Artikel

Rintik Hujan Iringi Lantunan Doa Malam Rabu Wekasan
Berita

Rintik Hujan Iringi Lantunan Doa Malam Rabu Wekasan

Nupiperss - Pondok Pesantren Kotagede Hidayatul Mubtadi-ien, Pondok Pesantren Nurul Ummah Putri, dan jamaah Bumi Mentaok menggelar doa bersama pada malam Rabu Wekasan, Selasa (19/08). Kegiatan tersebut dilaksanakan di area pendopo Al-Khadijah, usai menunaikan shalat magrib berjamaah. Tradisi Rabu Wekasan sendiri telah lama hidup di tengah masyarakat pesantren dan kalangan Nahdliyin. NU Online menjelaskan bahwa istilah Rabu Wekasan merujuk pada Rabu terakhir bulan Safar. Dalam sejumlah kitab, di antaranya Fathul Malik al-Majid karya Syekh Ahmad ad-Dairabi, disebutkan bahwa pada hari tersebut Allah menurunkan 320.000 bala. Karena itu, umat dianjurkan memperbanyak amalan ibadah, doa, zikir, sedekah, maupun silaturahmi sebagai bentuk ikhtiar tolak bala. Di berbagai daerah, amalan yang dilak...
Amanat Upacara Kemerdekaan RI ke-80 Yayasan Kotagede Darussalam Soroti Bijak Berteknologi
Berita

Amanat Upacara Kemerdekaan RI ke-80 Yayasan Kotagede Darussalam Soroti Bijak Berteknologi

Nupipress- Upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia berlangsung secara khidmat di lapangan SMA Islam Darussalam, Kotagede, Ahad (17/8). Ratusan peserta upacara dari kalangan pelajar, mahasiswa, tamu undangan, serta segenap keluarga pimpinan Pondok Pesantren Nurul Ummah Putri dan Pondok Pesantren Kotagede Hidayatul Mubtadi-ien turut hadir dalam upacara tersebut. Upacara dimulai pada pukul 07.15 WIB dengan pengibaran bendera merah putih oleh petugas upacara. Lagu kebangsaan “Indonesia Raya” berkumandang, dinyanyikan serentak oleh ratusan peserta upacara. Acara kemudian dilanjutkan dengan penghormatan kepada para pahlawan yang telah gugur. Seluruh peserta berdiri dengan sikap sempurna serta menunduk sebagai bentuk penghormatan dan doa untuk para pahlawan, sek...
Malam Tirakatan Kemerdekaan ke-80, Santri Diingatkan Soal Kemerdekaan Hakiki
Berita

Malam Tirakatan Kemerdekaan ke-80, Santri Diingatkan Soal Kemerdekaan Hakiki

(Abah K.H. Munir Syafa'at Memimpin Doa pada Malam Tirakatan) Nupipress – Santri Pondok Pesantren Nurul Ummah Putri bersama santri Pondok Pesantren Kotagede Hidayatul Mubtadi-ien menggelar malam tirakatan dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan Indonesia ke-80. Acara yang berlangsung di Pendopo Al Khadijah pada Sabtu malam (16/8) tersebut diisi dengan berbagai rangkaian kegiatan, mulai dari pembukaan, pembacaan tahlil dan doa, mau‘idzoh hasanah, hingga penutup. Pembukaan acara diawali dengan pembacaan sholawat oleh grup hadrah Sabilus Syafaat yang menambah kekhidmatan suasana. Sebelum tahlil dimulai, Pengasuh Pesantren, K.H. Munir Syafa‘at, menyampaikan pesan bahwa wasilah doa dan tahlil ini dihadiahkan untuk para syuhada pejuang kemerdekaan. Selain itu, pada malam yang sama juga d...
Menjadi Santri: Menjadi Apatis, Kritis, atau Anarkis
Esai

Menjadi Santri: Menjadi Apatis, Kritis, atau Anarkis

Belakangan ini, For You Page (FYP) kita dipenuhi dengan gambar Jolly Roger, sebutan bendera bajak laut dalam anime One Piece1. Kegaduhan ini bermuara dari statement tokoh publik yang menganggap simbol tersebut sebagai upaya pemecah belah bangsa. Memang, sudah menjadi tradisi bahwa sesuatu yang menggoyang citra pemerintah, jika berasal dari “dalam” akan dilabeli sebagai “oknum”, dan bila bersumber dari “luar” akan dicap sebagai “upaya adu domba”. Pada dasarnya, masyarakat Indonesia begitu rentan terpecah belah karena terbentuk dari berbagai macam ras, etnis, suku, budaya, agama, dan lain sebagainya. Menyatukannya menjadi Indonesia, bagi penulis sudah menjadi suatu keajaiban. Selain itu, manusia juga makhluk visual. Tidak heran jika yang lebih disorot hanya sebatas simbol, bukan esensi kenap...
Gersang
Puisi, Sastra

Gersang

Sumber: kibrispdr.org Serak suara hati Terseok-seok merambak sunyi Memaksa berjalan tanpa jeli Ini tentang perangai yang sudi Sudi memberi sinar semi Sudi memberi petuah selembut kain sari Sudi memberi sinyal tajamnya duri Sudi memberi nasihat sehangat mentari Naas, perangai itu terlanjur jauh dari musim semi Gersang, kering, tanpa asri Maka ia serak meneriaki Memberi sudi terlampau sunyi Tak ada lantang menemani Sungguh ia menangis dan berbisik sendiri Berbisik pada gersang yang menyelimuti Berharap hujan turut serta berbaik hati Memberi guyuran rasa syukur yang sangat mahal dari Rabbi Guyuran rasa syukur atas indahnya muka bumi Maka, gersang jauh pergi Subur lalu asri telah mati suri. Penulis: Dilla Azkiya
Dilatasi Waktu Teori Einstein dalam Mukjizat Isra’ Mi’raj: Saat Waktu Tak Lagi Seperti Garis Lurus
Artikel

Dilatasi Waktu Teori Einstein dalam Mukjizat Isra’ Mi’raj: Saat Waktu Tak Lagi Seperti Garis Lurus

https://pin.it/4AZN31xn0 Mari kita kosongkan gelas dulu, bersiap untuk memahami, dan merenungi dengan perlahan. Coba bayangkan, waktu itu seperti selembar kertas. Kita biasa melihatnya seperti garis lurus yang selalu berjalan secara konstan dari pagi ke malam, hari ke hari, tahun ke tahun. Tapi bagaimana jika kertas itu dilipat? Titik awal dan akhir bisa bertemu. Jarak yang jauh bisa sekejap terasa dekat. Inilah gambaran sederhana tentang bagaimana waktu bisa “dilipat”. Sebuah ide besar yang ditemukan oleh seorang ilmuwan bernama Albert Einstein[1], dan jauh sebelumnya… telah dijalani oleh Nabi Muhammad ﷺ dalam peristiwa Isra Mikraj. Einstein, ilmuwan jenius abad ke-20 itu, bukan langsung menemukan rumus dan teori besar. Ia adalah seorang yang gemar merenung, menatap bintang, memikir...
Resensi Buku “Sejarah Lengkap Perang Dunia II” Karya Rizem Aizid
Resensi

Resensi Buku “Sejarah Lengkap Perang Dunia II” Karya Rizem Aizid

Identitas Judul Buku : Sejarah Lengkap Perang Dunia II Penulis : Rizem Aizid Penerbit : DIVA Press Tahun Terbit : Cetakan pertama, Februari 2025 Jumlah Halaman : 156 halaman; 14 x 20 cm Genre : Social Sciences Sinopsis Perang Dunia I usai tahun 1918. Kemenangan berpihak pada Blok Sekutu. Mereka adalah Inggris, Prancis, Rusia, dan sekutu-sekutunya. Tetapi, berbagai kebijakan dianggap tidak adil bagi negara-negara yang kalah perang. Sehingga, perdamaian tak kunjung datang. 1939 Perang Dunia II meletus. Ini merupakan akibat dari kebijakan yang merugikan negara-negara yang kalah pada Perang Dunia I. Dengan kata lain, Perang Dunia II menjadi “ajang balas dendam” negara-negara yang kalah dalam perang sebelumnya. Buku ini secara eksklusif menyajikan pembahasan det...
Figura
Cerpen, Sastra

Figura

Sumber: Pngtree.com Malam yang dingin. Hujan enggan berhenti membasahi hamparan bumi tua yang telah bertransformasi menjadi hutan beton. Menciptakan garis-garis air yang tergambar jelas di jendela kamar. Suara gemericiknya menemaniku yang tengah sibuk mencari buku keramat karena selesai tidaknya tugasku bergantung pada catatan di dalamnya. Satu per satu laci meja belajar kubuka. Laci pertama tak ada, laci kedua pun sama. Kemudian tepat di laci ketiga, aku menyentuh sesuatu. Kuambil benda itu, sebuah kaca persegi panjang dengan kayu penuh ukiran di setiap sisinya. Figura yang sarat cerita, bahkan membuatku lupa akan tugas yang tengah meminta haknya. Bagaimana tidak, figura itu menampilkan foto dua gadis biasa yang tidak pernah terbayangkan bagaimana akhir kisah mereka. Saling merangkul, ...
Fisika Jemuran dan Falsafah Bau Matahari (Sebuah Renungan Musim Penghujan dan Lantai 3 yang Penuh Jemuran)
Artikel

Fisika Jemuran dan Falsafah Bau Matahari (Sebuah Renungan Musim Penghujan dan Lantai 3 yang Penuh Jemuran)

Sumber ilustrasi : rawpixel.com Kamu pernah ngerasain nggak, habis nyuci baju, dijemur seharian, kena matahari full 100 watt—tapi pas dipakai, masih ada bau-bau nggak ridho yang nempel? Kayak sisa-sisa kelembapan dosa yang belum tobat. Itu bukan perasaan doang. Itu... fisika. Dan sedikit filsafat. Dan mungkin, kadar iman juga, ya siapa tau. Di pondok, musim hujan tuh kadang jadi musuh bersama. Bukan cuma karena cucian nggak kering, tapi juga karena atap mendadak jadi showroom jemuran santri satu rayon. Jemuran bisa jadi ladang fitnah: dari baju ketuker sampai hilang. Tapi di balik semua itu, ada pertanyaan mendalam yang jarang dibahas di kitab manapun: Kenapa, sih, baju yang dijemur di matahari bisa tetep bau apek? Padahal, katanya sinar UV itu nyembuhin semua luka? Jawabanny...
Simaan Dzulhijjah: Melanggengkan Murajaah sebagai Wujud Cinta terhadap Al-Qur’an
Berita

Simaan Dzulhijjah: Melanggengkan Murajaah sebagai Wujud Cinta terhadap Al-Qur’an

Suasana Simaan Nupipress – Pengurus Jam’iyyah Huffadz Al-Qur’an (JHQ) PP. Nurul Ummah Putri Jum’at (20/06/2025) kembali menggelar agenda simaan demi melestarikan budaya murajaah sebagai bukti cinta pada Al-Qur’an. Kali ini, kegiatan rutin tersebut dilaksanakan bertepatan dengan momen Dzulhijjah dan dibuka pada di Masjid Al-Faruq. Ibu Nyai Barokah Nawawi dalam dawuhnya menyampaikan bahwa simaan merupakan salah satu langkah penting dalam perjalanan kita menghafal Al-Qur’an. “Acara ini penting sekali sebagai hujjah kita dalam menghafal Al-Qur’an. Oleh karena itu, harus terus dilestarikan dan kualitasnya harus terus ditingkatkan,” dawuh Ibu. Selain itu, beliau juga mengingatkan agar para santri bisa lebih tekun dalam proses menghafal, termasuk memanfaatkan waktu yang telah disediak...