Tag: ppnu-pi

Kebebasan Membaca: Disangka Baca Buku Sudah Paling Aman, Ternyata…
Esai, Opini

Kebebasan Membaca: Disangka Baca Buku Sudah Paling Aman, Ternyata…

Sumber: Kompas.com Bagaimana kita bisa mengedukasi masyarakat agar melihat buku sebagai ruang dialektika pemikiran, bukan propaganda yang harus ditakuti? Kebebasan membaca merupakan salah satu hak fundamental yang melekat pada setiap individu. Sayangnya, di Indonesia, hak ini kerap terancam oleh praktik penyitaan buku yang muncul dari waktu ke waktu. Beberapa kasus terbaru memperlihatkan hal tersebut, misalnya setelah kericuhan di Gedung DPRD Jawa Barat pada 17 September 2025. Polisi menyita puluhan judul bacaan dari 25 tersangka, mulai dari novel Anak Semua Bangsa karya Pramoedya Ananta Toer hingga literatur bertema anarkisme seperti Ekologi Revolusioner, Revolusi Subuh, dan Menuju Estetika Anarkis. Langkah serupa ditempuh Polda Jawa Timur yang mengamankan sebelas buku dari tersa...
Di Bawah Rembulan, Lantunan Ayat Mengalir Bersama Aroma Bakwan
Berita, Feature

Di Bawah Rembulan, Lantunan Ayat Mengalir Bersama Aroma Bakwan

Malam itu, di bawah rembulan yang terang, udara malam yang dingin, tercipta sebuah kehangatan di rumah kami Nurul Ummah Putri. Bukan dari suhu ruangan, melainkan dari lantunan ayat suci Al-Qur'an. Lisan demi lisan bergantian melantunkan, mengalun indah, dan penuh penghayatan. Setiap lantunan adalah pesan kebaikan yang disampaikan, dan setiap hati yang menyimak menjadi penerima yang setia. Semua menyerap firman-firman suci, dan menyatu dalam kekhusyukan hati. Di ruang yang sederhana, kehangatan sangat terasa. Ada yang memejamkan mata, menghayati ayat demi ayat suci hingga masuk dalam sanubari. Ada yang menatap mushaf dengan cinta, seolah dia menjadi sahabat paling berharga. Lantunan-lantunan ayat suci bukan sekadar suara, melainkan getaran yang menyatukan dan memberi ketenangan. Lantu...
Hujan dari Langit-langit Pendopo: Antara Kenyataan, Fiqh, dan Humor Santri
Bilik Santri

Hujan dari Langit-langit Pendopo: Antara Kenyataan, Fiqh, dan Humor Santri

Sumber: Pinterest.com Di Pondok Pesantren Nurul Ummah Putri, pendopo sering menjadi pusat aktivitas. Tempat belajar, berdiskusi, atau sekadar bercengkerama. Namun, ada satu fenomena yang kerap mengganggu kenyamanan: hujan yang bukan berasal dari langit, melainkan dari langit-langit pendopo. Bukan sekadar tetesan air biasa, melainkan cairan atau serpihan yang menimbulkan tanda tanya: suci atau najis, aman atau justru mengganggu? Entah kalian pernah mengalaminya atau tidak, tetapi ada kegelisahan tersendiri setiap kali saya berada di pendopo. Bukan karena suara pagar besi dipukul pukul tiga pagi, bukan pula karena tokek yang berbunyi berulang kali. Ini lebih serius, menyangkut kenyamanan dan keamanan santri. Hujan itu datang tiba-tiba. Karena pendopo beratap, otomatis ia berasal dar...
Lentera yang Tak Padam: Tentang Ilmu yang Menghidupkan
Esai, Ilmiah

Lentera yang Tak Padam: Tentang Ilmu yang Menghidupkan

Di pesantren, kita sering melihat santri yang khusyuk beribadah, tekun mengaji, dan rajin bangun malam. Semuanya adalah gambaran ke-shalih-an yang patut diteladani. Namun, dalam khazanah keilmuan Islam, ada satu derajat yang lebih tinggi dari sekadar ke-shalih-an pribadi: derajat orang yang faqih, yakni orang yang mendalami agama dengan ilmu. "Fadhlul ‘alim ‘alal ‘abid ka fadhlil qamari ‘ala sa’iril kawakib." “Keutamaan orang alim dibanding ahli ibadah seperti keutamaan bulan atas seluruh bintang-bintang lainnya.” (HR. Abu Dawud, Tirmidzi) Nabi ﷺ menggambarkan perbedaan antara orang alim dan ahli ibadah dengan perumpamaan yang sangat indah. Bintang-bintang memang bercahaya, tapi cahayanya hanya untuk dirinya sendiri. Sementara itu, bulan memantulkan cahaya yang menerangi sekelilin...
Bukan Sekadar Seremonial, Peringatan Maulid Nabi 1447 H Jadi Momentum Umpan Balik Peristiwa Demonstrasi Rakyat 2025
Berita

Bukan Sekadar Seremonial, Peringatan Maulid Nabi 1447 H Jadi Momentum Umpan Balik Peristiwa Demonstrasi Rakyat 2025

YKD – Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tahun ini terasa berbeda. Di tengah panasnya dinamika sosial-politik akibat demonstrasi rakyat 2025, gema shalawat dan refleksi kelahiran Rasulullah menghadirkan makna yang lebih dalam: bukan sekadar ritual seremonial, melainkan juga momentum untuk menimbang kembali nilai keadilan, kasih sayang, perjuangan, dan pentingnya ilmu sebagai bekal perubahan. Salah satu santri Pondok Pesantren Nurul Ummah Putri yang juga mengajar Sosiologi di SMA Islam Darussalam, Mbak Titik, menyampaikan pandangan yang menyejukkan sekaligus kritis.“Maulid Nabi bagiku seperti reminder. Kanjeng Nabi penuh dengan akhlāqul-karīmah, penuh kasih sayang, dan mengajak kita kembali ke jalan yang baik. Tahun ini, saya melihat peringatan Maulid sangat relevan dengan gejolak sosia...
Teladan Kejujuran Nabi Di Tengah Gelombang Demonstrasi
Esai

Teladan Kejujuran Nabi Di Tengah Gelombang Demonstrasi

Sumber: https://id.pinterest.com/ Beberapa akhir ini, jalanan ibu kota dan daerah kembali di penuhi dengan aksi massa, ribuan orang berdemo mulai dari mahasiswa, buruh, hingga masyarakat dari berbagai kalangan ikut menggema menuntut keadilan. Berdiri dan berkerumunan di bawah terik matahari, mereka bukan karena senang berpanas-panasan, melainkan menuntut keadilan pada berbagai keresahan yang tak kunjung terjawab: janji politik yang di inkari serta berbagai kebijakan yang hanya menguntungkan beberapa pihak saja. Spanduk yang menyarakan keresahan masyarakat, orasi yang diteriakkan, serta demontrasi yang selalu menjadi wajah paling nyata bukti krisisnya kepercayaan masyarakat pada pemimpinnya. Semua itu sejatinya merupakan akumulasi dari krisis moral para elite, terutama dalam satu hal ...
Syahdu Maulid Nabi: Santri Tenggelam dalam Lantunan Sholawat
Berita

Syahdu Maulid Nabi: Santri Tenggelam dalam Lantunan Sholawat

Pondok Pesantren Kotagede Hidayatul Mubtadi-ien bersama Pondok Pesantren Nurul Ummah Putri menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW pada Kamis malam (5/9) di kompleks Pendopo Al Khadijah. Acara yang dihadiri oleh pengasuh, asatidz-asatidzah, serta para santri itu berlangsung khidmat diiringi lantunan sholawat. Kegiatan dibuka dengan pembacaan Ummul Kitab, kemudian dilanjutkan dengan pembacaan Maulid Simtudduror yang dipimpin oleh tim hadroh Sabilus Syafaat. Irama hadroh membuat suasana semakin syahdu, berpadu dengan lantunan sholawat para santri. Tim Hadroh Sabilus Syafaat Puncak acara diisi dengan penyampaian mau’idzoh hasanah oleh Abah K.H. Munir Syafaat. Dalam ceramahnya, beliau menegaskan bahwa kelahiran Nabi Muhammad SAW adalah nikmat terbesar yang diberikan Allah SWT k...
Bantahan Konseptual terhadap Argumentasi Keanehan Ulama Nahwu
Esai

Bantahan Konseptual terhadap Argumentasi Keanehan Ulama Nahwu

Sumber: https://pin.it/5mjKCa4HK Belakangan saya tergelitik secara fisik dan mental saat sedang bekerja secara remote di Kamar B dengan salah satu unggahan yang dipublikasi di kanal Yayasan Kotagede Darussalam dengan tajuk Ulama Nahwu itu “Agak Laen” pada Senin (9/6/25). Tidak pernah se-excited ini untuk memberikan tanggapan terhadap tulisan, karena cuitan demi cuitan yang disajikan oleh penulis tampaknya sarat akan interpretasi yang membawa ilmu Nahwu kepada ilmu yang solid. Bukan untuk atau mendiskreditkan penulis, tulisan yang berisi bantahan konseptual ini akan berisi pandangan yang berbeda yang lebih terkonsep berdasarkan epistemologi, sejarah, linguistik, dan sosiologi. Terminologi “Agak laen” Bukan Pendekatan Ilmiah Penggunaan istilah “Agak Laen” walau penulis menjelaskan l...
“Merdeka Lahir Batin: Santri, Kemerdekaan, dan Tanggung Jawab Zaman”
Berita, Feature

“Merdeka Lahir Batin: Santri, Kemerdekaan, dan Tanggung Jawab Zaman”

Hubbul wathan minal iman – cinta tanah air adalah bagian dari iman. Dan cinta itu tidak hanya diucapkan, tapi diwujudkan dengan belajar, berkarya, dan menjaga kemerdekaan.” Agustus selalu punya cerita sendiri di pondok. Begitu memasuki bulan kemerdekaan, suasana mulai terasa berbeda: santri lebih sibuk, kegiatan lebih padat, dan wajah-wajah penuh antusiasme tampak di setiap sudut. Di Yayasan Kotagede Darussalam, peringatan HUT ke-80 Republik Indonesia tahun ini benar-benar menjadi momen penuh warna, dimulai dari malam tirakatan yang syahdu, upacara kemerdekaan yang khidmat, sampai lomba menulis yang bikin deg-degan sekaligus heboh. K.H. Munir Syafa'at memimpin acara tirakatan di depan segenap santriwan dan santriwati Malam 16 Agustus, pendopo Al-Khadijah ramai dipenuhi santri Nuru...
Rintik Hujan Iringi Lantunan Doa Malam Rabu Wekasan
Berita

Rintik Hujan Iringi Lantunan Doa Malam Rabu Wekasan

Nupiperss - Pondok Pesantren Kotagede Hidayatul Mubtadi-ien, Pondok Pesantren Nurul Ummah Putri, dan jamaah Bumi Mentaok menggelar doa bersama pada malam Rabu Wekasan, Selasa (19/08). Kegiatan tersebut dilaksanakan di area pendopo Al-Khadijah, usai menunaikan shalat magrib berjamaah. Tradisi Rabu Wekasan sendiri telah lama hidup di tengah masyarakat pesantren dan kalangan Nahdliyin. NU Online menjelaskan bahwa istilah Rabu Wekasan merujuk pada Rabu terakhir bulan Safar. Dalam sejumlah kitab, di antaranya Fathul Malik al-Majid karya Syekh Ahmad ad-Dairabi, disebutkan bahwa pada hari tersebut Allah menurunkan 320.000 bala. Karena itu, umat dianjurkan memperbanyak amalan ibadah, doa, zikir, sedekah, maupun silaturahmi sebagai bentuk ikhtiar tolak bala. Di berbagai daerah, amalan yang dilak...