
Sumber: Media Pondok
YKD – Puncak peringatan Harlah ke-16 Pondok Pesantren Kotagede Hidayatul Mubtadi-ien (PPKHM) berlangsung di halaman SMA Islam Darussalam Kotagede pada Kamis malam (8/10). Kegiatan ini turut dihadiri sejumlah tokoh agama dan masyarakat, termasuk Gusti Bendara Pangeran Haryo H. Prabu Kusumo. Sementara itu, Wali Kota Yogyakarta, Kapolresta Yogyakarta, dan Dandim Kota Yogyakarta yang diundang berhalangan hadir dan diwakili oleh perwakilan masing-masing.
Acara ini menjadi penutup rangkaian Harlah XVI yang dibuka sejak Kamis (1/10) lalu. Rangkaian kegiatan tersebut meliputi seminar kepenulisan, semaan Al-Qur’an dan muqoddaman yang dilanjutkan dengan sarasehan, ziarah masyayikh, bakti sosial, serta pentas seni lembaga-lembaga Yayasan Kotagede Darussalam (YKD).
Acara dibuka pada pukul 20.00 WIB oleh dua pembawa acara, Hafidz Al-Abbas dan Muhammad Rodli Al-Askar. Sejumlah tokoh hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya K.H. Raden Muhammad Kholil As’ad Syamsul Arifin (Pengasuh Pondok Pesantren Walisongo, Situbondo), K.H. Zaky Abdullah (Pengasuh Pondok Pesantren Manbaul Hikam), Gusti Bendara Pangeran Haryo H. Prabu Kusumo, K.H. Muhammad Yasin Nawawi, dan K.H. Abdul Muhaimin.
Turut hadir Hilmi Arifin selaku perwakilan Wali Kota Yogyakarta, Shihul Hadi sebagai perwakilan legislatif, serta perwakilan Kapolresta Yogyakarta dan Dandim Kota Yogyakarta. Hadir pula Mantri Pamong Praja Kecamatan Kotagede, Kapolsek, dan Danramil wilayah setempat.
Setelah pembukaan, acara dilanjutkan dengan lantunan ayat suci Al-Qur’an yang dibacakan oleh Ahmad Muhlisin Tijdan. Lagu kebangsaan “Indonesia Raya” dan “Syubhanul Wathon” turut mengiringi rangkaian pembukaan sebagai bagian dari acara malam puncak Harlah XVI. Selanjutnya, K.H. Muhammad Yasin Nawawi, Pengasuh Pondok Pesantren An-Nur Ngrukem, memimpin pembacaan tahlil dan doa bersama yang diikuti hadirin dengan khidmat.

Sambutan Pengasuh PPKHM
Pengasuh PPKHM, K.H. Munir Syafaat atau yang akrab disapa Abah Munir, menyampaikan terima kasih kepada seluruh tamu undangan yang hadir, mulai dari unsur pemerintah, TNI, Polri, para kiai, hingga tokoh masyarakat.
“Pada kesempatan malam ini, kita jadikan momen bersama untuk silaturahim yang melibatkan seluruh komponen yang ada di Kota Yogyakarta,” ucap Abah Munir.
Dalam sambutannya, Abah Munir menekankan pentingnya kerja sama antara ulama dan umara (pemerintah). Ia menyampaikan bahwa kerja sama yang dijalankan dengan baik, jujur, dan profesional dapat mendukung terwujudnya kehidupan masyarakat yang makmur, sejahtera, dan damai. Ia juga mengutip ungkapan Yadullahi ‘alal jama’ah sebagai pengingat pentingnya menjaga kerukunan demi meraih rahmat dan pertolongan Allah SWT.
Sambutan Pemerintah Kota Yogyakarta
Wali Kota Yogyakarta, melalui Hilmi Arifin, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat, turut memberikan sambutan. “Atas nama Pemerintah Kota Yogyakarta, kami menyampaikan selamat harlah ke-16 kepada seluruh keluarga besar Pondok Pesantren Kotagede Hidayatul Mubtadi-ien,” ucapnya.
Penayangan Video Profil PPKHM
Berikutnya, hadirin diajak menyaksikan video profil PPKHM yang menampilkan perjalanan, kegiatan, serta perkembangan pesantren. Dengan tertib dan antusias, utamanya para santri menyimak video yang berdurasi kurang lebih 10 menit pada layar di atas panggung.
Mauidhoh Hasanah
Usai penayangan video profil, acara dilanjutkan dengan mauidhoh hasanah oleh K.H. Zaky Abdullah. Dalam penyampaiannya, beliau menekankan pentingnya meluruskan niat dalam menuntut ilmu di pondok pesantren. Beliau juga mengingatkan bahwa pesantren memiliki tujuan dan cita-cita yang sama dalam mewujudkan ajaran Nabi Muhammad SAW.
“Saya percaya bahwa pesantren-pesantren dan para kiai memiliki satu tujuan, cita-cita, dan harapan yang sama, yaitu mewujudkan cita-cita Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam. Oleh karena itu, ketika satu pesantren memperoleh nikmat, sesungguhnya nikmat tersebut juga menjadi nikmat bagi seluruh pesantren,” ungkap beliau.
Mauidhoh hasanah berikutnya disampaikan oleh K.H. Raden Muhammad Kholil As’ad Syamsul Arifin. Beliau mengajak jamaah untuk meluruskan niat dalam menuntut ilmu demi memperoleh ilmu, hidayah, dan rida Allah SWT.
“Orang belajar, membaca, mengaji harus menghadap hatinya kepada Allah Ta’ala. Karena yang punya ilmu Allah, akan memberikan ilmu Allah, hidayah, taufik Allah, agar dapat kita ambil buahnya di akhirat,” ucap beliau.

Beliau menjelaskan bahwa mengaji juga menjadi upaya menyambung sanad keilmuan hingga Rasulullah SAW. Selain itu, beliau mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan hati dan adab terhadap guru, serta mengarahkan perhatian pada keberkahan ilmu yang disampaikan. Beliau juga mengajak jamaah untuk senantiasa mengikuti tuntunan Rasulullah SAW dan menjaga keterikatan dengan Allah SWT dalam setiap aspek kehidupan.
Pukul 22.45, rangkaian acara resmi ditutup oleh pembawa acara. Peringatan Harlah XVI ini menjadi bagian dari upaya keluarga besar PPKHM untuk terus mengembangkan pesantren dan memperkuat hubungan dengan masyarakat. Harapannya, PPKHM dapat terus melahirkan generasi yang alim, berakhlak, serta bermanfaat bagi masyarakat.

Dadio wong lirkadyo Isim Mu'rob
