
Sumber: pinterest.com/Manju
Nur
Ya… Nabi
Di tengah zaman yang semakin cepat,
di tengah zaman yang semakin ramai,
di tengah zaman yang semakin menjauh dari iman.
Aku…
umatmu, wahai Nabi,
terjerat kebingungan,
tercekik hawa nafsu.
Ke mana arahnya, wahai Nabi?
Kepada siapa umatmu harus bercerita?
Sedang tak pernah sedetik pun kutatap wajahmu?
Kutanya pada temanku,
“terserah,” ucapnya.
Kutanya pada keluargaku,
“kau sudah dewasa,” katanya.
Kutanya pada guruku,
“kau sendiri adalah guru bagi dirimu sendiri,” dawuhnya.
Lalu bagaimana?
Aku sendiri sudah hilang arah.
Kubaca ulang kisahmu
dalam kalam-kalam-Nya.
Kutemukan cahaya dalam hatiku.
Ketika kusebut berulang kali,
berulang-ulang kali namamu
dalam setiap napas,
dalam setiap detak,
dalam setiap langkah—
صَلَّى اللهُ عَلَى مُحَمَّدٍ
صَلَّى اللهُ عَلَى مُحَمَّدٍ
صَلَّى اللهُ عَلَى مُحَمَّدٍ
Tunjukkanlah jalan yang lurus,
wahai Nabi…
wahai cahaya…
wahai rahmat seluruh alam.

Une bricoleuse de mots. 🛠️✍️
