Tag: Perjalanan

S, L, U, C: Jalan Menuju Soro-soro
Cerpen, Sastra

S, L, U, C: Jalan Menuju Soro-soro

Sumber: pinterest.com / Freepik “Aku nggak bisa nulis cerpen.” “Nggak apa-apa, tulis aja pengalamanmu.” “Udah dicoba, tapi susah nyusun kalimatnya.” “Yaudah, deh. Terserah mau nulis apa, resensi juga boleh. Yang penting kamu ada sumbangsih tulisan di bulan ini, ya, Kirana.” Percakapan tadi adalah awal kisah Kirana, sudah satu bulan ini ia tergabung dalam komunitas menulis di asramanya. Mahasiswa semester 3 Prodi Akuntansi di UWAW tersebut malah banyak berselancar di dunia kesusastraan, memandang lautan tulisan di buku-buku usang, dan menulis puisi. Aneh, ya? Tapi tak apa. Menulis itu kebutuhan. Tidak peduli apa jurusanmu di kampus, berbakat menulis atau tidak, menulis adalah perihal bisa karena terbiasa. Itu kata salah satu jurnalis senior Kirana. Namun, tetap saja, setia...
Satu Mobil Bersama Abah, Bagaimana Rasanya?
Artikel, Bilik Santri

Satu Mobil Bersama Abah, Bagaimana Rasanya?

Sumber: Dokumentasi pribadi penulis Waktu itu, saya tidak menyangka akan duduk satu mobil bersama Abah dan Kang Yuskhi, yang kala itu masih menjabat sebagai Lurah Pondok Pesantren Kotagede Hidayatul Mubtadi-ien, menuju Salatiga.  Perjalanan Yogyakarta–Salatiga cukup jauh. Waktunya sekitar dua jam, kiranya cukup lama untuk menamatkan satu film. Formasi dalam mobil adalah Kang Yuskhi jadi sopir, Abah duduk di tengah, sedangkan saya yang tidak bisa nyetir ini ambil posisi di samping sopir, jadi “kernet”. Sejujurnya, keikutsertaan saya ini tanpa rencana sebelumnya. Kang Yuskhi tiba-tiba saja mengajak, “Ayo Dik, melu nggone Kang Fadhil, ro Abah (Ayo Dik, ikut ke tempat Kang Fadhil, sama Abah).” Sebagai santri yang baik dan kebetulan sedang tidak sibuk, tidak enak rasanya kalau menolak ...