Artikel

Sparks yang Tak Pernah Padam: Percikan Kecil sebagai Tumpuan Pertahanan
Esai, Opini

Sparks yang Tak Pernah Padam: Percikan Kecil sebagai Tumpuan Pertahanan

Sumber: LPDP (2025) Tulisan ini merupakan bagian dari E-Book Antologi Mental Resilience Awardee LPDP 2025 bertajuk “Cerita Awardee: Bangkit Demi Mimpi dan Misi”. Lebih dari sekadar kumpulan kisah, buku ini adalah ruang bersama bagi para pejuang yang pernah jatuh, patah, dan hampir menyerah, namun memilih untuk tetap melangkah. Kisah ini bukan hanya tentang saya, tetapi juga tentang banyak orang hebat lainnya yang berani mengambil keputusan untuk terus maju, hingga akhirnya dipertemukan dalam satu keluarga besar, yaitu Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Berasal dari latar belakang dan perjuangan yang berbeda, kami dipersatukan oleh satu tujuan yang sama, yakni memperjuangkan pendidikan. Belakangan ini, media sosial ramai membicarakan tentang sparks, percikan kecil yang membuat sese...
Syawalan sebagai Ruang Pendidikan Karakter: Harmoni Tiga Pusat Pendidikan dalam Kebersamaan Keluarga Besar PAUD Terpadu Salsabilla Darussalam
Berita, Feature

Syawalan sebagai Ruang Pendidikan Karakter: Harmoni Tiga Pusat Pendidikan dalam Kebersamaan Keluarga Besar PAUD Terpadu Salsabilla Darussalam

Syawalan sebagai Ruang Pendidikan Karakter: Harmoni Tiga Pusat Pendidikan dalam Kebersamaan Keluarga Besar PAUD Terpadu Salsabilla Darussalam YKD - Di tengah dinginnya pagi, kehangatan justru mengalir di PP Nurul Ummah Putri. Kamis (2/4), satu per satu anak datang bersama orang tua mereka dalam acara “Syawalan Bersama Keluarga Besar PAUD Terpadu Salsabilla Darussalam.” Tidak sekadar pertemuan rutin pasca-Ramadhan, momentum ini menghadirkan ruang kebersamaan yang sarat nilai tentang pembelajaran adab oleh sang anak, orang tua yang merefleksikan perannya dan guru sebagai peneguh keteladanan diri. Nilai-nilai tersebut bersatu-padu dalam satu lingkaran pendidikan yang saling menguatkan. Ibu Nyai Hj. Barokah sedang memberikan sambutan Suasana hangat tersebut tampak sejak kedatangan peserta. De...
Sowan Dzurriyyah: Nge-charge Energi Ala Santri
Berita

Sowan Dzurriyyah: Nge-charge Energi Ala Santri

Sumber: Dokumentasi Pribadi YKD — Masih dalam suasana lebaran, beberapa santri Nurul Ummah Putri mengikuti kegiatan rutin sowan dzurriyyah pondok pesantren. Tepatnya pada Jum’at (3/4), bertepatan dengan 14 Syawal 1447 H, pukul delapan pagi mereka sudah mengenakan jas merah kebanggaan disertai jilbab senada. Semangat menyambung silaturahmi tetap bersemi meskipun jadwal kembali ke pondok tersisa beberapa hari lagi.  Sumber: Dokumentasi Pribadi Satu bus berisi rombongan santri membelah jalan menuju Krapyak. Pertama, mereka mengunjungi ndalem Ibu Nyai Hj. Ida Fatimah Zaenal, pengasuh Komplek R2 Al-Munawwir. Beliau adalah istri Al-Maghfurlah KH. Zainal Abidin Munawwir, saudara seayah ibunda dari Ibu Nyai Hj. Barokah Nawawi, Al-Maghfurlaha Nyai Hj. Walidah Munawwir. Karena Ibu Nyai ...
Siapa yang Lebih Buas? Membaca Harimau! Harimau! Karya Mochtar Lubis 
Resensi

Siapa yang Lebih Buas? Membaca Harimau! Harimau! Karya Mochtar Lubis 

Identitas buku Judul : Harimau! Harimau! Penulis : Mochtar Lubis  Halaman : 216  Penerbit : Pustaka Obor Indonesia Tahun terbit : Cetakan pertama 1992    Cetakan kedua belas 2025  When people say, “mulutmu harimaumu,” Mochtar Lubis says, “sebelum kalian membunuh harimau yang buas itu, bunuhlah lebih dahulu harimau dalam hatimu sendiri.” Kalimat sakti itu datang dari rekomendasi seorang teman di awal Desember lalu. "Ceritanya 'gong' banget, Ka Didi harus baca!" katanya. Begitu melihat nama sang maestro, Mochtar Lubis, bertengger di sampul, saya langsung tertarik membacanya. Maka, segera setelah carut-marut UAS usai, buku ini resmi saya "lahap". Hasilnya? Saya kembali dibuat terpukau oleh kelihaian Mochtar Lubis dalam memainkan dinamika m...
Ramadan Fil Ma’had: Berpamitan di Bawah Langit Hujan
Berita

Ramadan Fil Ma’had: Berpamitan di Bawah Langit Hujan

Sumber: Dokumentasi Panitia RFM YKD –  Air mengguyur Kotagede malam itu, tak terkecuali, area Pondok Pesantren Nurul Ummah Putri. Sabtu (7/3), rangkaian kegiatan Ramadhan Fil Ma’had (RFM) yang diikuti oleh santri Pondok Pesantren Nurul Ummah Putri dan Pondok Pesantren Kotagede Hidayatul Mubtadi-ien resmi ditutup. Sore hingga malam yang penuh berkah, seperti dawuh Abah, “hujan itu rahmat dan kita tak pantas merajuk karenanya.” Alhamdulillah, pada Ramadhan 1447 H ini, Abah dapat kembali membersamai kegiatan mengaji secara langsung. Kitab-kitab yang tidak dikaji tahun lalu, kembali dibuka dan ditepis debu-debunya. Ada Ihya’ Ulumuddin jilid 3, Tanwirul Qulub, serta Dalail al-Khairat yang setia menemani RFM tiap masa. Bahkan, Ramadhan kali ini bertambah spesial dengan khatamnya kitab...
Benda Juga Punya Perasaan
Cerpen

Benda Juga Punya Perasaan

Sumber: Pinterest Kala itu, ponselku lolos dari tas bagian saku. Yang jadi masalah bukan cuma jatuhnya, tapi juga hilangnya. Aku baru sadar bahwa si biru–nama ponselku– raib setelah sudah sampai kamar asrama dari perjalanan Taman Siswa–Kotagede. Mengurangi rasa panik, kutunaikan sholat ashar terlebih dahulu. Memang, keadaan belum sembahyang adalah salah satu hal yang membuatku tergesa-gesa pulang dari acara di Taman siswa kala itu. Sungkan meminta tolong, awalnya aku nekat berangkat sendiri menyusuri jalan yang kulewati tadi. Tak jadi, untunglah ada Devi yang bersedia menemani. Membawa teman membuatku bisa tetap fokus berkendara tanpa kehilangan momen menengok kanan-kiri. Pertama, kami mendatangi Pendopo Taman Siswa yang ternyata sedang dipakai untuk entahlah apa.  “Itu merek...
Awal Waktu Itu Perlu, Bukan Sekadar ‘Kalau nggak kesusu’
Opini

Awal Waktu Itu Perlu, Bukan Sekadar ‘Kalau nggak kesusu’

Sumber: Pinterest Satu hal yang sempat terlintas di benak kala lagi kritis-kritisnya dengan kehidupan adalah tentang bagaimana membuktikan kepada dunia bahwa gen Z itu sholat subuhnya nggak jam 6, sholat dzuhurnya nggak jam 2, sholat asharnya nggak jam 5, dan sholat maghribnya nggak jam 7. Saya serahkan ke pembaca mau meneruskan sampai bawah atau tidak, yang jelas, ini akan berisi hal-hal sok iya dengan maksud utama refleksi pribadi. Pertanyaannya, kenapa ingin membuktikan? Kalau dikatakan gengsi mungkin bisa jadi. Ternyata diri ini masih punya sisi ingin menjaga citra baik terlebih karena membawa label seorang santri. Atau mungkin malu juga. Karena ada suatu waktu ketika merasa dibandingkan dengan orang tua yang lebih disiplin dalam hal sholat di awal waktu. Meskipun zaman sekarang ...
PAUD Terpadu Salsabila Darussalam Gelar Bakti Sosial, Tanamkan Kepedulian Sosial Sejak Dini
Berita

PAUD Terpadu Salsabila Darussalam Gelar Bakti Sosial, Tanamkan Kepedulian Sosial Sejak Dini

Sumber: Dokumentasi pribadi YKD — PAUD Terpadu Salsabila Darussalam menggelar kegiatan bakti sosial pada Sabtu pagi (28/2) sebagai bagian dari rangkaian kegiatan Ramadhan. Kegiatan ini melibatkan siswa, orang tua, serta masyarakat sekitar dan berlangsung dengan tertib serta penuh kehangatan. Acara diawali dengan pembukaan, dilanjutkan dengan tilawah Al-Qur’an oleh ananda Barrahilya Afsheen. Rangkaian kegiatan kemudian diisi dengan sambutan dari pihak sekolah, perwakilan warga, serta penampilan hafalan doa sehari-hari dari siswa kelas KB A. Dalam sambutannya, perwakilan warga RT 27 RW 06 menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menilai bakti sosial ini sebagai bentuk nyata kepedulian lembaga pendidikan terhadap lingkungan sekitar. “Kami mengucapkan teri...
Tasmi’ Jus 30 dan Buka Bersama: Kehangatan Sore di Tengah Rintik Hujan Ramadhan
Berita

Tasmi’ Jus 30 dan Buka Bersama: Kehangatan Sore di Tengah Rintik Hujan Ramadhan

Sumber: Dokumentasi Pribadi Sore itu guru-guru PAUD Terpadu Salsabila Darussalam berjejer rapi, mengenakan abaya hitam berpadu dengan hijab biru, menyambut anak-anak dan orang tua yang mulai berdatangan. Tak berselang lama, rintik hujan mulai turun membersamai kegiatan tersebut. Dua anak berbaju putih telah duduk di depan pendopo dan melantunkan hafalan mereka. Suara kecil khas anak-anak terdengar berusaha mantap melafalkan ayat demi ayat. Di sisi kanan dan kiri, dua guru mengapit dengan tenang, menyimak bacaan sambil sesekali memberi isyarat lembut ketika ada bagian yang perlu diperbaiki. Sebagaimana dunia anak-anak, suara hentakan kaki, tawa, obrolan asyik, tangisan, bahkan jeritan kecil, tidak serta-merta meruntuhkan suasana khidmat. Saat sampai pada surat At-Takatsur, suara salah satu ...
Menjaga Kewarasan Ala Fahruddin Faiz
Resensi

Menjaga Kewarasan Ala Fahruddin Faiz

Sumber: Dokumentasi pribadi Identitas buku Judul : Menjaga Kewarasan Penulis : Fahruddin Faiz Penerbit : MJS Press Halaman : xiv + 122 Ukuran : 13 x 19 cm Sebagai pecinta sejati, ngga dong… fans berat pak Faiz, belum afdol rasanya kalau ngga beli buku beliau, kan ya? Buku ini saya beli saat ada bazar di belakang Grahatama, mungkin harganya 11 12 dengan biasanya, tapi tak apa, saya lebih menikmati suasana yang ada. Awalnya saya ngga berniat beli buku, karena agak eman-eman aslinya untuk membeli buku tanpa ada “karena” atau alasan yang jelas urgent banget. Apalagi bagi saya yang tidak hobi baca dan lebih mempertimbangkan aspek fungsional daripada untuk koleksi. Tapi, lagi-lagi batinku memberi masukan “rapapa, pisan-pisan, melbu meng bazar, masa ora tuku apa-apa?” translitenya “nggapapa, seka...