Artikel

LPJ Sebagai Cermin Menakar Perjalanan Setengah Tahun Kompleks Hafshoh
Berita

LPJ Sebagai Cermin Menakar Perjalanan Setengah Tahun Kompleks Hafshoh

Susana LPJ Tengah Tahun Kompleks Hafshoh “Hafshoh bukan sekadar tempat tinggal, melainkan juga ruang bertumbuh. Di sini jamaah, kitab, dan kebersamaan dirawat, meski penuh tantangan dan dinamika.” Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) Komplek Hafshoh kali ini bukan hanya catatan administratif, melainkan juga sebuah cermin yang memantulkan wajah kebersamaan, capaian, dan dinamika perjalanan setengah tahun terakhir. Dari pengurus hingga santri, setiap suara menyumbang mozaik tentang bagaimana Hafshoh meneguhkan identitasnya sebagai kompleks yang berorientasi pada jamaah dan kitab. Bagi Ilma, Ketua Kompleks Hafshoh, capaian penting tahun ini terlihat dari meningkatnya jamaah, kajian, dan semangat belajar santri. Sorogan berjalan dengan baik, dan program baru bernama takror memberi warna s...
Hujan dari Langit-langit Pendopo: Antara Kenyataan, Fiqh, dan Humor Santri
Bilik Santri

Hujan dari Langit-langit Pendopo: Antara Kenyataan, Fiqh, dan Humor Santri

Sumber: Pinterest.com Di Pondok Pesantren Nurul Ummah Putri, pendopo sering menjadi pusat aktivitas. Tempat belajar, berdiskusi, atau sekadar bercengkerama. Namun, ada satu fenomena yang kerap mengganggu kenyamanan: hujan yang bukan berasal dari langit, melainkan dari langit-langit pendopo. Bukan sekadar tetesan air biasa, melainkan cairan atau serpihan yang menimbulkan tanda tanya: suci atau najis, aman atau justru mengganggu? Entah kalian pernah mengalaminya atau tidak, tetapi ada kegelisahan tersendiri setiap kali saya berada di pendopo. Bukan karena suara pagar besi dipukul pukul tiga pagi, bukan pula karena tokek yang berbunyi berulang kali. Ini lebih serius, menyangkut kenyamanan dan keamanan santri. Hujan itu datang tiba-tiba. Karena pendopo beratap, otomatis ia berasal dar...
Merajut Silaturahmi dalam Bingkai Maulid Nabi di SMP & SMA Islam Darussalam
Berita

Merajut Silaturahmi dalam Bingkai Maulid Nabi di SMP & SMA Islam Darussalam

Suasana silaturahmi wali santri di acara maulid Nabi SAW YKD - SMP Islam Darussalam dan SMA Islam Darussalam mengadakan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sekaligus Pertemuan Wali Santri pada Ahad pagi (14/9) di Pendopo Al-Khadijah. Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka memperingati kelahiran Nabi sekaligus menjalin silaturahmi wali santri. Acara dibuka dengan pembacaan basmalah, yang dipimpin oleh Arifah Ahkmallah Setia Gusti (Peserta Didik SMP Islam Darussalam) dan Najwa Aulia Azzahra (Peserta Didik SMA Islam Darussalam) sebagai master of ceremony. Setelah itu, acara dilanjutkan dengan pembacaan ayat-ayat suci Al-Qur'an oleh Berlian Verdamara (Peserta Didik SMA Islam Darussalam), dan diikuti dengan sambutan-sambutan. Memasuki agenda inti yang pertama, yaitu Peringatan Maulid N...
Lentera yang Tak Padam: Tentang Ilmu yang Menghidupkan
Esai, Ilmiah

Lentera yang Tak Padam: Tentang Ilmu yang Menghidupkan

Di pesantren, kita sering melihat santri yang khusyuk beribadah, tekun mengaji, dan rajin bangun malam. Semuanya adalah gambaran ke-shalih-an yang patut diteladani. Namun, dalam khazanah keilmuan Islam, ada satu derajat yang lebih tinggi dari sekadar ke-shalih-an pribadi: derajat orang yang faqih, yakni orang yang mendalami agama dengan ilmu. "Fadhlul ‘alim ‘alal ‘abid ka fadhlil qamari ‘ala sa’iril kawakib." “Keutamaan orang alim dibanding ahli ibadah seperti keutamaan bulan atas seluruh bintang-bintang lainnya.” (HR. Abu Dawud, Tirmidzi) Nabi ﷺ menggambarkan perbedaan antara orang alim dan ahli ibadah dengan perumpamaan yang sangat indah. Bintang-bintang memang bercahaya, tapi cahayanya hanya untuk dirinya sendiri. Sementara itu, bulan memantulkan cahaya yang menerangi sekelilin...
Satu Mobil Bersama Abah, Bagaimana Rasanya?
Artikel, Bilik Santri

Satu Mobil Bersama Abah, Bagaimana Rasanya?

Sumber: Dokumentasi pribadi penulis Waktu itu, saya tidak menyangka akan duduk satu mobil bersama Abah dan Kang Yuskhi, yang kala itu masih menjabat sebagai Lurah Pondok Pesantren Kotagede Hidayatul Mubtadi-ien, menuju Salatiga.  Perjalanan Yogyakarta–Salatiga cukup jauh. Waktunya sekitar dua jam, kiranya cukup lama untuk menamatkan satu film. Formasi dalam mobil adalah Kang Yuskhi jadi sopir, Abah duduk di tengah, sedangkan saya yang tidak bisa nyetir ini ambil posisi di samping sopir, jadi “kernet”. Sejujurnya, keikutsertaan saya ini tanpa rencana sebelumnya. Kang Yuskhi tiba-tiba saja mengajak, “Ayo Dik, melu nggone Kang Fadhil, ro Abah (Ayo Dik, ikut ke tempat Kang Fadhil, sama Abah).” Sebagai santri yang baik dan kebetulan sedang tidak sibuk, tidak enak rasanya kalau menolak ...
Bukan Sekadar Seremonial, Peringatan Maulid Nabi 1447 H Jadi Momentum Umpan Balik Peristiwa Demonstrasi Rakyat 2025
Berita

Bukan Sekadar Seremonial, Peringatan Maulid Nabi 1447 H Jadi Momentum Umpan Balik Peristiwa Demonstrasi Rakyat 2025

YKD – Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tahun ini terasa berbeda. Di tengah panasnya dinamika sosial-politik akibat demonstrasi rakyat 2025, gema shalawat dan refleksi kelahiran Rasulullah menghadirkan makna yang lebih dalam: bukan sekadar ritual seremonial, melainkan juga momentum untuk menimbang kembali nilai keadilan, kasih sayang, perjuangan, dan pentingnya ilmu sebagai bekal perubahan. Salah satu santri Pondok Pesantren Nurul Ummah Putri yang juga mengajar Sosiologi di SMA Islam Darussalam, Mbak Titik, menyampaikan pandangan yang menyejukkan sekaligus kritis.“Maulid Nabi bagiku seperti reminder. Kanjeng Nabi penuh dengan akhlāqul-karīmah, penuh kasih sayang, dan mengajak kita kembali ke jalan yang baik. Tahun ini, saya melihat peringatan Maulid sangat relevan dengan gejolak sosia...
Teladan Kejujuran Nabi Di Tengah Gelombang Demonstrasi
Esai

Teladan Kejujuran Nabi Di Tengah Gelombang Demonstrasi

Sumber: https://id.pinterest.com/ Beberapa akhir ini, jalanan ibu kota dan daerah kembali di penuhi dengan aksi massa, ribuan orang berdemo mulai dari mahasiswa, buruh, hingga masyarakat dari berbagai kalangan ikut menggema menuntut keadilan. Berdiri dan berkerumunan di bawah terik matahari, mereka bukan karena senang berpanas-panasan, melainkan menuntut keadilan pada berbagai keresahan yang tak kunjung terjawab: janji politik yang di inkari serta berbagai kebijakan yang hanya menguntungkan beberapa pihak saja. Spanduk yang menyarakan keresahan masyarakat, orasi yang diteriakkan, serta demontrasi yang selalu menjadi wajah paling nyata bukti krisisnya kepercayaan masyarakat pada pemimpinnya. Semua itu sejatinya merupakan akumulasi dari krisis moral para elite, terutama dalam satu hal ...
Syahdu Maulid Nabi: Santri Tenggelam dalam Lantunan Sholawat
Berita

Syahdu Maulid Nabi: Santri Tenggelam dalam Lantunan Sholawat

Pondok Pesantren Kotagede Hidayatul Mubtadi-ien bersama Pondok Pesantren Nurul Ummah Putri menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW pada Kamis malam (5/9) di kompleks Pendopo Al Khadijah. Acara yang dihadiri oleh pengasuh, asatidz-asatidzah, serta para santri itu berlangsung khidmat diiringi lantunan sholawat. Kegiatan dibuka dengan pembacaan Ummul Kitab, kemudian dilanjutkan dengan pembacaan Maulid Simtudduror yang dipimpin oleh tim hadroh Sabilus Syafaat. Irama hadroh membuat suasana semakin syahdu, berpadu dengan lantunan sholawat para santri. Tim Hadroh Sabilus Syafaat Puncak acara diisi dengan penyampaian mau’idzoh hasanah oleh Abah K.H. Munir Syafaat. Dalam ceramahnya, beliau menegaskan bahwa kelahiran Nabi Muhammad SAW adalah nikmat terbesar yang diberikan Allah SWT k...
Bantahan Konseptual terhadap Argumentasi Keanehan Ulama Nahwu
Esai

Bantahan Konseptual terhadap Argumentasi Keanehan Ulama Nahwu

Sumber: https://pin.it/5mjKCa4HK Belakangan saya tergelitik secara fisik dan mental saat sedang bekerja secara remote di Kamar B dengan salah satu unggahan yang dipublikasi di kanal Yayasan Kotagede Darussalam dengan tajuk Ulama Nahwu itu “Agak Laen” pada Senin (9/6/25). Tidak pernah se-excited ini untuk memberikan tanggapan terhadap tulisan, karena cuitan demi cuitan yang disajikan oleh penulis tampaknya sarat akan interpretasi yang membawa ilmu Nahwu kepada ilmu yang solid. Bukan untuk atau mendiskreditkan penulis, tulisan yang berisi bantahan konseptual ini akan berisi pandangan yang berbeda yang lebih terkonsep berdasarkan epistemologi, sejarah, linguistik, dan sosiologi. Terminologi “Agak laen” Bukan Pendekatan Ilmiah Penggunaan istilah “Agak Laen” walau penulis menjelaskan l...
Srikandhi Menjemput Rembulan 
Cerpen, Sastra

Srikandhi Menjemput Rembulan 

Sumber : Freepik.com (Karya ini merupakan finalis Lomba Menulis YKD 2025 yang diselenggarakan dalam rangka menyambut HUT ke-80 Republik Indonesia) Tahun 2157. Manusia tak lagi mengenal kesengsaraan. Teknologi telah menguasai hampir seluruh aspek kehidupan, menyajikan kenyamanan semu yang melalaikan. Langit malam di tahun ini tak lagi gulita, tak seperti dulu. Bintang-bintang palsu bertebaran di layar kubah raksasa yang menutupi kota. Teknologi menyalin bintang, namun ia tak sanggup menghadirkan rasa takjub yang dulu singgah ketika manusia memandang langit sejati ciptaan Tuhan. Di bawah kubah artifisial itu, umat manusia tak lagi mengenal semesta yang sejati. Siang dan malam penuh semu yang mereka nikmati. Lintang dan rembulan tak lain hanyalah sekadar proyeksi digital. Manusia...