Penulis: Yayasan Kotagede Darussalam

Musibah: “Hadiah Eksklusif” bagi Manusia yang Gemar Maksiat?
Esai, Opini

Musibah: “Hadiah Eksklusif” bagi Manusia yang Gemar Maksiat?

https://pngtree.com Penulis: Muhammad Fatih | Editor: Adhwa Nala Desember, D-nya “ditinggal ndekne pas lagi serius-seriuse ngapalke 1002 bait alfiyah” (di-ghosting doi tatkala serius menghafal 1002 bait alfiyah), masyaallah tabarakallah hehe. Kalau dalam peribahasa Jawa, Desember memiliki arti “deres-derese sumber” (deras-derasnya sumber/mata air). Seperti yang kita tahu, bulan Desember sudah pasti dihiasi miliaran tetes air hujan yang mengguyur manusia-manusia hopeless romantician dengan seribu quotes galaunya. Sedang bagi beberapa manusia yang lain, hujan di bulan Desember menjadi sebuah alarm akan datangnya musibah tahunan yang selalu menghantui mereka. Tragedi Beberapa waktu yang lalu, komplek belakang Ponpes Kotagede Hidayatul Mubtadi-ien ikut runtuh bersama derasnya hujan...
Koleksi Punchline Abdi Ndalem Abah Yai (Part 1)
Bilik Santri

Koleksi Punchline Abdi Ndalem Abah Yai (Part 1)

Sumber: Generated AI Bolehlah seorang Zuhda adalah abdi ndalem (santri yang berkhidmah di rumah kyai). Namun, di sisi lain, ia juga makhluk Tuhan yang bebas berpendirian, merokok, dan berkokok dengan nalar sehatnya jika mendengar ungkapan yang bergejolak. Satu momen ketika pengajian Sahih Bukhari, Zuhda adalah individu yang bersemangat bukan untuk dirinya saja, tetapi juga teman se-atapnya di asrama. Dia mendengar satu penjelasan menggelitik, yaitu “Jika kita dekat dengan Allah, maka hati kita akan dingin.” (terjemahan ke bahasa Indonesia dari Jawa). Tidak lama kemudian, Zuhda berkomentar, “Kalau tidak punya uang apakah hati bisa dingin?” (terjemahan juga, tapi coba sambil bayangkan bagaimana ekspresi Zuhda, ditambah suaranya yang tegas berbalut nada Jawa ala Gunungkidul dengan menge...
Manaqib Kubro JATMAN DIY, Wali Kota Yogyakarta Soroti Peran Thariqah dalam Penguatan SDM dan Kepemimpinan
Berita

Manaqib Kubro JATMAN DIY, Wali Kota Yogyakarta Soroti Peran Thariqah dalam Penguatan SDM dan Kepemimpinan

Reporter: Alfian Hamid | Editor: Adhwa Nala  dokumentasi media PPKHM YKD - Jam’iyyah Ahlith Thariqah Al-Mu‘tabarah An-Nahdliyah (JATMAN) Idaroh Wustho Daerah Istimewa Yogyakarta menggelar Manaqib Kubro, Istighotsah, Temu Mursyid, dan Pengajian Akbar pada Ahad (21/12). Kegiatan yang diikuti oleh ribuan jamaah dari berbagai wilayah ini berlangsung khidmat di Pendopo Al-Khadijah, Pondok Pesantren Nurul Ummah Putri. Acara dimulai sejak pagi hari dengan pra-acara berupa registrasi peserta dan penyambutan jamaah. Pembukaan diawali dengan penampilan hadroh santri Pondok Pesantren Kotagede Hidayatul Mubtadi-ien, dilanjutkan dengan pembacaan kalam ilahi dan sholawat thariqiyyah, serta menyanyikan lagu Indonesia Raya, Syubbanul Wathon, dan Jatman Bangkit. Hadir dalam kegiatan terseb...
Haul XXII Kiai Asyhari: Lebih dari Sekadar Rutinitas Tahunan
Berita, Feature

Haul XXII Kiai Asyhari: Lebih dari Sekadar Rutinitas Tahunan

Dokumentasi Tim MDC Nurul Ummah Putri Penulis: Indi Rida | Editor: En Sya Haul sering kali dipahami sebagai agenda rutin yang khusyuk dan diakhiri dengan doa. Namun, puncak Haul Al-Maghfurlah K.H. Asyhari Marzuqi tahun ini menunjukkan bahwa mengenang seorang kiai bukan semata perkara menundukkan kepala dan menengadahkan tangan, melainkan juga menghidupkan kembali nilai-nilai kehidupan dalam keseharian. Salah satu kisah yang menarik datang dari Muhammad Yamin, Lc., santri asal Banyuwangi yang pernah membersamai K.H. Asyhari Marzuqi semasa di Baghdad. Kota itu bukan hanya pusat peradaban Islam, tetapi juga saksi perang Iran–Irak yang menjadikannya ruang penuh kecemasan. Negara-negara berlomba memproduksi senjata, menyuplai konflik, dan menghitung keuntungan di balik kehancuran. Sala...
120 Menit Malam Sarasehan: Mengenal Lebih Dekat Sosok K.H. Asyhari Marzuqi
Berita, Feature

120 Menit Malam Sarasehan: Mengenal Lebih Dekat Sosok K.H. Asyhari Marzuqi

Dokumentasi: Panitia Haul PPNU-Pi YKD - Momen satu tahun sekali ketika pintu coklat bagian barat Masjid Al-Faruq terbuka lebar, lengkap dengan penataan layar monitor beserta sofa dan meja di tengah-tengahnya. Seperti tahun-tahun yang lalu, sarasehan kembali digelar dalam rangkaian peringatan haul K.H. Asyhari Marzuqi yang ke-22, Rabu malam (10/12). Sarasehan kali ini bertemakan “Menapak Jejak Khidmah K.H. Asyhari Marzuqi untuk Nahdlatul Ulama” dan menghadirkan dua narasumber dengan kisah nyantrinya saat K.H. Asyhari Marzuqi masih hidup. Menariknya, mereka merupakan salah dua santri yang pernah diberikan kepercayaan untuk membersamai K.H. Asyhari Marzuqi ketika bepergian. Luqman Arifin Fathul Huda, Ketua Tanfidziyah Pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Kulon Progo, masu...
Catatan Seminar Santri: Mengupas Rabithah Ruhiyah di Pesantren
Berita, Feature

Catatan Seminar Santri: Mengupas Rabithah Ruhiyah di Pesantren

Sumber: Media Pondok Ketenangan pikiran tak hanya lahir dari belajar, tetapi juga dari hubungan batin antara santri dengan guru. Itulah salah satu insight yang bisa diambil dari seminar bertajuk “Memperkuat Koneksi Spiritualitas (Rabithah Ruhiyah) Santri dan Guru di Pesantren”, Kamis malam (27/11) lalu. Acara ini digelar di Pendopo Al-Khadijah dengan mengundang salah satu alumni PP. Nurul Ummah Putri, yakni Ibu Hj. Iffat, Lc., M.Ag. Tabuhan seperangkat rebana oleh hadroh Azkiya Syakira tetap setia mengawali acara. Pukul 20.22, Ahyana Etika Muliani sebagai master of ceremony memulai rangkaian acara dengan piawai. Setelah dibuka dengan bacaan basmalah, acara dilanjutkan dengan penyampaian sambutan oleh Ibu Sabyla Mafaticha Rizki. Dalam sepatah dua patah katanya, beliau m...
Di Bawah Derai Hujan
Cerpen, Sastra

Di Bawah Derai Hujan

AI Generate Di antara temaram cahaya lampu jalan dan senyapnya sudut kota, di bawah hujan deras yang tak kunjung reda, seorang gadis berjas hujan dengan ransel besar di punggungnya tampak berjalan seorang diri, seolah menikmati setiap tetes hujan yang jatuh malam ini. --- Dingin, satu kata mewakili seluruh rasaku hari ini.  Meski paham bahwa berharap pada makhluk hanya berujung kecewa, tetap saja aku mengulanginya, lagi dan lagi. Malam ini di bawah air hujan yang mengguyur deras, ku gali memori tentang semua kelalaianku dalam beberapa hari yang telah kujalani, kusadarkan kembali hati ini akan nikmat yang telah Tuhanku berikan juga kesalahan mana lagi yang tak boleh ku ulangi. Percayalah pada perkataan, “Jangan melihat orang yang berada di atasmu, lihatlah orang yang berada d...
5 Alasan Santri Meng-Hide Status Media Sosial dari Keamanan Pondok
Bilik Santri

5 Alasan Santri Meng-Hide Status Media Sosial dari Keamanan Pondok

Ilustrasi: gambar hasil generate AI Di pondok pesantren, kehidupan santri diatur dengan cukup rinci. Mulai dari jadwal ngaji kitab, piket cuci piring, sorogan Al-Qur’an, sampai hal sesederhana kapan boleh main HP. Tapi ada satu hal yang nggak bisa sepenuhnya diatur oleh pesantren, yakni isi status media sosial, termasuk WhatsApp.  Walau tampak sepele, status bisa jadi bumerang yang rumit. Ada pesan yang ingin dibagi, tapi juga takut salah tafsir. Ada perasaan yang ingin dicurahkan, tapi khawatir malah dianggap “nggak pantas”. Maka, muncullah strategi rahasia khas santri era digital: meng-hide status dari keamanan pondok.  Bukan karena ingin melanggar, tapi kadang hanya butuh sedikit ruang untuk jadi diri sendiri tanpa harus merasa diawasi. Mari kita bahas lima alasan ...
Naik Motor Dulu, Baru Kuliah
Bilik Santri

Naik Motor Dulu, Baru Kuliah

Sumber: pinterest.com / Mahesa Fauzi R Awal bulan Agustus tiga tahun lalu, salah satu universitas ternama di Yogyakarta menggelar masa orientasi mahasiswa. Saya yang dulu rencananya (baca: kepinginnya) turut serta, ternyata hanya bisa memantau dari cerita teman-teman SMA. Sebenarnya tidak sedih-sedih amat, sih. Karena saya sendiri juga menyadari betapa kurang siapnya nanti jika sudah harus menjadi mahasiswa. Lha wong belum bisa naik motor, kok. Memang, tak ada persyaratan bagi mahasiswa baru terkait kemampuan berkendara. Hanya saja, sebagai warga Jogja yang daerahnya lumayan pelosok, kemampuan itu sangat diperlukan. Apa lagi kalau bukan untuk ngelaju pulang pergi rumah-kampus? Secara, jarak yang perlu ditempuh sendiri hampir dua puluh kilometer. Mau ngonthel ya ngelu, ojek online dom...
Ara, Luka, dan Alzhaimer
Cerpen, Sastra

Ara, Luka, dan Alzhaimer

Sumber: Pinterest.com/Mariati Kenalkan, aku Petaloka. Seorang santri biasa yang ingin membagikan sebuah kisah luar biasa. Sebuah kisah tentang seseorang dengan segudang permasalahan hidup, namun masih bisa tampil layaknya manusia paling bahagia sedunia.  Kisah ini kupersembahkan untuknya, untuk ia yang begitu baik padaku, dan untuk ia yang tak pernah Lelah membersamaiku dalam kebaikan. Namanya Ara, kami adalah teman akrab satu kamar di pesantren. Di seluruh lingkungan pesantren, ia adalah sinonim dari kata cemerlang. Piala-piala olimpiade bahasa Arab, deretan sertifikat tahfiz Al-Qur'an, dan nilai ujian yang selalu sempurna. Ia juga yang paling sibuk. Pagi kuliah, siang mengajar privat online untuk membiayai kuliahnya, sore mengaji, dan malam menulis jurnal. Begitulah Ara, ia...