5 Alasan Santri Meng-Hide Status Media Sosial dari Keamanan Pondok
Ilustrasi: gambar hasil generate AI
Di pondok pesantren, kehidupan santri diatur dengan cukup rinci. Mulai dari jadwal ngaji kitab, piket cuci piring, sorogan Al-Qur’an, sampai hal sesederhana kapan boleh main HP. Tapi ada satu hal yang nggak bisa sepenuhnya diatur oleh pesantren, yakni isi status media sosial, termasuk WhatsApp.
Walau tampak sepele, status bisa jadi bumerang yang rumit. Ada pesan yang ingin dibagi, tapi juga takut salah tafsir. Ada perasaan yang ingin dicurahkan, tapi khawatir malah dianggap “nggak pantas”. Maka, muncullah strategi rahasia khas santri era digital: meng-hide status dari keamanan pondok.
Bukan karena ingin melanggar, tapi kadang hanya butuh sedikit ruang untuk jadi diri sendiri tanpa harus merasa diawasi.
Mari kita bahas lima alasan ...

