Tag: Tafsir

Hikmah Susu di Antara Darah dan Kotoran, Harapan di Tengah Zaman yang Mengguncang
Esai

Hikmah Susu di Antara Darah dan Kotoran, Harapan di Tengah Zaman yang Mengguncang

(Sumber: magnific.com/author/nikitabuida) وَإِنَّ لَكُمْ فِى ٱلْأَنْعَـٰمِ لَعِبْرَةً ۖ نُّسْقِيكُم مِّمَّا فِى بُطُونِهِۦ مِنۢ بَيْنِ فَرْثٍ وَدَمٍ لَّبَنًا خَالِصًا سَآئِغًا لِّلشَّـٰرِبِين۝٦٦ َ “Dan sungguh, pada hewan ternak itu benar-benar terdapat pelajaran bagimu. Kami memberimu minum dari apa yang ada dalam perutnya, dari antara kotoran dan darah, berupa susu yang murni, yang mudah ditelan bagi orang yang meminumnya." (QS. An-Nahl [16]: 66) Mungkin kita sudah tahu bahwa masalah datang bertubi-tubi di negeri kita tercinta, misalnya pada Januari 2026, nilai tukar rupiah mendekati Rp17.000 per dolar AS akibat kepanikan investor asing terhadap defisit anggaran yang kian melebar, sementara penerimaan pajak 2025 hanya terealisasi 87% dari target sehingga defisit APBN nyaris meny...
Tafsir sebagai Media Kritik dan Afirmasi Terhadap Pemerintah Orde Baru
Esai, Ilmiah

Tafsir sebagai Media Kritik dan Afirmasi Terhadap Pemerintah Orde Baru

Sumber: Pinterest Kitab tafsir merupakan karya intelektual manusia, sehingga penafsiran setiap mufasir pastilah berbeda berdasarkan sudut pandang masing-masing. Ayat Al-Qur’an ibarat sebuah kabar yang diliput oleh berbagai situs web di internet. Berbagai situs web tersebut akan menyampaikan kabar dengan cara mereka masing-masing, sebagaimana kitab tafsir yang penulisnya memahami Al-Qur’an dengan pemahaman dan metode mereka tersendiri. Semua kitab tafsir dipengaruhi oleh cara pandang mufasirnya sehingga seobjektif apa pun sebuah penafsiran, pasti masih memiliki sisi subjektif yang tidak dapat terelakkan.  Perbedaan penafsiran umumnya dipengaruhi oleh perbedaan latar belakang dan lingkungan mufasir. Namun demikian, kondisi sosial politik dimana seorang mufasir hidup juga sangat me...
Tiga Tahapan dalam Menghadapi Kesalahan Orang Lain Menurut Quraish Shihab
Artikel

Tiga Tahapan dalam Menghadapi Kesalahan Orang Lain Menurut Quraish Shihab

Kata maaf di dalam al-Qur'an hadir dengan istilah yang berbeda-beda. Terkadang al-Qur’an menggunakan kata safhun (berarti lapang atau lembaran baru). Al-Qur’an juga menggunakan kata ghufrun (berarti ampunan). Dan terkadang pula al-Qur’an menggunakan kata ’afwun untuk menunjukkan makna maaf.  Menurut  Ibnu Mandzur dalam Lisanul Arab ‘afwun memiliki arti menghapus atau menghilangkan. Itulah sebabnya orang yang memaafkan dianggap sedang menghapus atau menghilangkan kesalahan orang lain terhadap dirinya. Kata al-’afwu di dalam al-Qur’an telah disebutkan sebanyak 35 kali dalam 11 surat. Di antara ayat yang berbicara tentang maaf ialah firman Allah SWT dalam surat Ali Imran ayat 133-134: ۞ وَسَارِعُوۡۤا اِلٰى مَغۡفِرَةٍ مِّنۡ رَّبِّكُمۡ وَجَنَّةٍ عَرۡضُهَا السَّمٰوٰتُ وَالۡاَرۡضُۙ اُعِدَّت...