Opini

Harga Bersahabat, Rasa Juara: Rekomendasi Pecel Lele Ala Santri Nurul Ummah Putri di Kotagede
Opini

Harga Bersahabat, Rasa Juara: Rekomendasi Pecel Lele Ala Santri Nurul Ummah Putri di Kotagede

Sumber: Pinterest Pecel lele adalah salah satu makanan yang digemari warga Jogja dan sudah menjamur dimana-mana. Penyebutan nama pecel lele sendiri sangat beragam seperti penyetan, bakaran, lalapan dan bahkan warung lamongan. Jika kamu berkunjung ke Jogja dan khususnya Kotagede, beberapa warung berikut menyediakan menu dengan khas goreng dan bakar, makanan ini sangat direkomendasikan untuk dikunjungi. Rekomendasi ini berdasarkan pengalaman para santri Nurul Ummah Putri yang kebetulan bingung untuk membeli makanan dan ujung-ujungnya adalah warung pecel lele. Jika kamu seorang santri dan kebetulan termasuk kaum mendang mending, coba kunjungi beberapa warung berikut: Pecel Lele Mas Bro Pecel lele mas bro merupakan warung yang sangat recommended untuk dicoba. Pecel lele ini bertempa...
Pendidikan dan Literasi: Bekal Perempuan dalam Berperan
Esai, Opini

Pendidikan dan Literasi: Bekal Perempuan dalam Berperan

Sumber: Generated AI “Pendidikan bukan hanya tentang gelar, tetapi juga cara berpikir dan mengambil tindakan.” Kalimat ini disampaikan oleh Lurah Pondok Pesantren Nurul Ummah Putri dalam sebuah pembuka agenda talkshow interaktif, dan menjadi penegasan bahwa pendidikan bukan sekadar capaian akhir, melainkan proses panjang yang membentuk kesadaran dan sikap. Pemikiran tentang pendidikan dan literasi digital, sebagaimana disampaikan oleh Prof. Alimatul Qibtiyah, menunjukkan bahwa dua hal ini merupakan fondasi penting bagi perempuan di tengah arus informasi yang serba cepat dan viral. Pendidikan memberi kerangka berpikir, sementara literasi membantu memilah, memahami, dan merespons informasi secara kritis. Ṭalabul ‘ilmi farīḍatun ‘alā kulli muslimin wa muslimatin (طلب العلم فريضة على ...
Musibah: “Hadiah Eksklusif” bagi Manusia yang Gemar Maksiat?
Esai, Opini

Musibah: “Hadiah Eksklusif” bagi Manusia yang Gemar Maksiat?

https://pngtree.com Penulis: Muhammad Fatih | Editor: Adhwa Nala Desember, D-nya “ditinggal ndekne pas lagi serius-seriuse ngapalke 1002 bait alfiyah” (di-ghosting doi tatkala serius menghafal 1002 bait alfiyah), masyaallah tabarakallah hehe. Kalau dalam peribahasa Jawa, Desember memiliki arti “deres-derese sumber” (deras-derasnya sumber/mata air). Seperti yang kita tahu, bulan Desember sudah pasti dihiasi miliaran tetes air hujan yang mengguyur manusia-manusia hopeless romantician dengan seribu quotes galaunya. Sedang bagi beberapa manusia yang lain, hujan di bulan Desember menjadi sebuah alarm akan datangnya musibah tahunan yang selalu menghantui mereka. Tragedi Beberapa waktu yang lalu, komplek belakang Ponpes Kotagede Hidayatul Mubtadi-ien ikut runtuh bersama derasnya hujan...
Istiqomah Itu Mudah: Belajar Istiqomah dari Berjama’ah
Esai, Opini

Istiqomah Itu Mudah: Belajar Istiqomah dari Berjama’ah

Dokumentasi: Tim MDC PPNU Pi اَلْإِسْتِقَامَةُ خَيْرٌ مِـنْ اَلْفِ كَــرَامَةٍ "Istiqomah lebih baik daripada seribu karomah" Salah satu bagian dari akhlak mulia dan ajaran fundamental dalam Islam yang harus dipegang teguh oleh seorang muslim adalah istiqomah. Istiqomah merupakan suatu sikap teguh pendirian dan konsisten dalam menjaga keyakinan serta menjalankan perintah Allah SWT dan menjauhi larangan-Nya secara terus-menerus. Dalam konsep kita diajarkan bahwa suatu perkara kecil yang dilakukan secara konsisten dan terus-menerus akan lebih bermakna dan berdampak daripada melakukan suatu perkara yang besar tanpa adanya konsistensi. Istiqomah juga merupakan salah satu prinsip dalam agama Islam sekaligus bentuk implementasi dari keimanan yang tertanam di dalam hati. Ketika seseor...
Antara Kebebasan Pers dan Etika Jurnalistik: Ketika Pesantren Dijadikan Komoditas Konten
Opini

Antara Kebebasan Pers dan Etika Jurnalistik: Ketika Pesantren Dijadikan Komoditas Konten

Beberapa waktu terakhir, dunia pesantren lagi-lagi jadi bahan obrolan publik. Entah kenapa, setiap kali ada isu soal pesantren, masyarakat seperti terbagi dua: yang benar-benar paham dan yang cuma ikut-ikutan rame. Mulai dari tuduhan soal “feodalisme pesantren”, kasus kekerasan seksual yang bikin miris, sampai musibah robohnya musholla Pondok Pesantren Al-Khoziny yang sempat bikin linimasa penuh ucapan duka. Belum sempat napas, eh, muncul lagi tayangan “Xpose Uncensored” di Trans7 tanggal 13 Oktober 2025 yang menyorot kehidupan pesantren dan beberapa sosok Kyai dan Bu Nyai.  Terdapat sosok KH. Anwar Manshur, pendiri Pesantren Hidayatul Mubtadi’at Lirboyo. Tayangan yang disiarkan pada 13 Oktober 2025 itu memicu kegaduhan public khususnya Masyarakat peaantren karena dianggap menampilkan n...
Dala’il al-Khayrat : Petunjuk Kebaikan, Keutamaan dan Sanad
Esai, Opini

Dala’il al-Khayrat : Petunjuk Kebaikan, Keutamaan dan Sanad

Sumber: pinterest.com/Mohammed Al-Asbahy “Jikalau kalian ingin do’a kalian tembus hingga ke langit maka bersholawatlah, karna hanya sholawat yang langsung tembus ke langit.” -KH. Munir Syafa'at, pengasuh PP Nurul Ummah Putri. --- Peringatan Maulidurrosul yang dilaksanakan pada hari Kamis, 5 September 2025, di Pendopo Pondok Pesantren Nurul Ummah Putri, acara ini mendapat respon antusias dari para santri. Selain bahagia akan peringatan kelahiran, sang kekasih Allah, tetapi juga karena hadirnya sang murobbi, KH. Munir Syafa’at di tengah santri yang merindu.  Dalam mau’idzoh beliau menyatakan bahwa sebagaimana ketika kita ingin dikenal oleh dosen kita maka kita harus mencari muka dengan aktif bertanya ataupun dengan menunjukkan potensi diri maka sama halnya dengan apabila kit...
Kebebasan Membaca: Disangka Baca Buku Sudah Paling Aman, Ternyata…
Esai, Opini

Kebebasan Membaca: Disangka Baca Buku Sudah Paling Aman, Ternyata…

Sumber: Kompas.com Bagaimana kita bisa mengedukasi masyarakat agar melihat buku sebagai ruang dialektika pemikiran, bukan propaganda yang harus ditakuti? Kebebasan membaca merupakan salah satu hak fundamental yang melekat pada setiap individu. Sayangnya, di Indonesia, hak ini kerap terancam oleh praktik penyitaan buku yang muncul dari waktu ke waktu. Beberapa kasus terbaru memperlihatkan hal tersebut, misalnya setelah kericuhan di Gedung DPRD Jawa Barat pada 17 September 2025. Polisi menyita puluhan judul bacaan dari 25 tersangka, mulai dari novel Anak Semua Bangsa karya Pramoedya Ananta Toer hingga literatur bertema anarkisme seperti Ekologi Revolusioner, Revolusi Subuh, dan Menuju Estetika Anarkis. Langkah serupa ditempuh Polda Jawa Timur yang mengamankan sebelas buku dari tersa...
Kiprah Santri dalam Menjaga Persatuan dan Kesatuan Bangsa
Esai, Opini

Kiprah Santri dalam Menjaga Persatuan dan Kesatuan Bangsa

Apabila kembali ke masa lalu, kita akan melihat bagaimana kiprah para santri untukmewujudkan kemerdekaan. Saat itu, banyak santri mengorbankan jiwa dan raganya di medanperang. Pada waktu itu, santri meyakini sepenuh hati bahwa kemerdekaan Indonesia harus lahirsecara mandiri tanpa campur tangan negara lainnya. Maka disitulah akhirnya kemerdekaanIndonesia berhasil diwujudkan. Santri mempunyai peranan penting dalam proses yang menentukan tersebut. Prosesseperti ini membuktikan jika peran santri sangat penting dalam kemerdekaan bangsa. Santridalam peristiwa ini adalah tonggak pendorong kemerdekaan bangsa yang ikut melahirkankemerdekaan Indonesia secara mandiri. Kobaran-kobaran semangat inilah yang harus dijadikantongkat estafet untuk memajukan bangsa di setiap periodenya. Menjaga api semang...
Santri Pahlawan Kemerdekaan di Masa Sekarang 
Esai, Opini

Santri Pahlawan Kemerdekaan di Masa Sekarang 

Aksi perlawanan santri untuk mengusir kembali penjajah ke kampung halamannya  disebut sebagai Resolusi Jihad. Kobaran api menganga, korban-korban berjatuhan di tengah  jalan, dan terdengar senjata-senjata ditembakkan di berbagai kota adalah gambaran betapa  mengerikannya perjuangan santri mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Saat itu, Surabaya  menjadi salah satu medan pertempuran yang ikut menjadi saksi bisu gugurnya para pahlawan.  Diantara mereka, ada tokoh-tokoh ulama yang ikut andil melawan pihak penjajah. Sebut  saja, KH. Hasyim Asyari, KH. Wahab Hasbullah, dan beberapa kiyai lainnya yang ikut  mengerahkan tenaga dan pikirannya untuk mengusir penjajah kembali ke kampung  halamannya. Tercatat korban yang tumbang di kubu pahlawan mencapai 16....