Satu Mobil Bersama Abah, Bagaimana Rasanya?
Sumber: Dokumentasi pribadi penulis
Waktu itu, saya tidak menyangka akan duduk satu mobil bersama Abah dan Kang Yuskhi, yang kala itu masih menjabat sebagai Lurah Pondok Pesantren Kotagede Hidayatul Mubtadi-ien, menuju Salatiga.
Perjalanan Yogyakarta–Salatiga cukup jauh. Waktunya sekitar dua jam, kiranya cukup lama untuk menamatkan satu film. Formasi dalam mobil adalah Kang Yuskhi jadi sopir, Abah duduk di tengah, sedangkan saya yang tidak bisa nyetir ini ambil posisi di samping sopir, jadi “kernet”.
Sejujurnya, keikutsertaan saya ini tanpa rencana sebelumnya. Kang Yuskhi tiba-tiba saja mengajak, “Ayo Dik, melu nggone Kang Fadhil, ro Abah (Ayo Dik, ikut ke tempat Kang Fadhil, sama Abah).” Sebagai santri yang baik dan kebetulan sedang tidak sibuk, tidak enak rasanya kalau menolak ...

