Wisuda dan Kenaikan Marhalah: Sebuah Perayaan dari Penantian yang Panjang

Sumber: Dokumentasi media pondok

YKD Sabtu (7/2), Madrasah Diniyah Nurul Ummah Putri mengadakan wisuda dan kenaikan marhalah. Acara ini dilakukan pada malam hari, yang diikuti oleh 3 marhalah 3 sebagai peserta wisudawan, 3 marhalah 2 sebagai peserta kenaikan marhalah, seluruh santri Madrasah Diniyah, dewan asatidz dan asatidzah, serta Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Ummah Putri beserta para dzuriyyah.

Acara yang dilakukan pada setiap tahunnya ini merupakan hasil dari penantian yang panjang para peserta wisudawan dan kenaikan marhalah. Dalam acara ini panggung didirikan dengan megah dan para wisudawan dengan tampilan terbaiknya duduk di depan panggung. Perayaan ini merupakan bentuk rasa syukur mereka atas tanggung jawab yang telah diselesaikan oleh siswi 3 marhalah 3, sebagaimana sambutan yang disampaikan oleh perwakilan dari 3 marhalah 3, Naila Shafi, bahwa “tanggung jawab kita sebagai siswi madrasah diniyah telah selesai, akan tetapi tanggung jawab dari pengalaman yang kita dapatkan baru dimulai.”

Acara ini juga dilaksanakan merupakan perayaan siswi 3 marhalah 2 yang akan naik ke marhalah 3. Kenaikan marhalah ini juga turut dilakukan sebagai bentuk rasa syukur mereka yang telah menyelesaikan marhalah 2 dan akan melanjutkan ke marhalah yang lebih tinggi.

Prosesi wisuda dan kenaikan marhalah dilaksanakan bersama Ibu Nyai Barokah Nawawi. Pada prosesi wisuda 3 marhalah 3, Umi Maghfiroh mendapatkan predikat risalah terbaik dengan judul risalah, “Fawasil Qur’aniyyah dalam Q.S. Al-Takwir: Pendekatan Fonologis terhadap Relasi Bunyi dan Makna”. Risalah ini menjadi syarat para wisudawan untuk lulus dari Madrasah Diniyah Nurul Ummah Putri. Selain itu, siswi teladan Madrasah Diniyah Nurul Ummah Putri tahun ini diraih oleh Zulfa Bisyarotul yang merupakan siswi dari 3 marhalah 2.

Acara pada malam hari ini bukan hanya sekedar perayaan wisuda dan kenaikan marhalah saja, akan tetapi juga sebagai momen pengangkatan Pengurus Pondok pesantren Nurul Ummah Putri, Madrasah Diniyah Nurul Ummah Putri, Pengurus Jam’iyyah Huffadz Al-Qur’an masa Khidmah 1447-1449 H atau 2026-2028, serta Pengurus Komplek hafsoh dan Pengelola Asrama Pelajar Nurussalam masa khidmat 1447-1448 H atau 2026-2027. Pengangkatan para pengurus ini juga dilakukan bersama Ibu Nyai Barokah Nawawi dan dilanjut dengan ikrar kepengurusan.

Pada momen wisuda ini Abah Kyai Munir Syafa’at juga turut memberikan sambutan, serta mauidhoh hasanahnya. Beliau berpesan kepada para wisudawan bahwa momen wisuda ini bukan berarti selesai tutup buku, tutup ilmu syariat rasul tetapi wisuda kali ini gunakan untuk belajar fase-fase selanjutnya. Seseorang yang bijaksana pasti mengakui setiap pekerjaan yang dilakukan memiliki kekurangan, sehingga beliau berharap santri-santri yang lulus dapat mempelajari ilmu yang sudah diajarkan maupun yang belum diajarkan.

Abah juga turut memberikan pesan kepada santri-santri lain di marhalah 1, 2 dan 3 untuk terus meningkatkan semangat atau girah dalam menuntut ilmu. Dalam mauidzoh tersebut, abah menyampaikan maqolah dari Imam Malik dan kaidah fiqh untuk para pengurus yang baru saja dilantik. Maqolah Imam Malik tersebut berbunyi “La yasṣluḥu akhiru haẓihil ummah illa bimā ṣaluha bihi awwaluha” yang bermakna tidak akan tertata dan terlaksana dengan baik aktivitas dalam pondok apabila tidak mengikuti konsep yang dibentuk oleh pengurus dan tidak menjalankan konsep-konsep dari pengemban amanah atau pengurus yang sudah lalu. Sedangkan kaidah fiqh yang beliau sampaikan adalah “al muhāfaẓotu ‘ala qodim al ṣāliḥ wa al akhżu bi al jadīd al aṣlah” yang bermakna bahwa kepengurusan baru tetap menjalankan konsep dari pengurus lalu dinilai baik, serta memiliki kebebasan dalam membuat program baru sesuai dengan keadaan dan kondisi pada pondok ini.

Beliau juga berpesan bahwa seberat apapun tugas yang dipikul jika dilakukan bersama-sama akan menjadi ringan dan seringan apapun tugas yang dilakukan apabila dilakukan sendiri akan menjadi berat. Sehingga para santri-santri juga harus mendukung dan bersama-sama meningkatkan kualitas Pondok Pesantren dan Madrasah Diniyah Nurul Ummah Putri. Akhir mauidhoh ditutp dengan doa yang dipimpin beliau dan dilanjutkan dengan sholawat nariyah.

Reporter : Musthofiatur | Editor : Nuril

Tinggalkan Balasan