Simaan Dzulhijjah: Melanggengkan Murajaah sebagai Wujud Cinta terhadap Al-Qur’an

Suasana Simaan

Nupipress – Pengurus Jam’iyyah Huffadz Al-Qur’an (JHQ) PP. Nurul Ummah Putri Jum’at (20/06/2025) kembali menggelar agenda simaan demi melestarikan budaya murajaah sebagai bukti cinta pada Al-Qur’an. Kali ini, kegiatan rutin tersebut dilaksanakan bertepatan dengan momen Dzulhijjah dan dibuka pada di Masjid Al-Faruq.

Ibu Nyai Barokah Nawawi dalam dawuhnya menyampaikan bahwa simaan merupakan salah satu langkah penting dalam perjalanan kita menghafal Al-Qur’an.

“Acara ini penting sekali sebagai hujjah kita dalam menghafal Al-Qur’an. Oleh karena itu, harus terus dilestarikan dan kualitasnya harus terus ditingkatkan,” dawuh Ibu.

Selain itu, beliau juga mengingatkan agar para santri bisa lebih tekun dalam proses menghafal, termasuk memanfaatkan waktu yang telah disediakan.

“… harus pandai-pandai manajemen waktu, menggunakan waktu.”

Setelah resmi dibuka dan diawali dengan doa, simaan pun dimulai. Terdapat dua majelis istima’ yang masing-masing terletak di sisi utara dan selatan Pendopo Al-Khadijah. Sementara itu, bagian tengah pendopo diisi oleh para santri yang membaca jatah muqoddaman sesuai dengan plot juznya masing-masing. Adapun pelaksanaan muqoddaman ini merupakan pengganti dari metode estafetan yang dinilai masih kurang efektif.

“Estafetan belum tentu bisa selesai dalam waktu satu jam, sementara muqoddaman bisa selesai lebih cepat sekaligus untuk memberi waktu persiapan bagi yang membaca di mic,” ujar Muna selaku ketua pengurus JHQ.

Lebih terstruktur dibanding yang lalu, kini dilakukan penjadwalan penyimak dengan pembagian waktu satu jam untuk tiap kamarnya.

“(penjadwalan tersebut) menindaklanjuti usulan santri sekaligus agar semua bisa merasakan bagaimana rasanya menyimak,” Lanjut Muna ketika diwawancarai.

Simaan menjadi sarana murajaah yang sangat bermanfaat karena berperan dalam melatih tanggung jawab serta menguji hafalan secara nyata. Pelaksanaannya yang hanya empat kali dalam setahun tentu sayang apabila tidak dimanfaatkan dengan baik.

“Muraja’ah sendiri sama disimak itu beda banget. Kalau ngandelin deresan bisa ‘ntar kalau aku nggak tahu, kasih tahu, ya’. Sementara kalau simaan, kan, nggak bisa,” tutur Muna

Dalam wawancaranya, Muna juga menceritakan dukungan Ning Mayliya untuk pelaksanaan simaan. Bahkan, beliau begitu bersemangat dan berkeinginan untuk turut berpartisipasi. Hanya saja, qodarullah situasi yang ada belum memungkinkan beliau untuk bisa hadir.

Menciptakan atmosfer yang tak kalah semangat, santri yang udzur dan berhalangan membaca tetap diarahkan untuk ikut menyimak. Selain sebagi bentuk partisipasi, ini juga menjadi bagian dari ikhtiar bersama untuk ngalap berkah Al-Qur’an, alih-alih menghabiskan waktu di kamar tanpa keterlibatan.

Kegiatan simaan bulan Dzulhijjah di tutup pada Ahad sore, 22 Juni 2025. Seperti dawuh Ibu, mengikutinya secara aktif merupakan bentuk amanah dan perjuangan kita sebagai penghafal Al-Qur’an. Sebagai refleksi, mencintai Al-Qur’an bukan hanya tentang hafalan, tetapi juga tentang kedisiplinan dan kesungguhan dalam menjaganya.

Reporter : Nayla Syarifah Hiefra | Editor : Putri Deri