Penulis: Yayasan Kotagede Darussalam

Satu Mobil Bersama Abah, Bagaimana Rasanya?
Artikel, Bilik Santri

Satu Mobil Bersama Abah, Bagaimana Rasanya?

Sumber: Dokumentasi pribadi penulis Waktu itu, saya tidak menyangka akan duduk satu mobil bersama Abah dan Kang Yuskhi, yang kala itu masih menjabat sebagai Lurah Pondok Pesantren Kotagede Hidayatul Mubtadi-ien, menuju Salatiga.  Perjalanan Yogyakarta–Salatiga cukup jauh. Waktunya sekitar dua jam, kiranya cukup lama untuk menamatkan satu film. Formasi dalam mobil adalah Kang Yuskhi jadi sopir, Abah duduk di tengah, sedangkan saya yang tidak bisa nyetir ini ambil posisi di samping sopir, jadi “kernet”. Sejujurnya, keikutsertaan saya ini tanpa rencana sebelumnya. Kang Yuskhi tiba-tiba saja mengajak, “Ayo Dik, melu nggone Kang Fadhil, ro Abah (Ayo Dik, ikut ke tempat Kang Fadhil, sama Abah).” Sebagai santri yang baik dan kebetulan sedang tidak sibuk, tidak enak rasanya kalau menolak ...
Bukan Sekadar Seremonial, Peringatan Maulid Nabi 1447 H Jadi Momentum Umpan Balik Peristiwa Demonstrasi Rakyat 2025
Berita

Bukan Sekadar Seremonial, Peringatan Maulid Nabi 1447 H Jadi Momentum Umpan Balik Peristiwa Demonstrasi Rakyat 2025

YKD – Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tahun ini terasa berbeda. Di tengah panasnya dinamika sosial-politik akibat demonstrasi rakyat 2025, gema shalawat dan refleksi kelahiran Rasulullah menghadirkan makna yang lebih dalam: bukan sekadar ritual seremonial, melainkan juga momentum untuk menimbang kembali nilai keadilan, kasih sayang, perjuangan, dan pentingnya ilmu sebagai bekal perubahan. Salah satu santri Pondok Pesantren Nurul Ummah Putri yang juga mengajar Sosiologi di SMA Islam Darussalam, Mbak Titik, menyampaikan pandangan yang menyejukkan sekaligus kritis.“Maulid Nabi bagiku seperti reminder. Kanjeng Nabi penuh dengan akhlāqul-karīmah, penuh kasih sayang, dan mengajak kita kembali ke jalan yang baik. Tahun ini, saya melihat peringatan Maulid sangat relevan dengan gejolak sosia...
Teladan Kejujuran Nabi Di Tengah Gelombang Demonstrasi
Esai

Teladan Kejujuran Nabi Di Tengah Gelombang Demonstrasi

Sumber: https://id.pinterest.com/ Beberapa akhir ini, jalanan ibu kota dan daerah kembali di penuhi dengan aksi massa, ribuan orang berdemo mulai dari mahasiswa, buruh, hingga masyarakat dari berbagai kalangan ikut menggema menuntut keadilan. Berdiri dan berkerumunan di bawah terik matahari, mereka bukan karena senang berpanas-panasan, melainkan menuntut keadilan pada berbagai keresahan yang tak kunjung terjawab: janji politik yang di inkari serta berbagai kebijakan yang hanya menguntungkan beberapa pihak saja. Spanduk yang menyarakan keresahan masyarakat, orasi yang diteriakkan, serta demontrasi yang selalu menjadi wajah paling nyata bukti krisisnya kepercayaan masyarakat pada pemimpinnya. Semua itu sejatinya merupakan akumulasi dari krisis moral para elite, terutama dalam satu hal ...
Syahdu Maulid Nabi: Santri Tenggelam dalam Lantunan Sholawat
Berita

Syahdu Maulid Nabi: Santri Tenggelam dalam Lantunan Sholawat

Pondok Pesantren Kotagede Hidayatul Mubtadi-ien bersama Pondok Pesantren Nurul Ummah Putri menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW pada Kamis malam (5/9) di kompleks Pendopo Al Khadijah. Acara yang dihadiri oleh pengasuh, asatidz-asatidzah, serta para santri itu berlangsung khidmat diiringi lantunan sholawat. Kegiatan dibuka dengan pembacaan Ummul Kitab, kemudian dilanjutkan dengan pembacaan Maulid Simtudduror yang dipimpin oleh tim hadroh Sabilus Syafaat. Irama hadroh membuat suasana semakin syahdu, berpadu dengan lantunan sholawat para santri. Tim Hadroh Sabilus Syafaat Puncak acara diisi dengan penyampaian mau’idzoh hasanah oleh Abah K.H. Munir Syafaat. Dalam ceramahnya, beliau menegaskan bahwa kelahiran Nabi Muhammad SAW adalah nikmat terbesar yang diberikan Allah SWT k...
Madrasah Diniyah Kotagede Darussalam (MDKD)
Lembaga, Non Formal, Profil

Madrasah Diniyah Kotagede Darussalam (MDKD)

Sejarah Singkat Madrasah Diniyah Kotagede Darussalam berdiri pada 8 Juli 2019 di bawah naungan Yayasan Darussalam. Lahir sebagai respon atas berdirinya SMP Islam Darussalam, madrasah diniyah ini hadir untuk menjaga kesinambungan tradisi pesantren, khususnya dalam pendalaman kitab al-mu‘tabaroh. Dengan semangat tafaqquh fi al-din, madrasah diniyah berkomitmen membekali siswa dengan pemahaman agama yang mendalam, beradab, dan berakhlak karimah, sehingga menjadi pelengkap bagi pendidikan formal sekaligus melahirkan generasi penerus yang siap mengabdi untuk umat. Visi dan Misi Visi Madrasah Diniyah “Menjadi lembaga pendidikan diniyah yang unggul dalam pendalaman kitab al-mu‘tabaroh, berakar pada tradisi pesantren, serta melahirkan santri yang berilmu, beradab, dan siap mengabdi ...
Bantahan Konseptual terhadap Argumentasi Keanehan Ulama Nahwu
Esai

Bantahan Konseptual terhadap Argumentasi Keanehan Ulama Nahwu

Sumber: https://pin.it/5mjKCa4HK Belakangan saya tergelitik secara fisik dan mental saat sedang bekerja secara remote di Kamar B dengan salah satu unggahan yang dipublikasi di kanal Yayasan Kotagede Darussalam dengan tajuk Ulama Nahwu itu “Agak Laen” pada Senin (9/6/25). Tidak pernah se-excited ini untuk memberikan tanggapan terhadap tulisan, karena cuitan demi cuitan yang disajikan oleh penulis tampaknya sarat akan interpretasi yang membawa ilmu Nahwu kepada ilmu yang solid. Bukan untuk atau mendiskreditkan penulis, tulisan yang berisi bantahan konseptual ini akan berisi pandangan yang berbeda yang lebih terkonsep berdasarkan epistemologi, sejarah, linguistik, dan sosiologi. Terminologi “Agak laen” Bukan Pendekatan Ilmiah Penggunaan istilah “Agak Laen” walau penulis menjelaskan l...
Srikandhi Menjemput Rembulan 
Cerpen, Sastra

Srikandhi Menjemput Rembulan 

Sumber : Freepik.com (Karya ini merupakan finalis Lomba Menulis YKD 2025 yang diselenggarakan dalam rangka menyambut HUT ke-80 Republik Indonesia) Tahun 2157. Manusia tak lagi mengenal kesengsaraan. Teknologi telah menguasai hampir seluruh aspek kehidupan, menyajikan kenyamanan semu yang melalaikan. Langit malam di tahun ini tak lagi gulita, tak seperti dulu. Bintang-bintang palsu bertebaran di layar kubah raksasa yang menutupi kota. Teknologi menyalin bintang, namun ia tak sanggup menghadirkan rasa takjub yang dulu singgah ketika manusia memandang langit sejati ciptaan Tuhan. Di bawah kubah artifisial itu, umat manusia tak lagi mengenal semesta yang sejati. Siang dan malam penuh semu yang mereka nikmati. Lintang dan rembulan tak lain hanyalah sekadar proyeksi digital. Manusia...
Menggugat Tafsir Sempit tentang Barokah
Artikel

Menggugat Tafsir Sempit tentang Barokah

Sumber : id.pinterest.com (Karya ini merupakan finalis Lomba Menulis YKD 2025 yang diselenggarakan dalam rangka menyambut HUT ke-80 Republik Indonesia) Di tengah kehidupan pesantren, istilah barokah sering dijadikan magnet motivasi santri untuk tekun berkhidmah. Barokah atau yang biasa disebut dengan berkah, secara bahasa berarti bertambahnya kebaikan dan manfaat secara berkesinambungan. Namun, dalam praktiknya, masih banyak santri yang memaknai hal tersebut secara sempit. Mereka berpikir bahwa barokah hanya diperoleh melalui ketaatan mutlak dan khidmah fisik kepada kiai. Padahal dalam khazanah Islam, barokah memiliki makna yang jauh lebih luas dan mencakup berbagai bentuk pengabdian, termasuk melalui jalan keilmuan dan intelektual. Pemahaman yang terbatas ini berpotensi mengekang kr...
Santri dan Kemerdekaan Pendidikan
Esai

Santri dan Kemerdekaan Pendidikan

Sumber: Dokumen Media PPKHM (Karya ini merupakan finalis Lomba Menulis YKD 2025 yang diselenggarakan dalam rangka menyambut HUT ke-80 Republik Indonesia) Pendahuluan Sejak dahulu, santri mendapat stereotipe sebagai kaum sarungan yang dipandang religius dan tradisional, serta tidak bisa dilepaskan dari masjid, pesantren, dan kitab kuning. Namun, fenomena santri masa kini sering kali tampak berbeda, baik dari cara berpakaian maupun gaya hidup yang dianggap semakin jauh dari kesan agamis dan tradisional. Lebih dari itu, penggunaan kitab kuning sebagai rujukan ilmu di pesantren pun kerap diragukan relevansinya di era modern. Peristiwa pertempuran Kota Surabaya 22 Oktober 1945 pun menjadi pembeda dalam dunia santri waktu itu. Ia hadir sebagai saksi dari keheroikan para santri yang d...
“Merdeka Lahir Batin: Santri, Kemerdekaan, dan Tanggung Jawab Zaman”
Berita, Feature

“Merdeka Lahir Batin: Santri, Kemerdekaan, dan Tanggung Jawab Zaman”

Hubbul wathan minal iman – cinta tanah air adalah bagian dari iman. Dan cinta itu tidak hanya diucapkan, tapi diwujudkan dengan belajar, berkarya, dan menjaga kemerdekaan.” Agustus selalu punya cerita sendiri di pondok. Begitu memasuki bulan kemerdekaan, suasana mulai terasa berbeda: santri lebih sibuk, kegiatan lebih padat, dan wajah-wajah penuh antusiasme tampak di setiap sudut. Di Yayasan Kotagede Darussalam, peringatan HUT ke-80 Republik Indonesia tahun ini benar-benar menjadi momen penuh warna, dimulai dari malam tirakatan yang syahdu, upacara kemerdekaan yang khidmat, sampai lomba menulis yang bikin deg-degan sekaligus heboh. K.H. Munir Syafa'at memimpin acara tirakatan di depan segenap santriwan dan santriwati Malam 16 Agustus, pendopo Al-Khadijah ramai dipenuhi santri Nuru...