Artikel

Bahagia itu ilmu, bukan Cuma senang-senang
Esai

Bahagia itu ilmu, bukan Cuma senang-senang

Pernah nggak sih kepikiran, "Sebenarnya, apa sih dasar dari kebahagiaan?" Banyak orang bilang bahagia itu kalau udah kaya, punya pasangan ideal, wajah menarik, atau punya hidup yang serba enak. Tapi pertanyaannya, benarkah itu semua cukup untuk membuat kita benar-benar bahagia? Menurut Pak Fahrudin Faiz, seorang pemikir dan dosen filsafat yang sering menyampaikan ilmu dengan gaya santai tapi mendalam, kebahagiaan sejati itu punya fondasi yang jelas yaitu ilmu. Ilmu yang membawa kita ke arah yang benar, bukan yang hanya terlihat menyenangkan di permukaan. Kok Ilmu? Emang Bahagia harus pintar? Tentu banyak yang langsung skeptis ketika mendengar bahwa Bahagia itu berawal dari ilmu. "Lho, kok ilmu? banyak kok orang yang nggak sekolah tinggi, nggak kelihatan pintar, tapi hidupnya kelih...
Dari Antisosial Jadi Percaya Diri : Kisah Mengharukan di Balik Akhirussanah TK Nurul Ummah
Berita

Dari Antisosial Jadi Percaya Diri : Kisah Mengharukan di Balik Akhirussanah TK Nurul Ummah

Foto diambil oleh penulis setelah acara Akhirussanah selesai Nupipress – TK Nurul Ummah menggelar acara Akhirussanah Tahun Pelajaran 2024/2025 pada Kamis (19/06) di Gedung Madu Nusantara Jogja. Acara yang berlangsung mulai pukul 07.30 hingga 11.00 WIB ini dihadiri oleh para wali santri, pendidik, serta tokoh yayasan, dan diisi dengan berbagai penampilan menarik dari seluruh santri. Mengusung semangat kebersamaan dan pendidikan karakter, acara ini tidak hanya menjadi ajang pelepasan santri kecil yang lulus, tetapi juga momentum penting untuk melatih mental anak sejak dini agar berani tampil di depan umum, serta menjadi kebanggaan tersendiri bagi orang tua yang menyaksikan secara langsung perkembangan anaknya. “Santri itu istilah yang kami populerkan sejak awal. Karena kami ingin an...
Sangitan dan Serunya Kebersamaan: Dari Seporsi Sate Sampai Agenda Makan Bersama
Berita

Sangitan dan Serunya Kebersamaan: Dari Seporsi Sate Sampai Agenda Makan Bersama

Keseruan para santri memanggang sate pada acara Sangitan, Sabtu (07/06/2025), di halaman SMA Islam Darussalam, Kotagede, Yogyakarta. Nupipress – Masih dalam rangkaian agenda Iduladha, Sangitan menjadi acara tahunan yang selalu dinantikan para santri Pondok Pesantren Nurul Ummah Putri. Acara ini digelar pada Sabtu, 7 Juni 2025, bertempat di halaman SMA Islam Darussalam, Kotagede, Yogyakarta. Sangitan merupakan agenda rutin yang identik dengan kegiatan bakar-bakar sate dan makan bersama. Sejak sore hari, para santri sangat antusias mempersiapkan semua bahan untuk acara ini. Sate-sate juga telah disiapkan panitia dan dibagikan sesuai jumlah anggota kamar. Lokasi pembakaran pun sudah dipetakan agar semua santri mendapat tempat. Keseruan makin terasa ketika tusuk demi tusuk sate diarah...
LangitDjiwa 2
Puisi, Sastra

LangitDjiwa 2

Suasana toko buku akik. Foto : Tias /3/ Dilarang Mencintai Kesedihan Kepada: Van Deventer Doa ku berceceran, jatuh disana Ia menjelma kesiur yang berhembus dimana-mana Jalin-menjalin, raga, sukma  Riuhnya bagai nyayian lara Yang memeras air mata -------------------------------------- Adakah secercah harap yang kerap kalap Adakah yakin di tengah kepercayaan yang miskin Inikah yang aku perjuangkan Tuhan? Tapi bagaimana caranya bertahan? C13, 2025  /4/ Gaduh Wirid-wirid ku kini luruh bahasa pikiran yang gaduh terperosok jauh jatuh ----------------------------------------- Peradaban kelelahan waras berakal ketidakjelasan egoisme mematikan fikir dan dzikir bersuara dicaci diam menjadi-jadi. ----------------...
LangitDjiwa1
Puisi, Sastra

LangitDjiwa1

Dok. Pribadi penulis. Sumber : (Diah Nurasih) /1/ Kidung Suluk Kawula Gusti Di sudut kota yang bergemuruh sunyi Puisi ku tiba lebih dulu dari bulan Juni Ia menjelma doa Kata-kata terlahir, menghujam sukma, Menari di atas sujud, diantara dunia yang fana. ------------------------------------------------- Dalam dada hamba Tangis menyatu dalam tafakur mendalam, Menghadap pada peraduan jiwa Tercabik oleh derasnya arus kehidupan Yang menderu tanpa ampun Doa pun menjelma bagai angin, Menyapa malam, merasuk ke relung sunyi. --------------------------------------------- Beginikah hidup, Gusti? Aku mengetuk-Mu dengan dada yang kian senyap dan jiwa yang menganga Beginikah cinta-Mu, Gusti Yang tak terdengar Tapi menggetarkan Yang tak...
Meriahkan Iduladha 1446 H, Santri Nurul Ummah Putri Gelar Gema Takbir hingga Lomba Seru
Berita

Meriahkan Iduladha 1446 H, Santri Nurul Ummah Putri Gelar Gema Takbir hingga Lomba Seru

Nupipress – Dalam rangka menyambut Hari Raya Iduladha 1446 Hijriah, panitia qurban di Pondok Pesantren Nurul Ummah Putri menyelenggarakan berbagai kegiatan. Kegiatan ini dimulai dari malam Hari Raya Iduladha, Kamis (5/6/2025), sampai dengan Sabtu (7/6/2025). Rangkaian acara diawali dengan gema takbir yang dilaksanakan pada 5 Juni 2025 pukul 19.30 WIB di Pendopo Al-Khadijah. Suasana hangat dan penuh khidmat sangat terasa karena kegiatan diiringi dengan lantunan takbir. Peserta hadir dengan mengenakan dresscode serba putih dengan bawahan sarung, menciptakan nuansa kegembiraan dan kesucian. Keesokan harinya, Jum’at (6/6), para santri melaksanakan shalat Iduladha di Masjid Al Faruq. Shalat ini dihadiri oleh ratusan jamaah yang terdiri dari santri serta masyarakat sekitar Pondok Pesantren...
Ulama Nahwu itu “Agak Laen”
Esai

Ulama Nahwu itu “Agak Laen”

Foto diambil seusai kelas Madrasah Diniyah Hidayatul Mubtadi-ien. Jangan buru-buru “merengut”. Baca dulu sampai tuntas. Jangan langsung su’udzon atau mangap kaget pas baca judulnya. Saya paham betul, menyebut ulama, terlebih lagi ulama Ahli Nahwu dengan kata “agak laen” itu bisa dianggap kurang ajar, kurang ngaji, atau minimal kurang pahit kopinya. Tapi sumpah, saya nggak lagi nyinyir, apalagi ngeledek. Justru sebaliknya, ini adalah bentuk kekaguman saya. Kekaguman yang agak campur aduk dengan rasa heran, sekaligus kagum tak berdasar.          Karena ulama nahwu itu, menurut saya pribadi, adalah manusia-manusia luar biasa. Bukan karena kekayaan atau follower Instagram-nya, tapi karena mereka sanggup hidup dan bernapas di antara bait-bait “Qo...
Idul Adha: Tradisi Terdahulu dan Pentingnya Ngaji
Artikel

Idul Adha: Tradisi Terdahulu dan Pentingnya Ngaji

Tradisi berkurban telah dikenal jauh sebelum datangnya Islam. Dalam banyak catatan sejarah keagamaan, seperti pada masyarakat Mesir Kuno, Babilonia, hingga bangsa Aztek, praktik persembahan dilakukan sebagai bentuk pendekatan diri kepada dewa-dewa, bahkan dengan cara yang menyimpang seperti menyembelih manusia. Al-Razi mengatakan ketika kebiasaan masyarakat Jahiliyyah -dalam hal kurban- melumuri berhala dan dinding ka'bah dengan darah dan daging kurban, Maka Allah menjelaskan apa tujuan sebenarnya dari penyembelihan hewan kurban melalui Q.S. al-Hajj ayat 37. Allah menjelaskan bahwa yang benar-benar sampai kepada-Nya dan yang terangkat kepada-Nya dari amal orang yang diberi petunjuk baik berupa ucapan, penyembelihan, maupun ibadah-ibadah lainnya adalah ketakwaan kepada Allah, bukan dagin...
Menyulam Kitab di Jalan Sunyi Perubahan
Esai

Menyulam Kitab di Jalan Sunyi Perubahan

Foto diambil ketika acara Harlah Madrasah Diniyah Hidayatul Mubtadi-ien Yogyakarta oleh Tim Media MDHM Agent of Change, julukan yang sering disematkan kepada mahasiswa untuk menjadi pelaku inisiatif dalam mewujudkan suatu perubahan ke arah yang lebih baik. Tapi bagaimana jika julukan tersebut dinisbahkan kepada santri? Tulisan ini akan merangkum buah pembicaraan dari acara peringatan hari lahir Madrasah Diniyah Hidayatul Mubtadi-ien Yogyakarta yang ke-14. Sebuah topik yang mampu membuat seluruh santri terdiam dan khusyuk untuk menyimak setiap kata yang disampaikan pembicara malam itu. Harlah MDHM Peringatan Harlah Madrasah Diniyah Hidayatul Mubtadi-ien (MDHM) Yogyakarta ke-14 diselenggarakan pada 1 Juni 2025. Bertempat di Aula Al-Munawwir Pondok Pesantren Kotagede Hidayatul Mubtad...
“Coba Ulang?”
Puisi, Sastra

“Coba Ulang?”

Dari balik batas tembus pandang,Agaknya harapan yang mulai usang itu melayang-layang,Melambai-lambai ingin ditantang,"Hei, kemari! mana dirimu yang giat meramu mimpi di pulau seberang?"Lirih suara bagai radio yang usang,Agaknya kausalitas pendengar dan pengucapan belum hilang,Balasannya begini: "apa katamu? coba ulang!"…Dari balik batas tembus pandang,Setidaknya bukan amukan karena balasan nada menantang,Menjawab tersenyum sambil bersenang,"Hei, kemari! mana dirimu yang giat meramu mimpi di pulau seberang?"Nyaring suara bagai gitar park jong seong yang berdendang,Agaknya harapan usang itu masih, sedang, bahkan tetap menjadi piutang,Balasannya begini : "Tenang, sebenarnya aku juga tidak ingin curang".…Dari balik batas tembus pandang,Nyatanya zona nyaman terkadang perlu menghilang. Sajak ...