Artikel

Menilik Gelaran Reformasi Komplek Hafshah dan JHQ
Berita

Menilik Gelaran Reformasi Komplek Hafshah dan JHQ

YKD - Dalam satu malam, Ahad (25/1), Pondok Pesantren Nurul Ummah Putri mengadakan pemilihan pemimpin pada dua komplek, yakni Komplek Hafshah dan Komplek Aisyah (JHQ). Bukan sekadar formalitas di atas kertas, pemimpin terpilih juga menjadi pion penting pada setiap poin visi dan misi yang akan dijalankan. Kegiatan ini dilakukan di tempat yang berbeda. Forum pemilihan Ketua Komplek Hafshah digelar di Pendopo Al-Khadijah dan dihadiri oleh para santri komplek Hafshah. Tiga kandidat dicalonkan sebagai penerus kepemimpinan Ilma Khoirun Ni’mah yang telah menjabat pada periode 2025-2026. Mereka adalah Nur Mujahadah sebagai calon nomor satu, Ahyana Etika sebagai calon nomor dua, dan Aindana Lazulfa sebagai calon nomor tiga. Kegiatan dibuka oleh Niti Sasmina Zaezafi sebagai master of ceremony....
Kenapa akhir-akhir ini angin bertiup lebih kencang daripada biasanya? Menuju penghujung Januari 2026 potensi prakiraan cuaca tidak stabil.
Berita, Feature

Kenapa akhir-akhir ini angin bertiup lebih kencang daripada biasanya? Menuju penghujung Januari 2026 potensi prakiraan cuaca tidak stabil.

Sumber: Dokumentasi pribadi Another day menuju penghujung Januari 2026 kita dihadirkan potensi perkiraan cuaca yang terbilang tidak stabil. Seperti sabtu, 24/01/26 kemarin, salah satu bagian yang terdampak adalah parkiran pondok putri yang bisa dibilang kondisinya menjadi cukup kocar-kacir. Pasalnya atap asbes penutup teratag parkiran berhasil dibuat terbang kemana-mana dengan beberapa bagian yang bahkan sampai bengkok akibat tertiup angin kencang. Beberapa besi penyangga teratag  juga sudah ada yang jatuh menimpa motor-motor di bawahnya sehingga menyebabkan beberapa motor beset-beset. Hal ini jadi memunculkan sebuah pertanyaan, Kenapa akhir-akhir ini angin bertiup lebih kencang daripada biasanya ya?. Dan untuk menjawab itu berikut beberapa rangkuman informasi dari beberapa sumb...
Dilema Warga Lokal Rasa Rantau
Bilik Santri

Dilema Warga Lokal Rasa Rantau

Sumber: Pinterest.com / Aocel Bera Sering kali aku dianggap pendatang, padahal sejak lahir aku di sini-sini aja. Satu hal yang sebenarnya kupertanyakan adalah mengenai sikap orang-orang yang pernah menjadi lawan bicaraku. Entah apakah mereka benar-benar tidak tahu kalau aku itu warlok (warga lokal), atau memang tidak percaya saja kalau aku bisa berbahasa Jawa. Akta kelahiranku yang tak palsu menjadi bukti bahwa aku 21 tahun silam dilahirkan di kota ini, Yogyakarta istimewa. Dan nggak berhenti sampai lahir saja, aku tumbuh hingga menjadi diri yang sekarang tanpa pernah jauh-jauh dari kota yang masih punya vibes ibukota. Tapi sebenarnya lagi, aku punya jawaban, atau mungkin lebih tepatnya dugaan mengapa fenomena ini bisa terjadi. Ya karena aku sendiri. Meskipun mengaku-ngaku bisa berba...
Belajar Menjadi “Hero” dari Spirit Isra’ Mi’raj
Berita

Belajar Menjadi “Hero” dari Spirit Isra’ Mi’raj

Sumber: Media SID YKD - SMP dan SMA Islam Darussalam menggelar acara peringatan Isra’ Mi’raj dengan tema “Remaja Tangguh di Era Global Melalui Spirit Isra’ Mi’raj” pada Senin (19/1). Acara yang berlangsung di Pendopo Al-Khadijah ini diikuti oleh seluruh warga SMP dan SMA Islam Darussalam. Acara diawali dengan pembacaan Maulid Simtudduror, kemudian dilanjutkan dengan mauidzoh hasanah yang disampaikan oleh Ustadz Ahmad Mujib Romadhon sebagai puncak acara. Dalam mauidzoh tersebut, siswa dan siswi diajak untuk menyelami makna Isra’ Mi’raj secara lebih mendalam. Isra’ Mi’raj tidak hanya dipahami sebagai peristiwa diterimanya perintah sholat, tetapi juga sebagai momentum spiritual yang mengandung pesan penguatan mental dan ketangguhan diri, khususnya bagi generasi muda. ...
Kartu Imtihan: Antara “Nanti dulu ah” dan Kepanikan Massal di Akhir Semester
Bilik Santri

Kartu Imtihan: Antara “Nanti dulu ah” dan Kepanikan Massal di Akhir Semester

Ada satu momen di pondok yang selalu sukses bikin santri mendadak rajin: pengumuman pengurusan kartu imtihan. Santri yang biasanya santai, tiba-tiba sibuk buka catatan, ngecek grup WA, mondar-mandir ke kantor, dan bertanya, “Eh, syahriahku sudah lunas belum, ya?” Padahal pengumumannya sudah keluar sejak entah kapan. Imtihan, baik semester 1 maupun 2, memang bukan cuma soal belajar dan qirtub, tapi ia juga datang bersama paket lengkap: syarat administrasi, pembayaran, dan ujian mental yang menguji kesabaran, kesiapan, serta kebiasaan kita dalam menunda-nunda. Dan semester ini terasa berbeda buatku. Bukan karena syaratnya bertambah, tapi karena ini adalah semester terakhirku mengurus kartu imtihan. Sekaligus semester di mana aku sadar ternyata selama ini yang bikin ribet itu bukan imti...
Menikmati Buah Tangan Isra’ Mi’raj: Bersabar dan Bertawakal
Berita, Feature

Menikmati Buah Tangan Isra’ Mi’raj: Bersabar dan Bertawakal

“Alhamdulillah, ya, Mbak, kita bisa memperingati Isra’ Mi’raj lagi,” ucap seorang santri putri kepada teman di sebelahnya. Kali ini Abah Yai Kembali membersamai para santri dalam Majelis Sholawat di Pendopo Al-Khadijah, malam Jum’at (15/1). Kegiatan terlaksana dengan suasana nan syahdu diikuti oleh santri Pondok Pesantren Nurul Ummah Putri dan Pondok Pesantren Hidayatul Mubtadi-ien. Tak hanya memperingati Isra’ Mi’raj, kegiatan ini juga dirangkai dengan peringatan haul serta pengiriman doa untuk almarhum KH. Ahmad Idris Marzuqi Lirboyo, yang wafat pada 10 Sya’ban 1435 Hijriyah. Kurang lebih pukul delapan malam, bacaan sholawat mulai dibawakan oleh tim hadroh Sabilus Syafaat. Santri-santri yang sebelumnya telah melaksanakan sholat Isya’ berjamaah, bergegas memenuhi area pendopo, mencari ...
Belajar Kesalingan dari Dapur
Bilik Santri

Belajar Kesalingan dari Dapur

Sumber: Pinterest (@Widi Cincincouple) “Nikah wae, Mas, ben ono sing masakke, ono sing resik-resik omah1,” celetuk ibu-ibu tetangga saat kebetulan lewat dan melihat saya memasak. “Lah nek niku malah pados pembantu, sanes pados pasangan, hahaha2,” jawab saya sembari melanjutkan mengiris kacang panjang.Meskipun hanya bisa memasak masakan rumah, saya sangat bersyukur memiliki keterampilan memasak yang seujung kuku itu. Keterampilan yang mungkin dianggap sepele oleh sebagian orang, tetapi bagi saya justru sangat membantu dalam bertahan hidup. Terutama setelah ibu wafat dan saya hanya tinggal berdua dengan bapak. Sejak saat itu, dapur tidak lagi sekadar ruang mengolah makanan, melainkan juga ruang belajar tentang kemandirian, tanggung jawab, dan cara merawat kehidupan sehari-hari. S...
Seminar Proposal Risalah: Care or Scare?
Bilik Santri

Seminar Proposal Risalah: Care or Scare?

Dokumentasi: Pribadi Ahad, 11 Januari 2026. Serambi masjid putri telah disulap sedemikian rupa menjadi aula seminar proposal. Karpet-karpet terhampar, meja-meja tersusun rapi–saling berhadapan–lengkap dengan helai taplak yang terpasang seolah menautkan mereka dalam keseragaman. Spanduk bertuliskan “Seminar Proposal Risalah Madrasah Diniyah Nurul Ummah Putri Kotagede Yogyakarta” terpasang tepat di belakang meja presentasi peserta. Sound system pun telah siap menguatkan setiap suara yang hadir di ruangan itu.  Pukul 09.30, mereka yang memiliki kewajiban hadir dalam forum tersebut telah menempatkan diri. Mulai dari peserta seminar–siswi kelas 2 Marhalah 3 MDNU-Pi dengan batik hijau dan jilbab putih–ustadzah pembimbing dan penguji dengan batik ungu dan jilbab senada, hingga moderato...
Pukulan Hadroh: Bahasa Cinta Kepada Nabi
Bilik Santri

Pukulan Hadroh: Bahasa Cinta Kepada Nabi

Sumber: Generated AI Cinta kepada Nabi Muhammad SAW tidak selalu terucap lewat kata-kata yang indah. Masyarakat muslim di Indonesia mengekspresikan cinta kepada Nabi melalui lantunan sholawat yang hidup dalam tradisi. Salah satunya hadir melalui kesenian hadroh. Secara bahasa, hadroh berasal dari bahasa Arab ḥaḍara–yaḥḍuru, yang berarti hadir. Secara istilah, hadroh dapat dimaknai sebagai kegiatan menghadirkan nilai-nilai keislaman melalui kesenian, sekaligus mengajak orang untuk berkumpul, bersholawat, dan belajar mencintai Islam dengan cara yang lembut. Hadroh tidak hanya berfungsi sebagai seni pertunjukan, tetapi juga menjadi media dakwah yang halus dan tidak menggurui. Melalui irama dan syair sholawat, nilai-nilai keislaman disampaikan tanpa paksaan. Tidak semua orang mudah me...
Musibah: “Hadiah Eksklusif” bagi Manusia yang Gemar Maksiat?
Esai, Opini

Musibah: “Hadiah Eksklusif” bagi Manusia yang Gemar Maksiat?

https://pngtree.com Desember, D-nya “ditinggal ndekne pas lagi serius-seriuse ngapalke 1002 bait alfiyah” (di-ghosting doi tatkala serius menghafal 1002 bait alfiyah), masyaallah tabarakallah hehe. Kalau dalam peribahasa Jawa, Desember memiliki arti “deres-derese sumber” (deras-derasnya sumber/mata air). Seperti yang kita tahu, bulan Desember sudah pasti dihiasi miliaran tetes air hujan yang mengguyur manusia-manusia hopeless romantician dengan seribu quotes galaunya. Sedang bagi beberapa manusia yang lain, hujan di bulan Desember menjadi sebuah alarm akan datangnya musibah tahunan yang selalu menghantui mereka. Tragedi Beberapa waktu yang lalu, komplek belakang Ponpes Kotagede Hidayatul Mubtadi-ien ikut runtuh bersama derasnya hujan yang menerpa malam itu. Syukurnya, hanya bagian...