
Sumber: Panitia HSN 2026
Di Pendopo Al-Khadijah, malam Jum’at biasanya dipenuhi oleh lantunan sholawat yang beradu dengan tabuhan hadroh menembus ruang malam. Namun, kala itu berbeda. Potret santriwati inspiratif, keanggunan busana yang dikenakan, serta binar-binar percaya diri terpancar dari panggung Lomba Miss Santri, salah satu perhelatan yang dinantikan sepanjang tahun. Antusiasme para santri Nurul Ummah Putri terlihat dari totalitas mereka dalam mempersiapkan perwakilan terbaik dari masing-masing asrama. Dengan mengusung tema Disney Princess, suasana Pendopo Al-Khadijah seketika berubah menjadi negeri dongeng.
Satu per satu perwakilan melangkah dengan penuh percaya diri. Ada yang anggun bak Ariel dengan veil gelombang lautnya, Elsa yang memukau dengan gaun biru berkilau, dan tak ketinggalan karakter-karakter Disney lainnya seperti Rapunzel dan Jessie yang turut tampil dengan versi kreatif dan tetap nyantri. Gelak tawa, decak kagum, hingga tepuk tangan meriah seluruh santri mengiringi rangkaian acara. Layaknya ajang pemilihan duta, para perwakilan tersebut juga akan menunjukkan bakat terbaiknya. Mulai dari pidato, nasyid, hingga storytelling.
Keindahan putri ala santri ini juga diuji dari kedalaman pengetahuan melalui lontaran pertanyaan dewan juri. Adapun kedua juri yang diutus adalah Ibu Rachmawati Latifah dan Ibu Zidna Amalia. Lomba ini kemudian ditutup dengan pengumuman Miss Santri 2026, yang diberikan kepada perwakilan dari asrama Hafshoh, Salwatul Wafiroh.
Jika seorang putri dalam karakter Disney hidup dalam dongeng dengan akhir yang bahagia, maka santri hidup dalam perjuangan nyata untuk menciptakan kebahagiaan itu sendiri. Santri bukan sekadar dongeng yang diceritakan dari mulut ke mulut. Ia menjadi kisah nyata tentang ketangguhan, kreativitas, dan harapan.
Rangkaian acara peringatan hari santri diakhiri dengan Lomba Ranking 1 pada malam Ahad (24/10). Terdapat 22 santri dari perwakilan tiap kamar (mahasiswa) dan kelas (pelajar) berpartisipasi dalam lomba ini. Lomba dimulai dengan babak penyisihan untuk menyisakan sepuluh santri. Pada babak tersebut, santri harus mengangkat kertas hijau bilamana pernyataan yang disampaikan oleh MC adalah pernyataan yang benar, begitu pun sebaliknya.
Pada babak selanjutnya, santri harus menjawab pertanyaan dengan menuliskannya di kertas. Lomba berakhir dengan babak final ketika santri yang lolos babak sebelumnya harus menjawab dengan cepat secara lisan. Lomba Rangking 1 berakhir dengan tiga pemenang yang berasal dari kamar H3, A11, dan H1.
Momen peringatan tersebut dapat menjadi bahan refleksi di bulan Oktober. Banyak orang mengatakan bahwa Oktober merupakan bulan transformasi (October Theory), ketika seseorang berubah menjadi versi terbaiknya–lebih berani, lebih dewasa, serta lebih siap menghadapi akhir tahun–dan itulah yang penulis saksikan dari serangkaian acara yang telah dilewati. Santri dapat menjadi siapa saja dan tampil di mana saja tanpa perlu melepas jati dirinya. Sebagai penutup, meskipun terlambat, penulis mengucapkan Selamat Hari Santri, teruslah menjadi dongeng indah yang nyata dari pesantren untuk negeri.
