Tag: YAYASAN KOTAGEDE DARUSSALAM

Rekap Ziarah Day One: Langit Jawa Timur, Dari Panas Hingga Berawan
Berita, Feature

Rekap Ziarah Day One: Langit Jawa Timur, Dari Panas Hingga Berawan

YKD - Sabtu (25/10), pagi-pagi sekali, penghuni Pondok Pesantren Nurul Ummah Putri sudah terdengar ramai. Mulai dari kamar yang dipenuhi tas dan barang-barang, sampai halaman kamar mandi yang penuh dengan kalimat, “Terakhir kamar mandi, sinten?”, “Ngebar, ya, Mbak,” dan sebagainya. Terlihat gambaran suasana perjalanan yang asyik akan dimulai. Setelah jamaah Subuh, deru suara bus mulai terdengar. Jas merah marun dan jilbab cokelat nan indah itu mewarnai Pendopo Al-Khadijah, duduk mendengarkan pesan dari pengasuh, K.H. Munir Syafaat. Melalui pengeras suara, Abah Munir memberi pesan kepada para santriwati dalam menyikapi aktualisasi ziarah. “Ziarah para kiai, ulama, dan auliya ini diniatkan lillāhi ta‘ālā — semata-mata untuk mencari ridha Allah SWT, mendekatkan diri kepada-Nya dengan me...
Sinergi Umaro dan Ulama di Hari Santri: Gotong Royong Bersih-Bersih Pondok di Kota Yogyakarta
Berita, Feature

Sinergi Umaro dan Ulama di Hari Santri: Gotong Royong Bersih-Bersih Pondok di Kota Yogyakarta

YKD – Jumat (17/10), suasana di Pondok Pesantren Kotagede Hidayatul Mubtadi-ien tampak lebih ramai dari biasanya. Matahari belum naik terlalu tinggi, tetapi para santri sudah bersiap menyambut kedatangan tamu-tamu penting. Dengan pakaian rapi dan wajah penuh semangat, mereka berbaris rapi di halaman pondok, menyapa setiap rombongan yang datang dengan senyum hangat. Tak lama kemudian, Wali Kota Yogyakarta, Dr. (H.C.) dr. H. Hasto Wardoyo, Sp.OG (K), hadir untuk membuka secara resmi kegiatan Reresik Pondok Pesantren, agenda bersih-bersih pondok yang dilaksanakan serentak di lima pesantren di Kota Yogyakarta. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2025. Reresik Pondok Pesantren bukan sekadar aksi kebersihan, melainkan juga menjadi momentum...
Harlah ke-15 PPKHM Jogja Jadi Momentum Kebangkitan Santri dan Pesantren
Berita

Harlah ke-15 PPKHM Jogja Jadi Momentum Kebangkitan Santri dan Pesantren

Sumber: Dokumentasi panitia YKD - Peringatan Hari Lahir ke-15 Pondok Pesantren Kotagede Hidayatul Mubtadi-ien (PPKHM) Yogyakarta berlangsung meriah di halaman Pondok Pesantren Nurul Ummah Putri, Kamis (16/10). Acara akbar tahunan ini menjadi puncak dari rangkaian peringatan Harlah ke-15 yang telah dimulai sejak 2 Oktober 2025, sekaligus menjadi bagian dari semarak Hari Santri Nasional 2025. Jamaah tampak memadati area acara sejak sore hari. Panitia memperkirakan jumlah hadirin mencapai lebih dari seribu orang, terdiri atas para santri, alumni, masyarakat umum, serta tamu undangan dari berbagai daerah. Sejumlah pejabat pemerintah, baik dari unsur sipil, TNI, maupun Polri, turut hadir memberikan dukungan. Tak ketinggalan, para kiai, nyai, dan sejumlah tokoh juga menghadiri acara ini, m...
Seni Ber-bandongan
Esai, Ilmiah

Seni Ber-bandongan

sumber: dok. redaktur Tidak, di sini saya tidak sedang membahas terkait adab-adab ber-bandongan. Saya pun masih belajar, masih memiliki banyak kekurangan secara etik. Tetapi saya ingin bebagi seni bagaimana kita ber-bandongan, melihat Bandongan memiliki karakteristik tersendiri. Kenapa kita kesulitan memahami bahasan dalam pembelajaran, terkhusus dalam Bandongan? Apakah ilmunya yang tak sampai? Atau kita yang memang tidak menggapai? Keduanya berpotensi terjadi. Meski demikian, kita tetap bisa berusaha untuk memaksimalkannya. Jika adab didefinisikan sebagai aktivitas yang berbasis teladan ataupun tulisan Ulama yang bersumber dari Rasulullah Saw. Maka tentu adab-adab berbandongan (ta'allum atau mengaji kepada guru) sudah banyak ditulis oleh para Ulama. Tulisan ini bukan untuk mengul...
Qawā‘id al-‘Isyq: Kaidah-Kaidah Cinta untuk Dhomir Muttashil dalam Hidupku
Esai

Qawā‘id al-‘Isyq: Kaidah-Kaidah Cinta untuk Dhomir Muttashil dalam Hidupku

Ada yang berkata: العلم سلطان والحكمة زاد الطريق Ilmu adalah kekuasaan, dan kebijaksanaan adalah bekal perjalanan. Tulisan ini lahir dari sosok seorang laki-laki yang pernah mengajariku bukan hanya ilmu nahwu, tapi juga tanpa ia sadari —cara mencintai. Dari setiap bait Alfiyah yang ia uraikan, aku belajar bahwa bahasa dan cinta sama-sama punya qawā‘id, kaidah yang harus ditaati agar tetap indah. Dari sikapnya, aku paham bahwa cinta sejati tidak pernah egois, melainkan bijaksana. Aku, seorang perempuan yang awalnya hanya kagum pada keluasan ilmunya dan ketenangan bicaranya, pelan-pelan menemukan diriku sedang belajar cinta dengan cara berbeda. Kekaguman itu tumbuh bukan dari manisnya kata-kata, melainkan dari kebijaksanaan yang bersembunyi di balik kalimat sederhana dan kebiasaan k...
Cintaku Sebatas Obsesi Semu
Cerpen, Sastra

Cintaku Sebatas Obsesi Semu

Sumber: instagram.com/tahilalats Hari Jumat yang alhamdulillah-masyaallah-tabarakallah, segala kerjaan terasa seperti jalan tol, lancar jaya bebas hambatan. Sayang, menjelang peluit kick-off tanda berakhirnya waktu menjadi budak korporat, datang seutas pesan yang mengguncang kedamaian jiwa dan raga. Ibu Pemred tercinta mengingatkan tanggung jawab saya sebagai Takmir Rumah Damai, yaitu membuat sebuah coretan untuk mengisi ayat-ayat di Rumah Damai. “Deadline-nya besok”, susulnya. Sore yang mulanya terasa begitu cerah seketika menjadi sedikit mendung, meskipun di luar memang langitnya sudah siap membombardir bumi dengan peluru airnya. Agak lebay, tapi begitulah rasanya ketika mendapat surat cinta tersebut. Menulis bukanlah hal yang susah, namun memilih topik yang menarik untuk ditulis a...
Di Bawah Rembulan, Lantunan Ayat Mengalir Bersama Aroma Bakwan
Berita, Feature

Di Bawah Rembulan, Lantunan Ayat Mengalir Bersama Aroma Bakwan

Malam itu, di bawah rembulan yang terang, udara malam yang dingin, tercipta sebuah kehangatan di rumah kami Nurul Ummah Putri. Bukan dari suhu ruangan, melainkan dari lantunan ayat suci Al-Qur'an. Lisan demi lisan bergantian melantunkan, mengalun indah, dan penuh penghayatan. Setiap lantunan adalah pesan kebaikan yang disampaikan, dan setiap hati yang menyimak menjadi penerima yang setia. Semua menyerap firman-firman suci, dan menyatu dalam kekhusyukan hati. Di ruang yang sederhana, kehangatan sangat terasa. Ada yang memejamkan mata, menghayati ayat demi ayat suci hingga masuk dalam sanubari. Ada yang menatap mushaf dengan cinta, seolah dia menjadi sahabat paling berharga. Lantunan-lantunan ayat suci bukan sekadar suara, melainkan getaran yang menyatukan dan memberi ketenangan. Lantu...
Hujan dari Langit-langit Pendopo: Antara Kenyataan, Fiqh, dan Humor Santri
Bilik Santri

Hujan dari Langit-langit Pendopo: Antara Kenyataan, Fiqh, dan Humor Santri

Sumber: Pinterest.com Di Pondok Pesantren Nurul Ummah Putri, pendopo sering menjadi pusat aktivitas. Tempat belajar, berdiskusi, atau sekadar bercengkerama. Namun, ada satu fenomena yang kerap mengganggu kenyamanan: hujan yang bukan berasal dari langit, melainkan dari langit-langit pendopo. Bukan sekadar tetesan air biasa, melainkan cairan atau serpihan yang menimbulkan tanda tanya: suci atau najis, aman atau justru mengganggu? Entah kalian pernah mengalaminya atau tidak, tetapi ada kegelisahan tersendiri setiap kali saya berada di pendopo. Bukan karena suara pagar besi dipukul pukul tiga pagi, bukan pula karena tokek yang berbunyi berulang kali. Ini lebih serius, menyangkut kenyamanan dan keamanan santri. Hujan itu datang tiba-tiba. Karena pendopo beratap, otomatis ia berasal dar...
Merajut Silaturahmi dalam Bingkai Maulid Nabi di SMP & SMA Islam Darussalam
Berita

Merajut Silaturahmi dalam Bingkai Maulid Nabi di SMP & SMA Islam Darussalam

Suasana silaturahmi wali santri di acara maulid Nabi SAW YKD - SMP Islam Darussalam dan SMA Islam Darussalam mengadakan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sekaligus Pertemuan Wali Santri pada Ahad pagi (14/9) di Pendopo Al-Khadijah. Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka memperingati kelahiran Nabi sekaligus menjalin silaturahmi wali santri. Acara dibuka dengan pembacaan basmalah, yang dipimpin oleh Arifah Ahkmallah Setia Gusti (Peserta Didik SMP Islam Darussalam) dan Najwa Aulia Azzahra (Peserta Didik SMA Islam Darussalam) sebagai master of ceremony. Setelah itu, acara dilanjutkan dengan pembacaan ayat-ayat suci Al-Qur'an oleh Berlian Verdamara (Peserta Didik SMA Islam Darussalam), dan diikuti dengan sambutan-sambutan. Memasuki agenda inti yang pertama, yaitu Peringatan Maulid N...
Bukan Sekadar Seremonial, Peringatan Maulid Nabi 1447 H Jadi Momentum Umpan Balik Peristiwa Demonstrasi Rakyat 2025
Berita

Bukan Sekadar Seremonial, Peringatan Maulid Nabi 1447 H Jadi Momentum Umpan Balik Peristiwa Demonstrasi Rakyat 2025

YKD – Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tahun ini terasa berbeda. Di tengah panasnya dinamika sosial-politik akibat demonstrasi rakyat 2025, gema shalawat dan refleksi kelahiran Rasulullah menghadirkan makna yang lebih dalam: bukan sekadar ritual seremonial, melainkan juga momentum untuk menimbang kembali nilai keadilan, kasih sayang, perjuangan, dan pentingnya ilmu sebagai bekal perubahan. Salah satu santri Pondok Pesantren Nurul Ummah Putri yang juga mengajar Sosiologi di SMA Islam Darussalam, Mbak Titik, menyampaikan pandangan yang menyejukkan sekaligus kritis.“Maulid Nabi bagiku seperti reminder. Kanjeng Nabi penuh dengan akhlāqul-karīmah, penuh kasih sayang, dan mengajak kita kembali ke jalan yang baik. Tahun ini, saya melihat peringatan Maulid sangat relevan dengan gejolak sosia...