LangitDjiwa 2

/3/ Dilarang Mencintai Kesedihan

Kepada: Van Deventer

Doa ku berceceran, jatuh disana

Ia menjelma kesiur yang berhembus dimana-mana

Jalin-menjalin, raga, sukma 

Riuhnya bagai nyayian lara

Yang memeras air mata

————————————–

Adakah secercah harap yang kerap kalap

Adakah yakin di tengah kepercayaan yang miskin

Inikah yang aku perjuangkan Tuhan?

Tapi bagaimana caranya bertahan?

C13, 2025 

/4/ Gaduh

Wirid-wirid ku kini luruh

bahasa pikiran yang gaduh

terperosok jauh

jatuh

—————————————–

Peradaban kelelahan

waras berakal ketidakjelasan

egoisme mematikan

fikir dan dzikir

bersuara dicaci

diam menjadi-jadi.

———————————

makin tak bisa dipahami

sabar mengalir dijaringan urat nadi

kali ini tidak dilarik dan bait puisi

hanya jiwa dan ruhku bernyayi

menghibur diri.

Kaliurang, 2025