Di Balik Kalender yang Penuh, Ada Aku yang Hampir Runtuh
Jam dinding pondok menunjukkan jam sudah melewati pukul sebelas malam. Jalan menuju Pendopo Al Khodijah Pondok Pesantren Nurul Ummah Putri mulai terasa sepi. Dari kamar-kamar, hanya suara lembut lantunan hafalan santri yang terdengar di telinga.
Tapi di salah satu sudut Pendopo Al Khodijah, Ama sedang duduk bersila sambil menatap layar laptopnya yang masih menyala. Dengan mata yang dipenuhi dengan kantuk yang sangat berat dan ditemani dengan dinginnya susu stroberi—minuman kesukaan Ama. Ia masih membuka laptopnya untuk mencatat hasil berbagai rapat yang telah ia ikuti satu hari ini.
“Padahal, aku udah niat buat tidur cepat malam ini,” gumamnya lirih, lalu ia tersenyum kecil. “Tapi ya… rapat rapat rapat.”
Ama merupakan salah satu mahasiswa baru di salah satu kampus negeri di ...

