
Sumber: Dokumentasi pribadi
Another day menuju penghujung Januari 2026 kita dihadirkan potensi perkiraan cuaca yang terbilang tidak stabil. Seperti sabtu, 24/01/26 kemarin, salah satu bagian yang terdampak adalah parkiran pondok putri yang bisa dibilang kondisinya menjadi cukup kocar-kacir. Pasalnya atap asbes penutup teratag parkiran berhasil dibuat terbang kemana-mana dengan beberapa bagian yang bahkan sampai bengkok akibat tertiup angin kencang. Beberapa besi penyangga teratag juga sudah ada yang jatuh menimpa motor-motor di bawahnya sehingga menyebabkan beberapa motor beset-beset.
Hal ini jadi memunculkan sebuah pertanyaan, Kenapa akhir-akhir ini angin bertiup lebih kencang daripada biasanya ya?. Dan untuk menjawab itu berikut beberapa rangkuman informasi dari beberapa sumber dan siaran BMKG.
Kondisi angin kencang yang dirasakan di banyak wilayah Indonesia ini menurut BMKG dipicu oleh kombinasi beberapa fenomena atmosfer. Salah satu faktor utama adalah peningkatan aktivitas Monsun Asia. Apa itu monsun Asia? Singkatnya begini bayangkan angin seperti sungai di udara. Kadang angin mengalir dari timur ke barat, atau dari barat ke timur. Nah, angin yang punya jadwal rutin dan berpengaruh besar pada cuaca di wilayah khatulistiwa, itu namanya angin monsun. Nah angin musim dari daratan Asia ini yang membawa massa udara basah melintasi ekuator ke arah Indonesia. Saat monsun Asia ini aktif dan kuat, aliran angin basah dari utara semakin intens, sehingga mempercepat kecepatan angin dan meningkatkan potensi hujan lebat di sebagian besar wilayah Indonesia.
Selain itu, terdapat bibit siklon tropis yang terbentuk di Samudra Hindia selatan Indonesia, yakni sistem tekanan rendah yang dapat menarik udara dari sekitarnya. Tarikan udara kuat dari sistem ini memperkuat hembusan angin di daratan Indonesia, terutama di Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara yang berada dekat dengan pusat sirkulasi. Interaksi antara monsun Asia yang menguat dan sistem bibit siklon inilah yang menjadi salah satu penyebab utama angin kencang yang terjadi dalam periode tersebut.
Sehingga dampak yang mungkin dirasakan masyarakat antara lain hujan sedang hingga lebat, yang dapat disertai angin kencang dan petir. Kondisi ini meningkatkan risiko genangan air, banjir lokal, serta pohon tumbang, terutama di daerah yang memiliki sistem drainase kurang baik atau vegetasi rapuh.
Secara keseluruhan, dengan potensi cuaca yang tidak stabil ini kita bisa lebih meningkatkan kewaspadaan, memantau informasi cuaca terkini dari BMKG, serta mengantisipasi potensi cuaca ekstrem. Kesiapsiagaan menjadi kunci agar dampak buruk dari kondisi cuaca ini dapat diminimalkan.
Dan seperti halnya prakiraan, bisa saja ini berubah sesuai dengan aktivitas atmosfer yang ada ya. Sekian, semoga bermanfaat dan stay safe selalu yaa.
Penulis: Diah Nur Asih | Editor: Deri
