sarasehan: Mengenal Lebih Dekat Sosok K.H. Asyhari Marzuqi

Dokumentasi: Panitia Haul PPNU-Pi YKD - Momen satu tahun sekali ketika pintu coklat bagian barat Masjid Al-Faruq terbuka lebar, lengkap dengan penataan layar monitor beserta sofa dan meja di tengah-tengahnya. Seperti tahun-tahun yang lalu, sarasehan kembali digelar dalam rangkaian peringatan haul K.H. Asyhari Marzuqi yang ke-22, Rabu malam (10/12). Sarasehan kali ini bertemakan “Menapak Jejak Khidmah K.H. Asyhari Marzuqi untuk Nahdlatul Ulama” dan menghadirkan dua narasumber dengan kisah nyantrinya saat K.H. Asyhari Marzuqi masih hidup. Menariknya, mereka merupakan salah dua santri yang pernah diberikan kepercayaan untuk membersamai K.H. Asyhari Marzuqi ketika bepergian. Luqman Arifin Fathul Huda, Ketua Tanfidziyah Pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Kulon Progo, masu...