Santri Sebagai Agent of Change: Semarak Hari Santri 2025 di Pondok Pesantren Nurul Ummah Putri

YKD — Dalam semangat memperingati Hari Santri Nasional 2025, Pondok Pesantren Nurul Ummah Putri menggelar serangkaian kegiatan bertajuk “Santri sebagai Agent of Change dalam Mengawal Kemerdekaan Indonesia Menuju Peradaban Dunia”. Rangkaian acara berlangsung meriah sejak Ahad (19/10) hingga Selasa (21/10), diikuti oleh seluruh santri dengan penuh antusias dan semangat kebersamaan.

Kegiatan pertama yang menjadi pembuka perayaan Hari Santri tahun ini adalah Lomba Cerdas Cermat Antar-Kompleks pada Ahad (19/10). Lomba tersebut berlangsung seru dan menggembirakan, menampilkan kemampuan intelektual santri di bidang keagamaan, pengetahuan umum, dan kebangsaan. Hasil akhir menunjukkan bahwa Kompleks Nurussalam SMA berhasil meraih Juara 1, disusul oleh Kompleks Aisyah sebagai Juara 2, Kompleks Hafshoh di posisi Juara 3, dan Kompleks Nurussalam SMP sebagai Juara 4. Para peserta memperlihatkan semangat kompetitif yang tinggi dengan tetap menjunjung nilai ukhuwah dan sportivitas khas santri.

Suasana semakin seru pada Selasa malam (21/10), ketika digelar ajang Miss Santri Nurul Ummah Putri 2025. Tiap kompleks mengirimkan satu perwakilan dengan mengenakan busana adat dari berbagai daerah di Indonesia, memperlihatkan kekayaan budaya nusantara yang berpadu indah dengan nilai-nilai pesantren.

  • Kompleks Aisyah diwakili oleh Alfina Paramita dengan tema adat Sumatra
  • Kompleks Hafshoh diwakili oleh Isramij Dinna Fairuza dengan tema Kalimantan
  • Kompleks Nurussalam SMP diwakili oleh Alfin Saranghe Rizqullah dengan tema Aceh
  • Kompleks Nurussalam SMA diwakili oleh Haifa Humaira Putri Wardana dengan tema Sulawesi

Dalam sesi wawancara, para kandidat diuji bukan hanya dari segi penampilan, tetapi juga kecerdasan, wawasan umum, serta pemahaman terhadap nilai-nilai keislaman dan pesantren.
Salah satu pertanyaan yang diajukan juri ialah: “Apa definisi cantik menurut Anda?”

Mita, kandidat dari kompleks Aisyah, menjawab, “Cantik itu bukan hanya dapat dilihat dari tampilan, tapi juga dari hati, karena Allah menilai manusia dari hati dan ketakwaannya.”

Sementara Sara, perwakilan dari kompleks Nurussalam SMP, menuturkan, “Cantik itu relatif, tergantung bagaimana orang melihatnya. Tapi cantik bisa dirasakan, misalnya ketika seseorang mampu memotivasi orang lain, itu juga cantik menurut saya.”

Dalam pertanyaan lain, prioritas antara ilmu dan akhlak, Haifa dari kompleks Nurussalam SMA menjawab, “Akhlak dulu, karena orang berilmu akan kalah dengan orang berakhlak.”

Sedangkan Nafa dari kompleks Hafshoh berpendapat, “Antara akhlak dan ilmu itu harus balance, harus seimbang.”

Jawaban-jawaban tersebut menunjukkan kedalaman berpikir dan karakter santri yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga matang dalam nilai moral dan spiritual.

Keesokan harinya, Selasa (22/10), upacara Hari Santri Nasional 2025 dilaksanakan di halaman SMA Islam Darussalam Kotagede. K.H. Munir Syafaat dan Ibu Nyai Hj. Barokah Nawawi hadir di tengah-tengah antusiasme para santri Yayasan Kotagede Darussalam.

Di bawah cahaya matahari pagi yang hangat, suasana sejuk menyelimuti area upacara. Gaungan suara protokol mengawali jalannya seremonial. Rangkaian upacara kemudian dilanjutkan dengan pengibaran bendera Merah Putih yang diiringi paduan suara lagu Indonesia Raya, dan ditutup dengan pembacaan doa yang berlangsung khidmat.

“Hari santri tidak hanya mengandung arti untuk diperingati melalui upacara, tetapi juga keberadaan dan eksistensi pesantren dan santri terus mengisi kemeredekaan NKRI. Lestari sepanjang masa,” tutur Abah Munir sebagai pembina upacara dalam amanatnya.

“Santri di era sekarang merupakan tunas-tunas yang akan meneruskan dan mengisi keberadaan NKRI,” lanjut beliau.

Pada akhirnya, Abah Munir memberi pesan. Setidaknya ada tiga bekal santri dalam melestarikan kemerdekaan NKRI:

  1. Selalu berpegang pada akidah Ahlusunnah Wal Jama’ah
  2. Mempelajari ilmu agama yang luas
  3. Mempelajari ilmu pengetahuan dan teknologi

Dengan peringatan HSN 2025 ini, diharapkan semangat para santri semakin tinggi untuk menjadi manusia yang sholih dan memberikan maslahat umat, seperti tema yang dibawa tahun ini, yakni “Mengawal Indonesia Merdeka, Menuju Peradaban Dunia.” Aamiin ya Rabbal’alamin.

Reporter: Deri & Dilla | Editor: Nayla Sya