Halal Bihalal Jadi Awal Santri Kembali Thalabul Ilmi

Sumber: Dokumentasi Media Pondok

Alarm berbunyi, memberi tanda bahwa liburan berakhir dan sudah saatnya para santri kembali. Malam itu (7/4), mereka berkumpul memenuhi Pendopo Al-Khadijah, mengikuti halal bihalal sekaligus pembukaan kegiatan pondok pesantren. Turut hadir pula Ibu Nyai Hj. Barokah Nawawi dan Agus Minanullah, sementara Abah KH. Munir Syafaat sedang dalam masa pemulihan setelah terapi.

Para santri Pondok Pesantren Hidayatul Mubtadi-ien (PPKHM) dan Pondok Pesantren Nurul Ummah Putri (PPNU-Pi) menyimak acara dengan khidmat. Setelah dibuka oleh master of ceremony, Kang Masrur Radhif (lurah PPKHM) sebagai perwakilan santri putra dan putri mulai membacakan ikrar halal bihalal. Selain memohon maaf atas segala kesalahan dan kekhilafan, ia juga mengingatkan bahwa momen malam itu hendaknya digunakan untuk meningkatkan kualitas semangat dan ghiroh dalam menuntut ilmu.

Ibu Nyai kemudian menyampaikan dawuh di hadapan para santri. Beliau menyampaikan kepada segenap pengurus pondok putra dan putri, jajaran SMP dan SMA Islam Darussalam, serta seluruh santri, baik siswa maupun mahasiswa. Dalam dawuhnya, beliau mewakili segenap keluarga besar menyampaikan selamat Hari Raya Idulfitri, sekaligus memohon maaf atas segala kesalahan dan kekhilafan.

Beliau berharap, momen saling memaafkan pada malam itu dapat menjadi jalan turunnya ridha Allah SWT dalam setiap langkah thalabul ‘ilmi, nasyru ‘ilmi, serta dalam menjalankan berbagai amanah di lingkungan pondok pesantren dan kehidupan sehari-hari. Selain itu, beliau juga mendoakan agar pertemuan tersebut membawa tambahan rahmat, taufik, dan keberkahan, serta kemudahan dalam setiap urusan, baik bagi para santri maupun keluarga mereka.

Lebih lanjut, beliau menekankan pentingnya menjaga semangat dalam beribadah, berkhidmat, dan menuntut ilmu. Harapannya, para santri senantiasa diberi kekuatan dan kesehatan untuk terus berjuang meraih cita-cita, serta mampu mewujudkan harapan para pengasuh, muassis, dan orang tua. Dalam prosesnya, nilai-nilai tawāṣau bil-aqq wa tawāṣau biṣ-ṣabr juga diharapkan terus hidup di tengah kehidupan santri, saling menguatkan dalam kebaikan dan kesabaran.

Beliau juga mengingatkan sebuah hadis Nabi SAW, bahwa siapa yang hari ini sama dengan hari kemarin tanpa ada peningkatan, maka termasuk orang yang merugi. Pesan ini menjadi penegas agar setiap santri terus berupaya memperbaiki diri, menjaga istiqamah, serta bersungguh-sungguh dalam riyadhah dan mujahadah melawan hawa nafsu.

Di akhir dawuhnya, beliau mengajak seluruh santri untuk senantiasa berjuang meraih ridha Allah SWT, yang juga sejalan dengan ridha orang tua dan para guru. Dengan semangat tersebut, diharapkan para santri dapat tumbuh menjadi pribadi yang bermanfaat, tidak hanya bagi dirinya sendiri, tetapi juga bagi agama, masyarakat, dan bangsa.

Setelah penyampaian dawuh dari Ibu Nyai, acara dilanjutkan dengan mujahadah yang berlangsung khusyuk, lalu ditutup dengan doa bersama.

Selanjutnya, acara dilanjutkan dengan penyampaian pengumuman kepada para santri. Sebagai penutup, seluruh hadirin mengikuti sesi mushafahah, saling bersalaman dan bermaafan, sebelum akhirnya rangkaian kegiatan malam itu resmi ditutup oleh MC, menandai dimulainya kembali aktivitas santri di pondok.

Penulis: Adhwa N | Editor: S. Khoirunnisa

Tinggalkan Balasan