Artikel

Menggugat Tafsir Sempit tentang Barokah
Artikel

Menggugat Tafsir Sempit tentang Barokah

Sumber : id.pinterest.com (Karya ini merupakan finalis Lomba Menulis YKD 2025 yang diselenggarakan dalam rangka menyambut HUT ke-80 Republik Indonesia) Di tengah kehidupan pesantren, istilah barokah sering dijadikan magnet motivasi santri untuk tekun berkhidmah. Barokah atau yang biasa disebut dengan berkah, secara bahasa berarti bertambahnya kebaikan dan manfaat secara berkesinambungan. Namun, dalam praktiknya, masih banyak santri yang memaknai hal tersebut secara sempit. Mereka berpikir bahwa barokah hanya diperoleh melalui ketaatan mutlak dan khidmah fisik kepada kiai. Padahal dalam khazanah Islam, barokah memiliki makna yang jauh lebih luas dan mencakup berbagai bentuk pengabdian, termasuk melalui jalan keilmuan dan intelektual. Pemahaman yang terbatas ini berpotensi mengekang kr...
Santri dan Kemerdekaan Pendidikan
Esai

Santri dan Kemerdekaan Pendidikan

Sumber: Dokumen Media PPKHM (Karya ini merupakan finalis Lomba Menulis YKD 2025 yang diselenggarakan dalam rangka menyambut HUT ke-80 Republik Indonesia) Pendahuluan Sejak dahulu, santri mendapat stereotipe sebagai kaum sarungan yang dipandang religius dan tradisional, serta tidak bisa dilepaskan dari masjid, pesantren, dan kitab kuning. Namun, fenomena santri masa kini sering kali tampak berbeda, baik dari cara berpakaian maupun gaya hidup yang dianggap semakin jauh dari kesan agamis dan tradisional. Lebih dari itu, penggunaan kitab kuning sebagai rujukan ilmu di pesantren pun kerap diragukan relevansinya di era modern. Peristiwa pertempuran Kota Surabaya 22 Oktober 1945 pun menjadi pembeda dalam dunia santri waktu itu. Ia hadir sebagai saksi dari keheroikan para santri yang d...
“Merdeka Lahir Batin: Santri, Kemerdekaan, dan Tanggung Jawab Zaman”
Berita, Feature

“Merdeka Lahir Batin: Santri, Kemerdekaan, dan Tanggung Jawab Zaman”

Hubbul wathan minal iman – cinta tanah air adalah bagian dari iman. Dan cinta itu tidak hanya diucapkan, tapi diwujudkan dengan belajar, berkarya, dan menjaga kemerdekaan.” Agustus selalu punya cerita sendiri di pondok. Begitu memasuki bulan kemerdekaan, suasana mulai terasa berbeda: santri lebih sibuk, kegiatan lebih padat, dan wajah-wajah penuh antusiasme tampak di setiap sudut. Di Yayasan Kotagede Darussalam, peringatan HUT ke-80 Republik Indonesia tahun ini benar-benar menjadi momen penuh warna, dimulai dari malam tirakatan yang syahdu, upacara kemerdekaan yang khidmat, sampai lomba menulis yang bikin deg-degan sekaligus heboh. K.H. Munir Syafa'at memimpin acara tirakatan di depan segenap santriwan dan santriwati Malam 16 Agustus, pendopo Al-Khadijah ramai dipenuhi santri Nuru...
Rintik Hujan Iringi Lantunan Doa Malam Rabu Wekasan
Berita

Rintik Hujan Iringi Lantunan Doa Malam Rabu Wekasan

Nupiperss - Pondok Pesantren Kotagede Hidayatul Mubtadi-ien, Pondok Pesantren Nurul Ummah Putri, dan jamaah Bumi Mentaok menggelar doa bersama pada malam Rabu Wekasan, Selasa (19/08). Kegiatan tersebut dilaksanakan di area pendopo Al-Khadijah, usai menunaikan shalat magrib berjamaah. Tradisi Rabu Wekasan sendiri telah lama hidup di tengah masyarakat pesantren dan kalangan Nahdliyin. NU Online menjelaskan bahwa istilah Rabu Wekasan merujuk pada Rabu terakhir bulan Safar. Dalam sejumlah kitab, di antaranya Fathul Malik al-Majid karya Syekh Ahmad ad-Dairabi, disebutkan bahwa pada hari tersebut Allah menurunkan 320.000 bala. Karena itu, umat dianjurkan memperbanyak amalan ibadah, doa, zikir, sedekah, maupun silaturahmi sebagai bentuk ikhtiar tolak bala. Di berbagai daerah, amalan yang dilak...
Amanat Upacara Kemerdekaan RI ke-80 Yayasan Kotagede Darussalam Soroti Bijak Berteknologi
Berita

Amanat Upacara Kemerdekaan RI ke-80 Yayasan Kotagede Darussalam Soroti Bijak Berteknologi

Nupipress- Upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia berlangsung secara khidmat di lapangan SMA Islam Darussalam, Kotagede, Ahad (17/8). Ratusan peserta upacara dari kalangan pelajar, mahasiswa, tamu undangan, serta segenap keluarga pimpinan Pondok Pesantren Nurul Ummah Putri dan Pondok Pesantren Kotagede Hidayatul Mubtadi-ien turut hadir dalam upacara tersebut. Upacara dimulai pada pukul 07.15 WIB dengan pengibaran bendera merah putih oleh petugas upacara. Lagu kebangsaan “Indonesia Raya” berkumandang, dinyanyikan serentak oleh ratusan peserta upacara. Acara kemudian dilanjutkan dengan penghormatan kepada para pahlawan yang telah gugur. Seluruh peserta berdiri dengan sikap sempurna serta menunduk sebagai bentuk penghormatan dan doa untuk para pahlawan, sek...
Malam Tirakatan Kemerdekaan ke-80, Santri Diingatkan Soal Kemerdekaan Hakiki
Berita

Malam Tirakatan Kemerdekaan ke-80, Santri Diingatkan Soal Kemerdekaan Hakiki

(Abah K.H. Munir Syafa'at Memimpin Doa pada Malam Tirakatan) Nupipress – Santri Pondok Pesantren Nurul Ummah Putri bersama santri Pondok Pesantren Kotagede Hidayatul Mubtadi-ien menggelar malam tirakatan dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan Indonesia ke-80. Acara yang berlangsung di Pendopo Al Khadijah pada Sabtu malam (16/8) tersebut diisi dengan berbagai rangkaian kegiatan, mulai dari pembukaan, pembacaan tahlil dan doa, mau‘idzoh hasanah, hingga penutup. Pembukaan acara diawali dengan pembacaan sholawat oleh grup hadrah Sabilus Syafaat yang menambah kekhidmatan suasana. Sebelum tahlil dimulai, Pengasuh Pesantren, K.H. Munir Syafa‘at, menyampaikan pesan bahwa wasilah doa dan tahlil ini dihadiahkan untuk para syuhada pejuang kemerdekaan. Selain itu, pada malam yang sama juga d...
Menjadi Santri: Menjadi Apatis, Kritis, atau Anarkis
Esai

Menjadi Santri: Menjadi Apatis, Kritis, atau Anarkis

Belakangan ini, For You Page (FYP) kita dipenuhi dengan gambar Jolly Roger, sebutan bendera bajak laut dalam anime One Piece1. Kegaduhan ini bermuara dari statement tokoh publik yang menganggap simbol tersebut sebagai upaya pemecah belah bangsa. Memang, sudah menjadi tradisi bahwa sesuatu yang menggoyang citra pemerintah, jika berasal dari “dalam” akan dilabeli sebagai “oknum”, dan bila bersumber dari “luar” akan dicap sebagai “upaya adu domba”. Pada dasarnya, masyarakat Indonesia begitu rentan terpecah belah karena terbentuk dari berbagai macam ras, etnis, suku, budaya, agama, dan lain sebagainya. Menyatukannya menjadi Indonesia, bagi penulis sudah menjadi suatu keajaiban. Selain itu, manusia juga makhluk visual. Tidak heran jika yang lebih disorot hanya sebatas simbol, bukan esensi kenap...
Gersang
Puisi, Sastra

Gersang

Sumber: kibrispdr.org Serak suara hati Terseok-seok merambak sunyi Memaksa berjalan tanpa jeli Ini tentang perangai yang sudi Sudi memberi sinar semi Sudi memberi petuah selembut kain sari Sudi memberi sinyal tajamnya duri Sudi memberi nasihat sehangat mentari Naas, perangai itu terlanjur jauh dari musim semi Gersang, kering, tanpa asri Maka ia serak meneriaki Memberi sudi terlampau sunyi Tak ada lantang menemani Sungguh ia menangis dan berbisik sendiri Berbisik pada gersang yang menyelimuti Berharap hujan turut serta berbaik hati Memberi guyuran rasa syukur yang sangat mahal dari Rabbi Guyuran rasa syukur atas indahnya muka bumi Maka, gersang jauh pergi Subur lalu asri telah mati suri. Penulis: Dilla Azkiya
Dimensi Makna Spritual dan Sosial Saat Wukuf di Arafah
Artikel

Dimensi Makna Spritual dan Sosial Saat Wukuf di Arafah

https://pin.it/2AykkeWtV Duyufurrahman yang dirahmati Allah SWT. Jutaan Jamaah haji dari berbagai negara dan seluruh penjuru dunia besok pada hari Rabu, 8 Dzulhijjah 1446 H atau bertepatan tanggal 4 Juni 2025 M akan didorong dan diberangkatkan dari Makkah menuju Arafah secara serentak. Dan Akan dilaksanakan wukuf pada hari Kamis, 9 Dzulhijjah 1446 H/5 Juni 2025 M. Kemudian dalam pelaksanaannya ketika di Arafah, prosesi wukuf itu sendiri dimulai saat waktu (Zawali al-Syamsi) ketika matahari tergelincir hingga jelang terbenam. Setelah mendengar khutbah wukuf serta melaksanakan shalat Dzuhur dan Ashar berjamaah secara jamak taqdim, kemudian semua jamaah haji (bertaqarub) mendekatkan diri kepada Allah SWT melalui berbagai ritual yang bisa mereka jalankan, mulai dari berdzikir, istighfar,...
Dilatasi Waktu Teori Einstein dalam Mukjizat Isra’ Mi’raj: Saat Waktu Tak Lagi Seperti Garis Lurus
Artikel

Dilatasi Waktu Teori Einstein dalam Mukjizat Isra’ Mi’raj: Saat Waktu Tak Lagi Seperti Garis Lurus

https://pin.it/4AZN31xn0 Mari kita kosongkan gelas dulu, bersiap untuk memahami, dan merenungi dengan perlahan. Coba bayangkan, waktu itu seperti selembar kertas. Kita biasa melihatnya seperti garis lurus yang selalu berjalan secara konstan dari pagi ke malam, hari ke hari, tahun ke tahun. Tapi bagaimana jika kertas itu dilipat? Titik awal dan akhir bisa bertemu. Jarak yang jauh bisa sekejap terasa dekat. Inilah gambaran sederhana tentang bagaimana waktu bisa “dilipat”. Sebuah ide besar yang ditemukan oleh seorang ilmuwan bernama Albert Einstein[1], dan jauh sebelumnya… telah dijalani oleh Nabi Muhammad ﷺ dalam peristiwa Isra Mikraj. Einstein, ilmuwan jenius abad ke-20 itu, bukan langsung menemukan rumus dan teori besar. Ia adalah seorang yang gemar merenung, menatap bintang, memikir...