Penulis: Yayasan Kotagede Darussalam

Dari Antisosial Jadi Percaya Diri : Kisah Mengharukan di Balik Akhirussanah TK Nurul Ummah
Berita

Dari Antisosial Jadi Percaya Diri : Kisah Mengharukan di Balik Akhirussanah TK Nurul Ummah

Foto diambil oleh penulis setelah acara Akhirussanah selesai Nupipress – TK Nurul Ummah menggelar acara Akhirussanah Tahun Pelajaran 2024/2025 pada Kamis (19/06) di Gedung Madu Nusantara Jogja. Acara yang berlangsung mulai pukul 07.30 hingga 11.00 WIB ini dihadiri oleh para wali santri, pendidik, serta tokoh yayasan, dan diisi dengan berbagai penampilan menarik dari seluruh santri. Mengusung semangat kebersamaan dan pendidikan karakter, acara ini tidak hanya menjadi ajang pelepasan santri kecil yang lulus, tetapi juga momentum penting untuk melatih mental anak sejak dini agar berani tampil di depan umum, serta menjadi kebanggaan tersendiri bagi orang tua yang menyaksikan secara langsung perkembangan anaknya. “Santri itu istilah yang kami populerkan sejak awal. Karena kami ingin an...
Sangitan dan Serunya Kebersamaan: Dari Seporsi Sate Sampai Agenda Makan Bersama
Berita

Sangitan dan Serunya Kebersamaan: Dari Seporsi Sate Sampai Agenda Makan Bersama

Keseruan para santri memanggang sate pada acara Sangitan, Sabtu (07/06/2025), di halaman SMA Islam Darussalam, Kotagede, Yogyakarta. Nupipress – Masih dalam rangkaian agenda Iduladha, Sangitan menjadi acara tahunan yang selalu dinantikan para santri Pondok Pesantren Nurul Ummah Putri. Acara ini digelar pada Sabtu, 7 Juni 2025, bertempat di halaman SMA Islam Darussalam, Kotagede, Yogyakarta. Sangitan merupakan agenda rutin yang identik dengan kegiatan bakar-bakar sate dan makan bersama. Sejak sore hari, para santri sangat antusias mempersiapkan semua bahan untuk acara ini. Sate-sate juga telah disiapkan panitia dan dibagikan sesuai jumlah anggota kamar. Lokasi pembakaran pun sudah dipetakan agar semua santri mendapat tempat. Keseruan makin terasa ketika tusuk demi tusuk sate diarah...
LangitDjiwa 2
Puisi, Sastra

LangitDjiwa 2

Suasana toko buku akik. Foto : Tias /3/ Dilarang Mencintai Kesedihan Kepada: Van Deventer Doa ku berceceran, jatuh disana Ia menjelma kesiur yang berhembus dimana-mana Jalin-menjalin, raga, sukma  Riuhnya bagai nyayian lara Yang memeras air mata -------------------------------------- Adakah secercah harap yang kerap kalap Adakah yakin di tengah kepercayaan yang miskin Inikah yang aku perjuangkan Tuhan? Tapi bagaimana caranya bertahan? C13, 2025  /4/ Gaduh Wirid-wirid ku kini luruh bahasa pikiran yang gaduh terperosok jauh jatuh ----------------------------------------- Peradaban kelelahan waras berakal ketidakjelasan egoisme mematikan fikir dan dzikir bersuara dicaci diam menjadi-jadi. ----------------...
LangitDjiwa1
Puisi, Sastra

LangitDjiwa1

Dok. Pribadi penulis. Sumber : (Diah Nurasih) /1/ Kidung Suluk Kawula Gusti Di sudut kota yang bergemuruh sunyi Puisi ku tiba lebih dulu dari bulan Juni Ia menjelma doa Kata-kata terlahir, menghujam sukma, Menari di atas sujud, diantara dunia yang fana. ------------------------------------------------- Dalam dada hamba Tangis menyatu dalam tafakur mendalam, Menghadap pada peraduan jiwa Tercabik oleh derasnya arus kehidupan Yang menderu tanpa ampun Doa pun menjelma bagai angin, Menyapa malam, merasuk ke relung sunyi. --------------------------------------------- Beginikah hidup, Gusti? Aku mengetuk-Mu dengan dada yang kian senyap dan jiwa yang menganga Beginikah cinta-Mu, Gusti Yang tak terdengar Tapi menggetarkan Yang tak...
Meriahkan Iduladha 1446 H, Santri Nurul Ummah Putri Gelar Gema Takbir hingga Lomba Seru
Berita

Meriahkan Iduladha 1446 H, Santri Nurul Ummah Putri Gelar Gema Takbir hingga Lomba Seru

Nupipress – Dalam rangka menyambut Hari Raya Iduladha 1446 Hijriah, panitia qurban di Pondok Pesantren Nurul Ummah Putri menyelenggarakan berbagai kegiatan. Kegiatan ini dimulai dari malam Hari Raya Iduladha, Kamis (5/6/2025), sampai dengan Sabtu (7/6/2025). Rangkaian acara diawali dengan gema takbir yang dilaksanakan pada 5 Juni 2025 pukul 19.30 WIB di Pendopo Al-Khadijah. Suasana hangat dan penuh khidmat sangat terasa karena kegiatan diiringi dengan lantunan takbir. Peserta hadir dengan mengenakan dresscode serba putih dengan bawahan sarung, menciptakan nuansa kegembiraan dan kesucian. Keesokan harinya, Jum’at (6/6), para santri melaksanakan shalat Iduladha di Masjid Al Faruq. Shalat ini dihadiri oleh ratusan jamaah yang terdiri dari santri serta masyarakat sekitar Pondok Pesantren...
Ulama Nahwu itu “Agak Laen”
Esai

Ulama Nahwu itu “Agak Laen”

Foto diambil seusai kelas Madrasah Diniyah Hidayatul Mubtadi-ien. Jangan buru-buru “merengut”. Baca dulu sampai tuntas. Jangan langsung su’udzon atau mangap kaget pas baca judulnya. Saya paham betul, menyebut ulama, terlebih lagi ulama Ahli Nahwu dengan kata “agak laen” itu bisa dianggap kurang ajar, kurang ngaji, atau minimal kurang pahit kopinya. Tapi sumpah, saya nggak lagi nyinyir, apalagi ngeledek. Justru sebaliknya, ini adalah bentuk kekaguman saya. Kekaguman yang agak campur aduk dengan rasa heran, sekaligus kagum tak berdasar.          Karena ulama nahwu itu, menurut saya pribadi, adalah manusia-manusia luar biasa. Bukan karena kekayaan atau follower Instagram-nya, tapi karena mereka sanggup hidup dan bernapas di antara bait-bait “Qo...
Menyulam Kitab di Jalan Sunyi Perubahan
Esai

Menyulam Kitab di Jalan Sunyi Perubahan

Foto diambil ketika acara Harlah Madrasah Diniyah Hidayatul Mubtadi-ien Yogyakarta oleh Tim Media MDHM Agent of Change, julukan yang sering disematkan kepada mahasiswa untuk menjadi pelaku inisiatif dalam mewujudkan suatu perubahan ke arah yang lebih baik. Tapi bagaimana jika julukan tersebut dinisbahkan kepada santri? Tulisan ini akan merangkum buah pembicaraan dari acara peringatan hari lahir Madrasah Diniyah Hidayatul Mubtadi-ien Yogyakarta yang ke-14. Sebuah topik yang mampu membuat seluruh santri terdiam dan khusyuk untuk menyimak setiap kata yang disampaikan pembicara malam itu. Harlah MDHM Peringatan Harlah Madrasah Diniyah Hidayatul Mubtadi-ien (MDHM) Yogyakarta ke-14 diselenggarakan pada 1 Juni 2025. Bertempat di Aula Al-Munawwir Pondok Pesantren Kotagede Hidayatul Mubtad...
“Coba Ulang?”
Puisi, Sastra

“Coba Ulang?”

Dari balik batas tembus pandang,Agaknya harapan yang mulai usang itu melayang-layang,Melambai-lambai ingin ditantang,"Hei, kemari! mana dirimu yang giat meramu mimpi di pulau seberang?"Lirih suara bagai radio yang usang,Agaknya kausalitas pendengar dan pengucapan belum hilang,Balasannya begini: "apa katamu? coba ulang!"…Dari balik batas tembus pandang,Setidaknya bukan amukan karena balasan nada menantang,Menjawab tersenyum sambil bersenang,"Hei, kemari! mana dirimu yang giat meramu mimpi di pulau seberang?"Nyaring suara bagai gitar park jong seong yang berdendang,Agaknya harapan usang itu masih, sedang, bahkan tetap menjadi piutang,Balasannya begini : "Tenang, sebenarnya aku juga tidak ingin curang".…Dari balik batas tembus pandang,Nyatanya zona nyaman terkadang perlu menghilang. Sajak ...
Menjadi Santri di Era Sibuk! Belajar Diam dari Ulama Terdahulu
Artikel

Menjadi Santri di Era Sibuk! Belajar Diam dari Ulama Terdahulu

@nanik.rhma.(2024). Santri sedang membaca buku. Instagram post. Diakses Minggu, 1 Juni 2025 .https://www.instagram.com/p/C2cJNVcPARz/?img_index=1&igsh=bnd0aXY4cm82Ymls Nupipress - Menjadi santri hari ini bukan hanya tentang duduk bersarung di koridor lantai dua masjid atau kemana - mana membawa kitab kuning. Di tengah zaman hiruk dan riuh oleh distraksi digital, menjadi santri adalah perjuangan sunyi. Menjaga hati agar tetap hidup dalam ilmu dan menjaga waktu agar tak hanyut dalam kesia-siaan. Di antara gempuran notifikasi, jadwal yang padat, dan rasa ingin tahu yang melompat-lompat, kita perlu kembali belajar dari para ulama terdahulu, seperti imam syafi’i dan imam bukhori. Pasalnya beliau-beliau menjadikan diamnya sebagai bahasa kekuatan dan waktu sebagai amanah yang suci. Mas...
Menggali Pemikiran Nahwu dan Sorof dalam Pesantren Salaf: Estetika Bahasa sebagai Jembatan Dakwah di Era Modern
Esai

Menggali Pemikiran Nahwu dan Sorof dalam Pesantren Salaf: Estetika Bahasa sebagai Jembatan Dakwah di Era Modern

Pict: Kitab Alfiyah Ibnu Malik (Koleksi Penulis) Di balik tradisi luhur pesantren salaf, terdapat kekayaan ilmu yang tidak hanya berfungsi untuk memahami bahasa Arab, tetapi juga membuka pintu-pintu pemahaman lebih dalam terhadap teks-teks agama yang hidup. Nahwu, sorof, dan nadhom Alfiyah bukan sekadar alat pendidikan; mereka adalah jendela yang menghubungkan santri dengan kedalaman spiritualitas dan pemahaman agama yang lebih universal. Dalam dunia yang semakin canggih ini, pemahaman mendalam tentang ketiga ilmu ini tidak hanya relevan, tetapi juga menjadi alat penting untuk memahami pesan dakwah yang lebih dinamis dan efektif. Nahwu dan Sorof: Fondasi yang Membawa Makna ke Permukaan Nahwu dan sorof lebih dari sekadar alat untuk menguasai bahasa Arab; keduanya adalah kunci untuk...