Setiap Hari dari Klaten ke Kotagede, Orang Tua Ini Percayakan Pendidikan Anak di PAUD Terpadu dan RA Salsabila Darussalam

Sumber: Dokumentasi Pribadi

YKD – Para guru menyambut ramah di depan pintu. Sembari tersenyum, mereka menyapa Ayah-Bunda beserta siswa-siswi yang telah tiba. Kurang lebih pukul delapan, dua kakak MC melangkah ke atas panggung. Salam keduanya bergema disusul para siswa-siswi dan seluruh tamu yang hadir. Dimulailah acara Akhirussanah ke-11 PAUD Terpadu Salsabila Darussalam dan Tasyakuran RA Besar Salsabila Darussalam dengan khidmat.

Hari itu, Ahad, 7 Juni 2026, bukan sekadar menjadi penanda berakhirnya perjalanan belajar bagi para siswa RA Besar. Bertempat di Aula SLB Negeri Pembina Yogyakarta, PAUD Terpadu dan RA Salsabila Darussalam (SDS) menghadirkan berbagai bentuk apresiasi bagi siswa-siswi maupun orang tua sebagai ungkapan syukur atas proses yang telah dilalui bersama. Sebuah perayaan yang menandai tumbuh kembang, pembelajaran, sekaligus langkah baru bagi siswa-siswi Tahun Ajaran 2025/2026.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kementerian Agama Kota Yogyakarta, Ibu Hj. Elfa Tsuroyya, S.Ag., M.Pd.I., beserta Pengawas Madrasah RA dan MI, Ibu Ratini, S.Pd.I., M.S.I., yang memberikan dukungan terhadap penyelenggaraan akhirussanah. Dalam sambutannya, Ibu Alfi Nurhidayah, S.Pd.I. sebagai Kepala PAUD Terpadu dan RA SDS mengajak seluruh hadirin untuk tidak hanya merayakan kelulusan, tetapi juga mengingat proses panjang yang telah dilalui bersama antara sekolah, siswa-siswi, dan orang tua. Ia mengenang masa-masa ketika sebagian anak masih menangis saat diantar ke sekolah hingga kini mampu berdiri dengan percaya diri, membawa bekal akhlak mulia dan kecintaan kepada Al-Qur’an.

“Setiap murid yang lulus hari ini adalah bagian dari perjuangan bersama. Ini merupakan hasil sinergi yang indah antara Ayah-Bunda dan para guru,” tuturnya.

Senada dengan hal tersebut, Ibu Elfa juga menyampaikan pentingnya peran keluarga dalam keberlanjutan pendidikan anak setelah menyelesaikan jenjang di RA. “Peran sekolah tidak dapat berjalan sendiri. Pendampingan dari keluarga harus terus dilanjutkan agar nilai-nilai baik yang telah ditanamkan selama di RA dapat tumbuh dan menjadi bekal bagi anak-anak di masa depan,” ungkapnya.

Usai mendengar sambutan-sambutan hangat tersebut, suasana aula menjadi haru dalam prosesi pelepasan dan tasyakuran siswa RA Besar. Para permata kecil melangkah ke depan panggung mengenakan toga, didampingi Ayah-Bunda yang menyaksikan penuh bangga. Satu per satu nama dipanggil menuju panggung. Bukan sekadar menerima tanda kelulusan, mereka juga memperoleh apresiasi atas karakter dan potensi yang berkembang selama menempuh pendidikan di PAUD Terpadu SDS. Penghargaan seperti Ter-Tahfidz, Terberani, Terpopuler, hingga Terpeduli Teman menjadi bukti bahwa setiap anak memiliki keistimewaan yang patut diapresiasi dan dirayakan.

Suasana haru tak berhenti pada prosesi pelepasan siswa. Para siswa RA Besar kemudian mempersembahkan penampilan spesial bertajuk “Ibuku” yang sukses menyentuh hati para hadirin. Kemeriahan acara berlanjut dengan berbagai penampilan dari masing-masing kelas, mulai dari fashion show, drama, hingga nyanyian dan tarian. Dengan didampingi wali kelas, para siswa tampil percaya diri mengenakan kostum terbaik mereka. Momen tersebut pun diabadikan oleh Ayah dan Bunda yang antusias mendokumentasikan penampilan putra-putri mereka.

Kegemasan anak-anak PAUD Terpadu Salsabila yang sedang menari nusantara.

Dalam sesi sekapur sirih perwakilan wali murid, Bapak Uun Nasihun menyampaikan rasa syukur atas pilihan menyekolahkan anak di PAUD Terpadu Salsabila Darussalam. Ia menuturkan bahwa perjalanan dari Klaten menuju Kotagede setiap hari tidak terasa sia-sia karena melihat anak-anak tumbuh dengan bahagia, baik dalam keilmuan, akhlak, maupun karakter. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada para guru atas dedikasi dan kasih sayang dalam mendidik siswa.

“Terima kasih kepada para guru yang telah mendidik dengan sepenuh hati,” ungkapnya, seraya mendoakan agar PAUD Terpadu Salsabila Darussalam terus menjadi tempat terbaik bagi tumbuhnya generasi berilmu dan berakhlak.

Sementara itu, pendiri PAUD Terpadu Salsabila Darussalam, Abah K.H. Munir Syafaat, menyampaikan optimisme terhadap perkembangan lembaga ke depan. Ia berharap PAUD Terpadu Salsabila Darussalam terus meningkat kualitasnya dan semakin memberi manfaat bagi masyarakat.

KH Munir Syafaat sedang memberikan mauidloh hasanah kepada para tamu undangan.

Apresiasi tidak berhenti kepada para siswa. Pada kesempatan yang sama, PAUD Terpadu SDS juga memberikan penghargaan kepada sejumlah wali murid sebagai bentuk terima kasih atas kepercayaan yang telah diberikan selama ini. Tak sedikit keluarga yang kembali mempercayakan pendidikan anak-anak mereka di PAUD Terpadu SDS, mulai dari kakak hingga sang adik. Bunda Lilis, salah satu wali murid yang telah menyekolahkan ketiga putranya di PAUD Terpadu SDS, mengaku awalnya memilih sekolah tersebut karena kebutuhan sebagai orang tua yang bekerja. Seiring berjalannya waktu, kepercayaan itu tumbuh setelah melihat dedikasi para guru dan program pendidikan yang diberikan.

“Alhamdulillah, selama saya bekerja, peran ibu guru dalam mendampingi anak-anak dari pagi sampai sore sangat membantu. Anak-anak diperlakukan seperti anak sendiri, terutama dalam pendidikan agama dan pendampingan sehari-hari,” tuturnya. Ia pun berharap PAUD Terpadu SDS terus mempertahankan kualitas pendidikan yang telah dibangun serta senantiasa menyelaraskan tujuan pendidikan sekolah dengan harapan para orang tua.

Sebagai penutup rangkaian akhirussanah, para guru turut mempersembahkan penampilan spesial untuk para siswa dan orang tua. Persembahan sederhana itu melengkapi rangkaian apresiasi yang diberikan sepanjang acara, menjadi tanda cinta dan terima kasih kepada para siswa maupun keluarga yang telah bertumbuh bersama PAUD Terpadu dan RA Salsabila Darussalam.

Editor:Deri
Nayla Sya

Triple S: Santri. Statistics Student. Striving.

Tinggalkan Balasan