Penulis: Yayasan Kotagede Darussalam

Jangan Ngoyo Mengubah Santri, Nanti yang Berubah Justru Emosimu Sendiri
Kajian, Tafsir - Hadis

Jangan Ngoyo Mengubah Santri, Nanti yang Berubah Justru Emosimu Sendiri

(Sumber: Generate AI) Suatu ketika menjelang subuh, saya kejatah piket membangunkan santri-santri pelajar. Nyalain lampu, pelan-pelan menepuk badan mereka. “Bangun-bangun, subuh-subuh,” ucap saya sambil melihat tingkah mereka yang bermacam-macam versi. Yang kaki ketemu muka temannya, mungker seperti udang, dan sebagainya. Mulai versi sabar, sampai versi ngamuk-ngamuk karena tak bangun-bangun juga pernah. Kami tiap hari begitu. Bangunin santri, ngajar, jadi imam, mengawasi kegiatan, sampai bagian “oprak-oprak”. Belum selesai di situ. Di luar pondok, kami ada yang kerja, juga kuliah.Kalau dihitung-hitung, waktu istirahat itu bukan kebutuhan, tapi kemewahan. Dan di antara semua itu, ada satu ujian yang bikin emosi: menghadapi santri bandel. Yang kalau dinasihati iya-iya, ...
Culture Shock After Boyong
Bilik Santri

Culture Shock After Boyong

Sumber: Generate AI Disclaimer, ini cuma ajang bercerita penulis yang gemar mendokumentasikan daily life-nya. Motivasinya adalah agar bisa mengambil hikmah dari setiap keputusan dan kejadian, termasuk menerima konsekuensi yang ditimbulkan. Penulis mondok di Nurul Ummah Putri (Nurmapi) sejak masih pelajar, tepatnya di penghujung masa SMA. Kala itu adalah masa awal penerimaan santri baru setelah Covid dan New Normal. Jika ditanya kenapa mukim padahal rumah hanya berjarak 15 menit dari pondok, itu karena ia sudah kadung nge-blend dengan lingkungan pondok sejak MTs. Juga kebetulan SMA-nya sama-sama di Kotagede, jadi selain bisa ikut diniyah dan ngaji pondok, at least kalau ke sekolah malah makin dekat (dulu SMAID belum ada, santri yang sekolah di luar masih boleh mukim). Fun fact, pen...
Halal Bihalal Jadi Awal Santri Kembali Thalabul Ilmi
Berita

Halal Bihalal Jadi Awal Santri Kembali Thalabul Ilmi

Sumber: Dokumentasi Media Pondok Alarm berbunyi, memberi tanda bahwa liburan berakhir dan sudah saatnya para santri kembali. Malam itu (7/4), mereka berkumpul memenuhi Pendopo Al-Khadijah, mengikuti halal bihalal sekaligus pembukaan kegiatan pondok pesantren. Turut hadir pula Ibu Nyai Hj. Barokah Nawawi dan Agus Minanullah, sementara Abah KH. Munir Syafaat sedang dalam masa pemulihan setelah terapi. Para santri Pondok Pesantren Hidayatul Mubtadi-ien (PPKHM) dan Pondok Pesantren Nurul Ummah Putri (PPNU-Pi) menyimak acara dengan khidmat. Setelah dibuka oleh master of ceremony, Kang Masrur Radhif (lurah PPKHM) sebagai perwakilan santri putra dan putri mulai membacakan ikrar halal bihalal. Selain memohon maaf atas segala kesalahan dan kekhilafan, ia juga mengingatkan bahwa momen malam it...
Pesulap Hikmah dalam Halal Bi Halal TPQ Hidayatul Mubtadi-ien: Penegasan Makna Maaf dan Sedekah
Berita, Feature

Pesulap Hikmah dalam Halal Bi Halal TPQ Hidayatul Mubtadi-ien: Penegasan Makna Maaf dan Sedekah

(Sumber: Dokumentasi Pribadi) YKD — Suasana penuh kehangatan dan keceriaan mewarnai serangkaian kegiatan halal bi halal yang diselenggarakan oleh TPQ Hidayatul Mubtadi-ien pada Kamis (10/4). Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari momen halal bi halal yang sebelumnya telah dilaksanakan pada Rabu (9/4), sebagai bentuk syukur atas berakhirnya bulan suci Ramadan. Acara dihadiri oleh tiga unsur utama warga TPQ, yakni para guru, santri, dan wali santri. Kehadiran ketiga pihak ini mencerminkan semangat kebersamaan dalam membangun lingkungan pendidikan Al-Qur'an yang hangat dan penuh kasih sayang. Rangkaian kegiatan dibuka dengan pembacaan doa bersama sebelum mengaji, dilanjutkan dengan tes hafalan ringan bagi para santri sebagai sarana evaluasi yang ringan namun bermakna. Seorang guru...
Sowan Dzurriyyah: Nge-charge Energi Ala Santri
Berita

Sowan Dzurriyyah: Nge-charge Energi Ala Santri

Sumber: Dokumentasi Pribadi YKD — Masih dalam suasana lebaran, beberapa santri Nurul Ummah Putri mengikuti kegiatan rutin sowan dzurriyyah pondok pesantren. Tepatnya pada Jum’at (3/4), bertepatan dengan 14 Syawal 1447 H, pukul delapan pagi mereka sudah mengenakan jas merah kebanggaan disertai jilbab senada. Semangat menyambung silaturahmi tetap bersemi meskipun jadwal kembali ke pondok tersisa beberapa hari lagi.  Sumber: Dokumentasi Pribadi Satu bus berisi rombongan santri membelah jalan menuju Krapyak. Pertama, mereka mengunjungi ndalem Ibu Nyai Hj. Ida Fatimah Zaenal, pengasuh Komplek R2 Al-Munawwir. Beliau adalah istri Al-Maghfurlah KH. Zainal Abidin Munawwir, saudara seayah ibunda dari Ibu Nyai Hj. Barokah Nawawi, Al-Maghfurlaha Nyai Hj. Walidah Munawwir. Karena Ibu Nyai ...
Siapa yang Lebih Buas? Membaca Harimau! Harimau! Karya Mochtar Lubis 
Resensi

Siapa yang Lebih Buas? Membaca Harimau! Harimau! Karya Mochtar Lubis 

Identitas buku Judul : Harimau! Harimau! Penulis : Mochtar Lubis  Halaman : 216  Penerbit : Pustaka Obor Indonesia Tahun terbit : Cetakan pertama 1992    Cetakan kedua belas 2025  When people say, “mulutmu harimaumu,” Mochtar Lubis says, “sebelum kalian membunuh harimau yang buas itu, bunuhlah lebih dahulu harimau dalam hatimu sendiri.” Kalimat sakti itu datang dari rekomendasi seorang teman di awal Desember lalu. "Ceritanya 'gong' banget, Ka Didi harus baca!" katanya. Begitu melihat nama sang maestro, Mochtar Lubis, bertengger di sampul, saya langsung tertarik membacanya. Maka, segera setelah carut-marut UAS usai, buku ini resmi saya "lahap". Hasilnya? Saya kembali dibuat terpukau oleh kelihaian Mochtar Lubis dalam memainkan dinamika m...
Ramadan Fil Ma’had: Berpamitan di Bawah Langit Hujan
Berita

Ramadan Fil Ma’had: Berpamitan di Bawah Langit Hujan

Sumber: Dokumentasi Panitia RFM YKD –  Air mengguyur Kotagede malam itu, tak terkecuali, area Pondok Pesantren Nurul Ummah Putri. Sabtu (7/3), rangkaian kegiatan Ramadhan Fil Ma’had (RFM) yang diikuti oleh santri Pondok Pesantren Nurul Ummah Putri dan Pondok Pesantren Kotagede Hidayatul Mubtadi-ien resmi ditutup. Sore hingga malam yang penuh berkah, seperti dawuh Abah, “hujan itu rahmat dan kita tak pantas merajuk karenanya.” Alhamdulillah, pada Ramadhan 1447 H ini, Abah dapat kembali membersamai kegiatan mengaji secara langsung. Kitab-kitab yang tidak dikaji tahun lalu, kembali dibuka dan ditepis debu-debunya. Ada Ihya’ Ulumuddin jilid 3, Tanwirul Qulub, serta Dalail al-Khairat yang setia menemani RFM tiap masa. Bahkan, Ramadhan kali ini bertambah spesial dengan khatamnya kitab...
Benda Juga Punya Perasaan
Cerpen

Benda Juga Punya Perasaan

Sumber: Pinterest Kala itu, ponselku lolos dari tas bagian saku. Yang jadi masalah bukan cuma jatuhnya, tapi juga hilangnya. Aku baru sadar bahwa si biru–nama ponselku– raib setelah sudah sampai kamar asrama dari perjalanan Taman Siswa–Kotagede. Mengurangi rasa panik, kutunaikan sholat ashar terlebih dahulu. Memang, keadaan belum sembahyang adalah salah satu hal yang membuatku tergesa-gesa pulang dari acara di Taman siswa kala itu. Sungkan meminta tolong, awalnya aku nekat berangkat sendiri menyusuri jalan yang kulewati tadi. Tak jadi, untunglah ada Devi yang bersedia menemani. Membawa teman membuatku bisa tetap fokus berkendara tanpa kehilangan momen menengok kanan-kiri. Pertama, kami mendatangi Pendopo Taman Siswa yang ternyata sedang dipakai untuk entahlah apa.  “Itu merek...
Awal Waktu Itu Perlu, Bukan Sekadar ‘Kalau nggak kesusu’
Opini

Awal Waktu Itu Perlu, Bukan Sekadar ‘Kalau nggak kesusu’

Sumber: Pinterest Satu hal yang sempat terlintas di benak kala lagi kritis-kritisnya dengan kehidupan adalah tentang bagaimana membuktikan kepada dunia bahwa gen Z itu sholat subuhnya nggak jam 6, sholat dzuhurnya nggak jam 2, sholat asharnya nggak jam 5, dan sholat maghribnya nggak jam 7. Saya serahkan ke pembaca mau meneruskan sampai bawah atau tidak, yang jelas, ini akan berisi hal-hal sok iya dengan maksud utama refleksi pribadi. Pertanyaannya, kenapa ingin membuktikan? Kalau dikatakan gengsi mungkin bisa jadi. Ternyata diri ini masih punya sisi ingin menjaga citra baik terlebih karena membawa label seorang santri. Atau mungkin malu juga. Karena ada suatu waktu ketika merasa dibandingkan dengan orang tua yang lebih disiplin dalam hal sholat di awal waktu. Meskipun zaman sekarang ...
PAUD Terpadu Salsabila Darussalam Gelar Bakti Sosial, Tanamkan Kepedulian Sosial Sejak Dini
Berita

PAUD Terpadu Salsabila Darussalam Gelar Bakti Sosial, Tanamkan Kepedulian Sosial Sejak Dini

Sumber: Dokumentasi pribadi YKD — PAUD Terpadu Salsabila Darussalam menggelar kegiatan bakti sosial pada Sabtu pagi (28/2) sebagai bagian dari rangkaian kegiatan Ramadhan. Kegiatan ini melibatkan siswa, orang tua, serta masyarakat sekitar dan berlangsung dengan tertib serta penuh kehangatan. Acara diawali dengan pembukaan, dilanjutkan dengan tilawah Al-Qur’an oleh ananda Barrahilya Afsheen. Rangkaian kegiatan kemudian diisi dengan sambutan dari pihak sekolah, perwakilan warga, serta penampilan hafalan doa sehari-hari dari siswa kelas KB A. Dalam sambutannya, perwakilan warga RT 27 RW 06 menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menilai bakti sosial ini sebagai bentuk nyata kepedulian lembaga pendidikan terhadap lingkungan sekitar. “Kami mengucapkan teri...