Resmi Diterjunkan! 16 Srikandi Nurul Ummah Putri Siap Sukseskan Pesantren Kilat Ramadhan di 7 Titik Bantul

Sumber: Dokumentasi Pribadi

Sebanyak 16 santriwati Pondok Pesantren Nurul Ummah Putri resmi diterjunkan dalam program Pesantren Kilat Ramadhan (PKR) pada 17 Februari 2026. Agenda penerjunan ini menjadi penanda dimulainya pengabdian di tujuh titik wilayah Kabupaten Bantul selama 20 hari, terhitung sejak 1 hingga 20 Ramadhan.

Dengan balutan jas merah merona dan jilbab kebanggaan khas PP Nurul Ummah Putri, para santri mengikuti prosesi pelepasan dengan penuh khidmat. Mereka menyimak pesan dari pengasuh, Ibu Nyai Barokah Nawawi, yang menekankan pentingnya menjaga sikap selama berada di tengah masyarakat.

Dalam pesannya, beliau mengingatkan bahwa santri membawa nama baik pondok dan identitas sebagai penuntut ilmu agama. Hal-hal yang mungkin dianggap biasa ketika dilakukan orang lain, bisa menjadi sorotan berbeda ketika dilakukan oleh seorang santri.

“Semampu kita bukan berarti semau kita, tapi memaksimalkan apa yang bisa kita upayakan.”
— Ibu Barokah Nawawi

Beliau juga menegaskan agar para santri benar-benar memanfaatkan kesempatan pengabdian ini secara maksimal, baik untuk belajar maupun memberi manfaat.

Ketua Panitia PKR, Ibu Siti Mutamainnatus S. S.Mat, turut menyampaikan harapannya agar setiap posko mampu memberi warna Ramadhan yang berbeda di masyarakat.

“Harapannya semua posko itu mengesankan atau Ramadhan akan terasa berbeda kalau tidak ada anak-anak PKR. Di sana mereka meninggalkan gebrakan atau peninggalan baru. Mungkin anak-anak atau masyarakatnya bisa lebih bersemangat.”

Menariknya, beberapa dukuh bahkan secara khusus meminta agar santri diterjunkan di wilayah mereka. Pada awalnya, program ini direncanakan hanya di empat lokasi. Namun karena antusiasme masyarakat yang merasakan manfaat kegiatan seperti tausiyah, shalawatan, dan berbagai aktivitas Ramadhan lainnya, jumlah lokasi bertambah menjadi tujuh titik.

Program ini juga menjadi bagian dari upaya melanjutkan syiar Abah dan Ibu, sekaligus menghidupkan tradisi dakwah dan pengabdian pesantren di tengah masyarakat.

Selain harapan dari ketua panitia, para peserta PKR juga mengungkapkan perasaan mereka menjelang penerjunan. Vina Fauzia yang diterjunkan di Tegalrejo, Bantul, mengaku memiliki perasaan antara senang dan haru.

“Campur aduk antara seneng dan sedih. Sedih karena ini pertama, takut harapan orang-orang ketinggian. Kita juga nyambi, nggak bisa full di sana karena sambil kuliah, ada yang kerja juga, jadi rasanya belum optimal. Tapi senengnya, Ramadhan ini jadi bisa ngalap berkah lebih banyak.”

Ia berharap program berjalan lancar dan warga merasa terbantu dengan kehadiran para santri.

Sementara itu, Ivvatul Iftitah yang diterjunkan di Lemah Rubuh, Bantul, mengaku sangat antusias.

“Sangat excited dan senang sekali. Bisa membawa perubahan dan berbaur dengan masyarakat. Di sana dulunya ada kajian kewanitaan, dan niatnya mau melanjutkan lagi.”

Berbekal semangat pengabdian dan doa restu para pengasuh, 16 Srikandi Nurul Ummah Putri siap menebar manfaat, menghadirkan Ramadhan yang lebih bermakna, serta meninggalkan jejak kebaikan di setiap titik-titik pengabdian.

Penulis : Indi Rida Anjani |  Editor : Nuril

Tinggalkan Balasan