Tag: ppkhm

“Merdeka Lahir Batin: Santri, Kemerdekaan, dan Tanggung Jawab Zaman”
Berita, Feature

“Merdeka Lahir Batin: Santri, Kemerdekaan, dan Tanggung Jawab Zaman”

Hubbul wathan minal iman – cinta tanah air adalah bagian dari iman. Dan cinta itu tidak hanya diucapkan, tapi diwujudkan dengan belajar, berkarya, dan menjaga kemerdekaan.” Agustus selalu punya cerita sendiri di pondok. Begitu memasuki bulan kemerdekaan, suasana mulai terasa berbeda: santri lebih sibuk, kegiatan lebih padat, dan wajah-wajah penuh antusiasme tampak di setiap sudut. Di Yayasan Kotagede Darussalam, peringatan HUT ke-80 Republik Indonesia tahun ini benar-benar menjadi momen penuh warna, dimulai dari malam tirakatan yang syahdu, upacara kemerdekaan yang khidmat, sampai lomba menulis yang bikin deg-degan sekaligus heboh. K.H. Munir Syafa'at memimpin acara tirakatan di depan segenap santriwan dan santriwati Malam 16 Agustus, pendopo Al-Khadijah ramai dipenuhi santri Nuru...
Rintik Hujan Iringi Lantunan Doa Malam Rabu Wekasan
Berita

Rintik Hujan Iringi Lantunan Doa Malam Rabu Wekasan

Nupiperss - Pondok Pesantren Kotagede Hidayatul Mubtadi-ien, Pondok Pesantren Nurul Ummah Putri, dan jamaah Bumi Mentaok menggelar doa bersama pada malam Rabu Wekasan, Selasa (19/08). Kegiatan tersebut dilaksanakan di area pendopo Al-Khadijah, usai menunaikan shalat magrib berjamaah. Tradisi Rabu Wekasan sendiri telah lama hidup di tengah masyarakat pesantren dan kalangan Nahdliyin. NU Online menjelaskan bahwa istilah Rabu Wekasan merujuk pada Rabu terakhir bulan Safar. Dalam sejumlah kitab, di antaranya Fathul Malik al-Majid karya Syekh Ahmad ad-Dairabi, disebutkan bahwa pada hari tersebut Allah menurunkan 320.000 bala. Karena itu, umat dianjurkan memperbanyak amalan ibadah, doa, zikir, sedekah, maupun silaturahmi sebagai bentuk ikhtiar tolak bala. Di berbagai daerah, amalan yang dilak...
Amanat Upacara Kemerdekaan RI ke-80 Yayasan Kotagede Darussalam Soroti Bijak Berteknologi
Berita

Amanat Upacara Kemerdekaan RI ke-80 Yayasan Kotagede Darussalam Soroti Bijak Berteknologi

Nupipress- Upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia berlangsung secara khidmat di lapangan SMA Islam Darussalam, Kotagede, Ahad (17/8). Ratusan peserta upacara dari kalangan pelajar, mahasiswa, tamu undangan, serta segenap keluarga pimpinan Pondok Pesantren Nurul Ummah Putri dan Pondok Pesantren Kotagede Hidayatul Mubtadi-ien turut hadir dalam upacara tersebut. Upacara dimulai pada pukul 07.15 WIB dengan pengibaran bendera merah putih oleh petugas upacara. Lagu kebangsaan “Indonesia Raya” berkumandang, dinyanyikan serentak oleh ratusan peserta upacara. Acara kemudian dilanjutkan dengan penghormatan kepada para pahlawan yang telah gugur. Seluruh peserta berdiri dengan sikap sempurna serta menunduk sebagai bentuk penghormatan dan doa untuk para pahlawan, sek...
Malam Tirakatan Kemerdekaan ke-80, Santri Diingatkan Soal Kemerdekaan Hakiki
Berita

Malam Tirakatan Kemerdekaan ke-80, Santri Diingatkan Soal Kemerdekaan Hakiki

(Abah K.H. Munir Syafa'at Memimpin Doa pada Malam Tirakatan) Nupipress – Santri Pondok Pesantren Nurul Ummah Putri bersama santri Pondok Pesantren Kotagede Hidayatul Mubtadi-ien menggelar malam tirakatan dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan Indonesia ke-80. Acara yang berlangsung di Pendopo Al Khadijah pada Sabtu malam (16/8) tersebut diisi dengan berbagai rangkaian kegiatan, mulai dari pembukaan, pembacaan tahlil dan doa, mau‘idzoh hasanah, hingga penutup. Pembukaan acara diawali dengan pembacaan sholawat oleh grup hadrah Sabilus Syafaat yang menambah kekhidmatan suasana. Sebelum tahlil dimulai, Pengasuh Pesantren, K.H. Munir Syafa‘at, menyampaikan pesan bahwa wasilah doa dan tahlil ini dihadiahkan untuk para syuhada pejuang kemerdekaan. Selain itu, pada malam yang sama juga d...
Resensi Buku “Sejarah Lengkap Perang Dunia II” Karya Rizem Aizid
Resensi

Resensi Buku “Sejarah Lengkap Perang Dunia II” Karya Rizem Aizid

Identitas Judul Buku : Sejarah Lengkap Perang Dunia II Penulis : Rizem Aizid Penerbit : DIVA Press Tahun Terbit : Cetakan pertama, Februari 2025 Jumlah Halaman : 156 halaman; 14 x 20 cm Genre : Social Sciences Sinopsis Perang Dunia I usai tahun 1918. Kemenangan berpihak pada Blok Sekutu. Mereka adalah Inggris, Prancis, Rusia, dan sekutu-sekutunya. Tetapi, berbagai kebijakan dianggap tidak adil bagi negara-negara yang kalah perang. Sehingga, perdamaian tak kunjung datang. 1939 Perang Dunia II meletus. Ini merupakan akibat dari kebijakan yang merugikan negara-negara yang kalah pada Perang Dunia I. Dengan kata lain, Perang Dunia II menjadi “ajang balas dendam” negara-negara yang kalah dalam perang sebelumnya. Buku ini secara eksklusif menyajikan pembahasan det...
Bahagia itu ilmu, bukan Cuma senang-senang
Esai

Bahagia itu ilmu, bukan Cuma senang-senang

Pernah nggak sih kepikiran, "Sebenarnya, apa sih dasar dari kebahagiaan?" Banyak orang bilang bahagia itu kalau udah kaya, punya pasangan ideal, wajah menarik, atau punya hidup yang serba enak. Tapi pertanyaannya, benarkah itu semua cukup untuk membuat kita benar-benar bahagia? Menurut Pak Fahrudin Faiz, seorang pemikir dan dosen filsafat yang sering menyampaikan ilmu dengan gaya santai tapi mendalam, kebahagiaan sejati itu punya fondasi yang jelas yaitu ilmu. Ilmu yang membawa kita ke arah yang benar, bukan yang hanya terlihat menyenangkan di permukaan. Kok Ilmu? Emang Bahagia harus pintar? Tentu banyak yang langsung skeptis ketika mendengar bahwa Bahagia itu berawal dari ilmu. "Lho, kok ilmu? banyak kok orang yang nggak sekolah tinggi, nggak kelihatan pintar, tapi hidupnya kelih...
Ulama Nahwu itu “Agak Laen”
Esai

Ulama Nahwu itu “Agak Laen”

Foto diambil seusai kelas Madrasah Diniyah Hidayatul Mubtadi-ien. Jangan buru-buru “merengut”. Baca dulu sampai tuntas. Jangan langsung su’udzon atau mangap kaget pas baca judulnya. Saya paham betul, menyebut ulama, terlebih lagi ulama Ahli Nahwu dengan kata “agak laen” itu bisa dianggap kurang ajar, kurang ngaji, atau minimal kurang pahit kopinya. Tapi sumpah, saya nggak lagi nyinyir, apalagi ngeledek. Justru sebaliknya, ini adalah bentuk kekaguman saya. Kekaguman yang agak campur aduk dengan rasa heran, sekaligus kagum tak berdasar.          Karena ulama nahwu itu, menurut saya pribadi, adalah manusia-manusia luar biasa. Bukan karena kekayaan atau follower Instagram-nya, tapi karena mereka sanggup hidup dan bernapas di antara bait-bait “Qo...
Idul Adha: Tradisi Terdahulu dan Pentingnya Ngaji
Artikel

Idul Adha: Tradisi Terdahulu dan Pentingnya Ngaji

Tradisi berkurban telah dikenal jauh sebelum datangnya Islam. Dalam banyak catatan sejarah keagamaan, seperti pada masyarakat Mesir Kuno, Babilonia, hingga bangsa Aztek, praktik persembahan dilakukan sebagai bentuk pendekatan diri kepada dewa-dewa, bahkan dengan cara yang menyimpang seperti menyembelih manusia. Al-Razi mengatakan ketika kebiasaan masyarakat Jahiliyyah -dalam hal kurban- melumuri berhala dan dinding ka'bah dengan darah dan daging kurban, Maka Allah menjelaskan apa tujuan sebenarnya dari penyembelihan hewan kurban melalui Q.S. al-Hajj ayat 37. Allah menjelaskan bahwa yang benar-benar sampai kepada-Nya dan yang terangkat kepada-Nya dari amal orang yang diberi petunjuk baik berupa ucapan, penyembelihan, maupun ibadah-ibadah lainnya adalah ketakwaan kepada Allah, bukan dagin...
Menyulam Kitab di Jalan Sunyi Perubahan
Esai

Menyulam Kitab di Jalan Sunyi Perubahan

Foto diambil ketika acara Harlah Madrasah Diniyah Hidayatul Mubtadi-ien Yogyakarta oleh Tim Media MDHM Agent of Change, julukan yang sering disematkan kepada mahasiswa untuk menjadi pelaku inisiatif dalam mewujudkan suatu perubahan ke arah yang lebih baik. Tapi bagaimana jika julukan tersebut dinisbahkan kepada santri? Tulisan ini akan merangkum buah pembicaraan dari acara peringatan hari lahir Madrasah Diniyah Hidayatul Mubtadi-ien Yogyakarta yang ke-14. Sebuah topik yang mampu membuat seluruh santri terdiam dan khusyuk untuk menyimak setiap kata yang disampaikan pembicara malam itu. Harlah MDHM Peringatan Harlah Madrasah Diniyah Hidayatul Mubtadi-ien (MDHM) Yogyakarta ke-14 diselenggarakan pada 1 Juni 2025. Bertempat di Aula Al-Munawwir Pondok Pesantren Kotagede Hidayatul Mubtad...
Menggali Pemikiran Nahwu dan Sorof dalam Pesantren Salaf: Estetika Bahasa sebagai Jembatan Dakwah di Era Modern
Esai

Menggali Pemikiran Nahwu dan Sorof dalam Pesantren Salaf: Estetika Bahasa sebagai Jembatan Dakwah di Era Modern

Pict: Kitab Alfiyah Ibnu Malik (Koleksi Penulis) Di balik tradisi luhur pesantren salaf, terdapat kekayaan ilmu yang tidak hanya berfungsi untuk memahami bahasa Arab, tetapi juga membuka pintu-pintu pemahaman lebih dalam terhadap teks-teks agama yang hidup. Nahwu, sorof, dan nadhom Alfiyah bukan sekadar alat pendidikan; mereka adalah jendela yang menghubungkan santri dengan kedalaman spiritualitas dan pemahaman agama yang lebih universal. Dalam dunia yang semakin canggih ini, pemahaman mendalam tentang ketiga ilmu ini tidak hanya relevan, tetapi juga menjadi alat penting untuk memahami pesan dakwah yang lebih dinamis dan efektif. Nahwu dan Sorof: Fondasi yang Membawa Makna ke Permukaan Nahwu dan sorof lebih dari sekadar alat untuk menguasai bahasa Arab; keduanya adalah kunci untuk...