Bunga Perangkap

Sumber: Unsplash – Rebecca Matthews

Jauh, tak pasti jaraknya

Suara auman terdengar riuh

Seperti kawanan terbebas

Dari jerat yang menipu

Matanya menyapu lantai merah;

Melotot tanpa kedip

Tersapu angin pilu

Tertahan serpih tanah

Jantungnya berdegup kencang

Semakin panas napas terburu

Bersiap jika terulang perang

Melawan ulah kawan baru

Ia adalah pekerja kebun palsu

Pandai menabur kembang

Yang wanginya semerbak

Semu rekah memukau mata

Berwujud jimat pemikat nurani

Sungkan dilawan apalagi ditentang

Hingga sekujur raga menolak enyah,

terpaku pada pijak terakhir: beku

(Cilacap, Agustus 2026)

Zulfatun Ni’mah

Penulis muda asal Cilacap yang mencintai literasi. Menulis dianggap sebagai bagian dari hidup sebab setiap kisah memiliki tempat yang jujur di dalam kata.

Tinggalkan Balasan