Penulis: Yayasan Kotagede Darussalam

Siapa yang Lebih Buas? Membaca Harimau! Harimau! Karya Mochtar Lubis 
Resensi

Siapa yang Lebih Buas? Membaca Harimau! Harimau! Karya Mochtar Lubis 

Identitas buku Judul : Harimau! Harimau! Penulis : Mochtar Lubis  Halaman : 216  Penerbit : Pustaka Obor Indonesia Tahun terbit : Cetakan pertama 1992    Cetakan kedua belas 2025  When people say, “mulutmu harimaumu,” Mochtar Lubis says, “sebelum kalian membunuh harimau yang buas itu, bunuhlah lebih dahulu harimau dalam hatimu sendiri.” Kalimat sakti itu datang dari rekomendasi seorang teman di awal Desember lalu. "Ceritanya 'gong' banget, Ka Didi harus baca!" katanya. Begitu melihat nama sang maestro, Mochtar Lubis, bertengger di sampul, saya langsung tertarik membacanya. Maka, segera setelah carut-marut UAS usai, buku ini resmi saya "lahap". Hasilnya? Saya kembali dibuat terpukau oleh kelihaian Mochtar Lubis dalam memainkan dinamika m...
Ramadan Fil Ma’had: Berpamitan di Bawah Langit Hujan
Berita

Ramadan Fil Ma’had: Berpamitan di Bawah Langit Hujan

Sumber: Dokumentasi Panitia RFM YKD –  Air mengguyur Kotagede malam itu, tak terkecuali, area Pondok Pesantren Nurul Ummah Putri. Sabtu (7/3), rangkaian kegiatan Ramadhan Fil Ma’had (RFM) yang diikuti oleh santri Pondok Pesantren Nurul Ummah Putri dan Pondok Pesantren Kotagede Hidayatul Mubtadi-ien resmi ditutup. Sore hingga malam yang penuh berkah, seperti dawuh Abah, “hujan itu rahmat dan kita tak pantas merajuk karenanya.” Alhamdulillah, pada Ramadhan 1447 H ini, Abah dapat kembali membersamai kegiatan mengaji secara langsung. Kitab-kitab yang tidak dikaji tahun lalu, kembali dibuka dan ditepis debu-debunya. Ada Ihya’ Ulumuddin jilid 3, Tanwirul Qulub, serta Dalail al-Khairat yang setia menemani RFM tiap masa. Bahkan, Ramadhan kali ini bertambah spesial dengan khatamnya kitab...
Benda Juga Punya Perasaan
Cerpen

Benda Juga Punya Perasaan

Sumber: Pinterest Kala itu, ponselku lolos dari tas bagian saku. Yang jadi masalah bukan cuma jatuhnya, tapi juga hilangnya. Aku baru sadar bahwa si biru–nama ponselku– raib setelah sudah sampai kamar asrama dari perjalanan Taman Siswa–Kotagede. Mengurangi rasa panik, kutunaikan sholat ashar terlebih dahulu. Memang, keadaan belum sembahyang adalah salah satu hal yang membuatku tergesa-gesa pulang dari acara di Taman siswa kala itu. Sungkan meminta tolong, awalnya aku nekat berangkat sendiri menyusuri jalan yang kulewati tadi. Tak jadi, untunglah ada Devi yang bersedia menemani. Membawa teman membuatku bisa tetap fokus berkendara tanpa kehilangan momen menengok kanan-kiri. Pertama, kami mendatangi Pendopo Taman Siswa yang ternyata sedang dipakai untuk entahlah apa.  “Itu merek...
Awal Waktu Itu Perlu, Bukan Sekadar ‘Kalau nggak kesusu’
Opini

Awal Waktu Itu Perlu, Bukan Sekadar ‘Kalau nggak kesusu’

Sumber: Pinterest Satu hal yang sempat terlintas di benak kala lagi kritis-kritisnya dengan kehidupan adalah tentang bagaimana membuktikan kepada dunia bahwa gen Z itu sholat subuhnya nggak jam 6, sholat dzuhurnya nggak jam 2, sholat asharnya nggak jam 5, dan sholat maghribnya nggak jam 7. Saya serahkan ke pembaca mau meneruskan sampai bawah atau tidak, yang jelas, ini akan berisi hal-hal sok iya dengan maksud utama refleksi pribadi. Pertanyaannya, kenapa ingin membuktikan? Kalau dikatakan gengsi mungkin bisa jadi. Ternyata diri ini masih punya sisi ingin menjaga citra baik terlebih karena membawa label seorang santri. Atau mungkin malu juga. Karena ada suatu waktu ketika merasa dibandingkan dengan orang tua yang lebih disiplin dalam hal sholat di awal waktu. Meskipun zaman sekarang ...
PAUD Terpadu Salsabila Darussalam Gelar Bakti Sosial, Tanamkan Kepedulian Sosial Sejak Dini
Berita

PAUD Terpadu Salsabila Darussalam Gelar Bakti Sosial, Tanamkan Kepedulian Sosial Sejak Dini

Sumber: Dokumentasi pribadi YKD — PAUD Terpadu Salsabila Darussalam menggelar kegiatan bakti sosial pada Sabtu pagi (28/2) sebagai bagian dari rangkaian kegiatan Ramadhan. Kegiatan ini melibatkan siswa, orang tua, serta masyarakat sekitar dan berlangsung dengan tertib serta penuh kehangatan. Acara diawali dengan pembukaan, dilanjutkan dengan tilawah Al-Qur’an oleh ananda Barrahilya Afsheen. Rangkaian kegiatan kemudian diisi dengan sambutan dari pihak sekolah, perwakilan warga, serta penampilan hafalan doa sehari-hari dari siswa kelas KB A. Dalam sambutannya, perwakilan warga RT 27 RW 06 menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menilai bakti sosial ini sebagai bentuk nyata kepedulian lembaga pendidikan terhadap lingkungan sekitar. “Kami mengucapkan teri...
Harga Bersahabat, Rasa Juara: Rekomendasi Pecel Lele Ala Santri Nurul Ummah Putri di Kotagede
Opini

Harga Bersahabat, Rasa Juara: Rekomendasi Pecel Lele Ala Santri Nurul Ummah Putri di Kotagede

Sumber: Pinterest Pecel lele adalah salah satu makanan yang digemari warga Jogja dan sudah menjamur dimana-mana. Penyebutan nama pecel lele sendiri sangat beragam seperti penyetan, bakaran, lalapan dan bahkan warung lamongan. Jika kamu berkunjung ke Jogja dan khususnya Kotagede, beberapa warung berikut menyediakan menu dengan khas goreng dan bakar, makanan ini sangat direkomendasikan untuk dikunjungi. Rekomendasi ini berdasarkan pengalaman para santri Nurul Ummah Putri yang kebetulan bingung untuk membeli makanan dan ujung-ujungnya adalah warung pecel lele. Jika kamu seorang santri dan kebetulan termasuk kaum mendang mending, coba kunjungi beberapa warung berikut: Pecel Lele Mas Bro Pecel lele mas bro merupakan warung yang sangat recommended untuk dicoba. Pecel lele ini bertempa...
HS Silver Goes to NUPI: Workshop Kerajinan Perak Bersama Sang Ahli
Berita

HS Silver Goes to NUPI: Workshop Kerajinan Perak Bersama Sang Ahli

Sumber: Dokumentasi Pribadi YKD – Minggu (15/2), Pondok Pesantren Nurul Ummah Putri kedatangan workshop dari HS Silver, sebuah perusahaan pengrajin perak di Kotagede, Yogyakarta. Workshop ini sebagai tanda kolaborasi dan promosi bagi HS Silver dan pelatihan yang sangat bermanfaat serta menguji kreativitas bagi santri Nurul Ummah Putri. Workshop ini dipandu oleh 2 orang pengrajin dan 1 orang dokumentator, mereka adalah Kak Hilmi, Kak Faisal dan Kak Kayyis, serta perwakilan santri Nurul Ummah Putri berjumlah 5 orang. Workshop dimulai dengan pembukaan singkat dan santai, serta pengenalan mengenai perak yang akan digunakan dalam workshop ini. Perak yang digunakan dalam workshop adalah perak dengan kandungan 92,5% yang jika diibaratkan dengan emas, maka emas ini mengandung 24 karat. ...
Wisuda dan Kenaikan Marhalah: Sebuah Perayaan dari Penantian yang Panjang
Berita

Wisuda dan Kenaikan Marhalah: Sebuah Perayaan dari Penantian yang Panjang

Sumber: Dokumentasi media pondok YKD – Sabtu (7/2), Madrasah Diniyah Nurul Ummah Putri mengadakan wisuda dan kenaikan marhalah. Acara ini dilakukan pada malam hari, yang diikuti oleh 3 marhalah 3 sebagai peserta wisudawan, 3 marhalah 2 sebagai peserta kenaikan marhalah, seluruh santri Madrasah Diniyah, dewan asatidz dan asatidzah, serta Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Ummah Putri beserta para dzuriyyah. Acara yang dilakukan pada setiap tahunnya ini merupakan hasil dari penantian yang panjang para peserta wisudawan dan kenaikan marhalah. Dalam acara ini panggung didirikan dengan megah dan para wisudawan dengan tampilan terbaiknya duduk di depan panggung. Perayaan ini merupakan bentuk rasa syukur mereka atas tanggung jawab yang telah diselesaikan oleh siswi 3 marhalah 3, sebagaimana sambu...
Satu Malam Bersama Ibu
Puisi, Sastra

Satu Malam Bersama Ibu

Sumber: Dokumentasi Panitia Harlah 2026 Kita rayakan malam ini bersama Ibu Karena untuk apa merayakan kelahiran bangunan, tanpa merayakan panjangnya perjuangan? Lalu siapa lagi kalau bukan sosok pejuang di baliknya, yang akan kita rayakan, tapi nyatanya sering kita lupakan. ... Akankah kita paham? Telah banyak derai air mata yang Ibu lalui Malam-malam panjang yang telah Ibu jalani Bahkan gedoran bukti cinta yang sering kali salah kita pahami ... Akankah kita merasakan? Betapa beratnya Ibu berjuang untuk mempertahankan pondok tercinta ini? Tapi tidak, tidak ada kata menyerah Ibu bukanlah sosok yang mudah putus asa Niat yang kuat, lillah karena-Nya, pastilah menjadi penguatnya ... Dan kita… kita… Kita bersama-sama melanjutkan perjua...
Reformasi PPNU-Pi 2026: Tiada Khidmah yang Berakhir Sia-sia
Berita, Feature

Reformasi PPNU-Pi 2026: Tiada Khidmah yang Berakhir Sia-sia

Sumber: Dokumentasi Panitia Reformasi YKD – Pagi itu, Rabu (4/2), tiba-tiba saja selebaran calon lurah sudah membujur dan melintang di area pondok. Kertas berisi foto dan tulisan visi misi berselang-seling dengan hiasan warna-warni. Sebagian santri berkata tidak menyangka, sementara yang lain mengucapkan semangat untuk ketiga santri yang akan menjabat. Penampakan selebaran kandidat Lurah PPNU-Pi di salah satu titik. Malam sebelumnya, telah terlaksana sidang pleno yang membahas laporan pertanggungjawaban (LPJ) pengurus Pondok Pesantren Nurul Ummah Putri dan Madrasah Diniyah Nurul Ummah Putri. Selesai sidang, para pengurus berkumpul di kantor, bersiap untuk peletusan balon. Di dalam balon tersebut, terdapat lipatan kertas: berisi quotes, kosong, atau berisi satu dari tiga foto kandi...