
Sumber: Generate AI

SYIAR FIKIH: Mas Abdul Wahid menjelaskan puluhan amalan sunah sunah wudhu kepada jamaah kajian rutin di Masjid Yasmin 2, Rejosari Rejowinangun Kotagede (Foto : Tim Media Komplek Tahfidz Mambaul Ihsan)
Rahasia Menyempurnakan Bersuci : Panduan Lengkap Sunnah-Sunnah Wudhu Menurut Para Ulama Fikih (Part 1)
Wudhu bukan sekedar ritual pembuka sebelum menunaikan ibadah sholat. Lebih dari itu, bersuci merupakan sarana pembersihan jiwa dan raga yang memiliki kedudukan amat mulia dalam syariat islam. Syariat tidak hanya mengatur rukun atau kewajiban utama dalam berwudhu, melainkan juga menyediakan deretan amalam sunnah untuk melengkapi keutamaan serta menyempurnakan pahala seorang hamba.
Pembahasan mengenai cara menyempurnakan bersuci ini menjadi fokus materi dalam kajian rutin malam Jum’at di masjid Yasmin Rejosari, Rejowinangun, Kotagede. Kajian kitab fikih yang mengupas tuntas sunah-sunah bersuci tersebut disampaikan oleh Mas Abdul Wahid, Pengajar Madrasah Diniyyah Hidayatul Mubtadiin Kotagede, Yogyakarta.
Melalui pemaparannya, beliau menjelaskan bahwa para ulama fikih mencatat bahwa amalan sunnah dalam bersuci sangatlah melimpah. Sebagian ulama bahkan merangkum kesunahan wudhu hingga mencapai 70 amalan. Seluruh amalan ini terbagi secara rapi mulai dari fase sebelum wudhu, saat membasuh dan mengusap setiap anggota badan, hingga doa serta amalan penutup setelah bersuci.
Kesunahan Sebelum Memulai Wudhu
Persiapan sebelum membasuh anggota wudhu menjadi fondasi penting untuk meraih kekhusyukan dan kesempurnaan bersuci. Berikut adalah amalan sunnah yang dianjurkan sebelum masuk ke pembasuhan utama :
- Melafalkan niat sunnah
Sebelum membasuh anggota tubuh, disunnahkan untuk melafalkan niat sunnah wudhu guna menata kesadaran hati.
Lafadz arab : نَوَيْتُ سُنَنَ الْوُضُوءِ
Transliterasi : Nawaitu sunanal wudhlu’i
Arti : “Aku berniat menunaikan sunah-sunah wudhu”
- Membaca basmalah dan ta’awudz
Membaca kalimat thayyibah menjadi awal yang disunahkan dalam setiap perbuatan baik. Tingkat minimal bacaan sukup melafalkan Bismillah (بسم الله ). Adapun tingkatan yang paling sempurna adalah memadukan ta’awudz dan doa perlindungan yang lebih lengkap :
Lafadz arab :
أعوذ بالله من الشيطان الرجيم بسم الله الرحمن الرحيم رب أعوذ بك من همزات الشياطين وأعوذ بك رب ان يحضرون
Transliterasi : ‘audzu billahi minasysyaithanir rajiim, bismillahir rahmaanir rahiim. Rabbi ‘audzu bika min hamazaatisysyayathiini wa ‘audzu bika rabbi an yahdluruun
Arti :”Aku berlindung kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk. Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Ya Tuhanku, aku berlindung kepada-Mu dari bisikan-bisikan setan, dan aku berlindung kepada-Mu ya Tuhanku agar mereka tidak mendekatiku.”
- Bersiwak
Disunnahkan membersihkan gigi menggunakan kayu arak yang dibasahi air dengan tangan kanan, seraya mengucapkan doa khusus :
Lafadz Arab :
اللَّهُمَّ بَيِّضْ بِهِ أَسْنَانِي، وَشُدَّ بِهِ لِثَتِي، وَثَبِّتْ بِهِ لَهَاتِي، وَأَفْصِحْ بِهِ لِسَانِي، وَبَارِكْ لِي فِيهِ، وَأَثِبْنِي عَلَيْهِ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ
Transliterasi : Allahumma bayyidh bihi asnani wa syudda bihi li’ati wa tsabbit bihi lahani wa afshih bihi lisani wa barik li fihi atsibni ‘alaihi yaa arhanar rahimin
Arti : “Ya Allah, dengan siwak ini putihkanlah gigiku, kuatkanlah gusiku, teguhkanlah langit-langit mulutku, fasihkanlah lisanku, berkahilah aku di dalamnya, dan berikan pahala kepadaku atas bersiwak ini, wahai Tuhan yang Maha Penyayang.”
- Membasuh kedua tangan
Membasuh kedua telapak tangan hingga pergelangan dilakukan secara bersamaan sambil membaca doa :
Lafadz arab :
اَللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الْيُمْنَ وَالْبَرَكَةَ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنَ النُّعْمِ وَالْهَلَكَةِ
Transliterasi : allahumma inni as’alukal yumna wal barakata wa ‘audzubika minan nu’umi wal halakah.
Arti : “Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu kebaikan dan keberkahan. Dan aku berlindung kepada-Mu dari keburukan dan kebinasaan.”
- Berkumur (Madhmadhah), Istinsyaq, dan Istinsar
Rangkaian pembersihan rongga mulut dan hidung ini dianjurkan menggunakan tangan kanan untuk memasukkan air dan tangan kiri untuk mengeluarkannya.
Berkumur (madhmadhah) adalah memasukkan air ke dalam mulut menggunakan tangan kanan.
Lafadz doa :
اللَّهُمَّ أَعِنِّي عَلَى تِلَاوَةِ كِتَابِكَ، وَكَثْرَةِ الذِّكْرِ لَكَ، وَثَبِّتْنِي بِالْقَوْلِ الثَّابِتِ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ.
Transliterasi : allahumma a’inni ‘ala tilawati kitabika wa katsratidz dzikri laka wa tsabbit bil qaulits tsabbit fid dun-ya wal akhirah.”
Menghirup air ke hidung (Istinsyaq) adalah memasukkan air ke dalam rongga hidung menggunakan tangan kanan.
Lafadz doa :
اللَّهُمَّ أَرِنِي رَائِحَةَ الْجَنَّةِ وَأَنْتَ عَنِّي رَاضٍ
Transliterasi : allahumma arihni ra’ihatal Jannati wa anta ‘anni raadhin
Arti : “Ya Allah, hirupkanlah padauk aroma surga dan Engkau dalam keadaan ridho kepadaku.”
Mengeluarkan air dari hidung (Istinsar) : menyemprotkan atau mengeluarkan air dari hidung menggunakan tangan kiri.
Lafadz doa :
اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ رَوَائِحِ النَّارِ وَسُوءِ النَّارِ
Transliterasi : allahumma inni a’udzu bika min rawa’ihin nari wa suuin nar.
Arti : “Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari bau busuk neraka dan keburukan tempat tinggal.”
- Mubalaghah dan pengulangan tiga kali
Bagi orang yang sedang tidak berpuasa, disunnahkan melakukan mubalaghah (bersungguh-sungguh) saat berkumur dan istinsyaq. Dalam berkumur, mubalaghah dilakukan hingga air mencapai ujung langit-langit mulut serta tepi gigi dan gusi. Sedangkan dalam istinsyaq, air dihirup dengan napas hingga mencapai pangkal hidung. Seluruh rangkaian persiapan ini disunnahkan diulangi sebanyak tiga kali.
Kesunahan Saat Membasuh Wajah
Membasuh wajah merupakan salah satu rukun wudhu. Namun, dalam pelaksanaannya terdapat sejumlah amalan sunnah untuk menambah kesempurnaan :
Melafalkan niat rukun dan doa membasuh wajah
Bersamaan dengan membasuh wajah, dianjurkan melafalkan niat wudhu beserta doanya:
Lafadz niat :
نَوَيْتُ الْوُضُوءَ لِلصَّلَاةِ
Transliterasi : nawaitul wudhlu’a lish-shalah
Arti : aku berniat wudhu untuk menunaikan shalat.”
Lafadz doa wajah :
اللَّهُمَّ بَيِّضْ وَجْهِي بِنُورِكَ يَوْمَ تَبْيَضُّ وُجُوهُ أَوْلِيَائِكَ، وَلَا تُسَوِّدْ وَجْهِي بِظُلُمَاتِكَ يَوْمَ تَسْوَدُّ وُجُوه أَعْدَائِك
Transliterasi : allahumma bayyidh wajhi binurika yauma tabyadh-dhu wujuhu auliya’ika wa la tusyawwid wajhi bidzulumatika yauma taswaddu wujuhu a’daik.
Arti ; “Ya Allah cerahkanlah wajahku dengan cahayamu pada hari bersinarnya wajah para kekasih-Mu, dan janganlah Engkau suramkan wajahku dengan kegelapan-Mu pada hari suramnya wajah para musuh-Mu.”
Tata Cara dan Ketelitian Membasuh Wajah
Memulai dari atas : mengalirkan air dimulai dari bagian atas dahi/wajah.
Mengambil air bersamaan: mengambil air menggunakan kedua telapak tangan secara bersamaan.
Meneliti sudut mata: meneliti dan membasuh tepi mata bagian dalam yang dekat dengan hidung (al ma’q) serta sudut mata bagian luar (al-lihadz) menggunakan jari telunjuk agar air meresap sempurna.
Mengusap telinga: mengusap kedua telinga saat membasuh wajah guna menghindari perselisihan ulama (khuruj minal khilaf) yang berpendapat bahwa telinga merupakan bagian dari wajah.
Ithalatul ghurrah: membasuh bagian yang melebihi batas wajib wajah dari segala arah sebagai bentuk penyempurnaan
Menggosok (ad-dhalk): menggosokkan tangan ke permukaan anggota wudhu.
Menyelahi jenggot tebal: menyela-nyelahi jenggot atau jambang yang tebal dari arah bawah menggunakan jari-jari tangan kanan dengan air yang baru.
Pengulangan: mengulangi seluruh proses pembasuhan wajah sebanyak tiga kali.
Kesunahan saat membasuh kedua tangan
Membasuh kedua tangan hingga siku memiliki beberapa ketentuan sunnah yang perlu diperhatikan :
- Arah Awal Basuhan
Cara memulai basuhan bergantung pada metode pengaliran air:
Jika mengalirkan air sendiri (seperti mengambil dari gayung/wadah), sunnah dimulai dari kedua telapak tangan menuju siku.
Jika air dialirkan oleh orang lain atau melalui keran, disunnahkan memulai pembasuhan dari siku.
Perbedaan pendapat ulama (khilafiyah)
Menurut Imam al-Ramli, tata cara diatas berlaku sesuai kondisi aliran air. Sementara itu, menurut Ibnu al-Haitami, secara mutlak tetap disunnahkan untuk selalu memulai pembasuhan dari ujung jari-jari tangan maupun kaki.
Saat membasuh tangan kanan, disunnahkan membaca doa:
Lafadz arab:
اللَّهُمَّ أَعْطِنِي كِتَابِي بِيَمِينِي، وَأَدْخِلْنِي الْجَنَّةَ بِغَيْرِ حِسَابٍ
Transliterasi : allahumma a’thini kitabi biyamini wa adhkhilnil jannata bighairi hisab.
Arti : “Ya Allah, berikanlah buku catatan amalku pada tangan kananku, dan masukkanlah aku ke dalam surga tanpa hisab.”
Saat membasuh tangan kiri, disunnahkan membaca doa:
Lafadz arab:
اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ أَنْ تُعْطِيَنِي كِتَابِي بِشِمَالِي أَوْ مِنْ وَرَاءِ ظَهْرِي.
Transliterasi: allahumma inni a’udzu bika an tu’thiyani kitabi bisyimali au min wara’i dhahri
Arti: “Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari Engkau berikan buku catatan amalku pada tangan kiriku atau dari belakang punggungku.”
- Menyempurnakan Basuhan Tangan
Mendahulukan yang kanan (At-Tayamun): membasuh tangan kanan terlebih dahulu sebelum tangan kiri.
Menggosok : menggosokkan tangan pada bagian yang dibasuh
Cara paling utama menyela-nyela jari-jari: adalah dengan at-tasybik, yaitu memasukkan jari-jari tangan satu ke sela-sela jari tangan lainnya.
Meluaskan basuhan (Ithalatul Hujjah): meratakan basuhan hingga mencapai seperempat lengan atas, dan tingkat yang paling sempurna adalah sampai ke Pundak.
Menggerakkan cincin: menggerak-gerakkan cincin yang longgar agar air lebih mudah mengalir. (catatan: jika cincin terlalu ketat sehingga menghalangi sampainya air ke kulit, maka menggerakkan atau melepaskannya hukumnya menjadi wajib).
Berturut-turut (muwalah): sambung-menyambung tanpa jeda lama antara membasuh wajah dan membasuh tangan.
Pengulangan: mengulangi basuhan masing-masing sebanyak tiga kali.
Tamatan Fakultas Syariah dan Hukum yang lumayan aktif menulis isu hukum Islam dan sosial. Saat ini mengajar di madrasah diniyah dan gemar membaca kitab klasik serta menjadi pengurus MUI bidang dakwah
