Meriahkan Iduladha 1446 H, Santri Nurul Ummah Putri Gelar Gema Takbir hingga Lomba Seru

Nupipress – Dalam rangka menyambut Hari Raya Iduladha 1446 Hijriah, panitia qurban di Pondok Pesantren Nurul Ummah Putri menyelenggarakan berbagai kegiatan. Kegiatan ini dimulai dari malam Hari Raya Iduladha, Kamis (5/6/2025), sampai dengan Sabtu (7/6/2025).

Rangkaian acara diawali dengan gema takbir yang dilaksanakan pada 5 Juni 2025 pukul 19.30 WIB di Pendopo Al-Khadijah. Suasana hangat dan penuh khidmat sangat terasa karena kegiatan diiringi dengan lantunan takbir. Peserta hadir dengan mengenakan dresscode serba putih dengan bawahan sarung, menciptakan nuansa kegembiraan dan kesucian.

Keesokan harinya, Jum’at (6/6), para santri melaksanakan shalat Iduladha di Masjid Al Faruq. Shalat ini dihadiri oleh ratusan jamaah yang terdiri dari santri serta masyarakat sekitar Pondok Pesantren Nurul Ummah Putri. Shalat Iduladha dimulai pukul 06.30 WIB, diimami oleh Ustadz Ahmad Nashir, dan dilanjutkan dengan foto serta makan bersama sebagai bentuk kebersamaan dan juga rasa syukur kepada Allah Swt.

Tak berhenti sampai di situ, malam harinya, panitia mengadakan lomba Bubble Boom, lomba yang dapat menguji kefokusan, kekompakan, dan juga kerja sama antarindividu. Lomba ini sejenis lomba tebak kata yang diikuti oleh lima orang perwakilan setiap kamarnya. Para santri sangat antusias dalam mengikuti lomba. Mulai dari delegasi setiap kamar maupun penonton, semua sangat bersemangat untuk mendukung dan meyukseskan acara tersebut. Himmatut Takhiyah, seorang santriwati Pondok Pesantren Nurul Ummah Putri yang biasa disapa Himma, mengatakan bahwa Iduladha tahun ini lebih menyenangkan daripada tahun kemarin.

“Kalau dulu lebih formal, sekarang kita bisa lebih mengekspresikan diri dan itu bikin senang,” ujarnya.

Himma juga mengatakan bahwa acara ini bukan sekadar lomba, tetapi sebuah momen ketika semua santri dapat lebih santai dan bebas dalam menampilkan kreativitas mereka.

“Sekarang tuh kita bisa mengekspresikan diri kita masing-masing, nggak harus formal. Jadi lebih santai,” imbuhnya.

Hal yang sama juga dikatakan oleh Nina selaku ketua panitia kegiatan.

“Walaupun mungkin dari panitia masih kurang dalam persiapan, tapi Alhamduillah antusiasme teman-teman sangat sangat membayar rasa lelah yang dirasakan panitia,” ujar Nina.

Keesokannya, pada hari Sabtu (7/6), sebuah acara yang menjadi puncak dan juga penutup, diselenggarakan oleh panitia, yaitu ‘sangitan’. Kegiatan yang ditunggu-tunggu, setiap santri diberi daging kurban mentah untuk dimasak sendiri. Rasa lelah yang dirasakan panitia berakhir sudah. Akan tetapi, Nina mengatakan sebuah pesan yang mungkin akan menggugah kita.

“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal itu baik bagimu,” kutip Nina dari ayat Al-Qur’an. Ia menambahkan, “sebagai motivasi dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab panitia.”

Nina berharap, acara ini tidak hanya merayakan Iduladha, tetapi juga dapat menumbuhkan nilai kepedulian, kekompakan, dan juga semangat dalam beribadah dalam kehidupan sehari-hari, sebagai salah satu tujuan diadakannya acara ini.

Reporter : Ahyana | Editor : Nayla Sya