
Suasana toko buku akik. Foto : Tias
/3/ Dilarang Mencintai Kesedihan
Kepada: Van Deventer
Doa ku berceceran, jatuh disana
Ia menjelma kesiur yang berhembus dimana-mana
Jalin-menjalin, raga, sukma
Riuhnya bagai nyayian lara
Yang memeras air mata
————————————–
Adakah secercah harap yang kerap kalap
Adakah yakin di tengah kepercayaan yang miskin
Inikah yang aku perjuangkan Tuhan?
Tapi bagaimana caranya bertahan?
C13, 2025
/4/ Gaduh
Wirid-wirid ku kini luruh
bahasa pikiran yang gaduh
terperosok jauh
jatuh
—————————————–
Peradaban kelelahan
waras berakal ketidakjelasan
egoisme mematikan
fikir dan dzikir
bersuara dicaci
diam menjadi-jadi.
———————————
makin tak bisa dipahami
sabar mengalir dijaringan urat nadi
kali ini tidak dilarik dan bait puisi
hanya jiwa dan ruhku bernyayi
menghibur diri.
Kaliurang, 2025
Penulis : Diah Nurasih | Editor : Nanik Rahma
