
Nupiperss – Pondok Pesantren Kotagede Hidayatul Mubtadi-ien, Pondok Pesantren Nurul Ummah Putri, dan jamaah Bumi Mentaok menggelar doa bersama pada malam Rabu Wekasan, Selasa (19/08). Kegiatan tersebut dilaksanakan di area pendopo Al-Khadijah, usai menunaikan shalat magrib berjamaah.
Tradisi Rabu Wekasan sendiri telah lama hidup di tengah masyarakat pesantren dan kalangan Nahdliyin. NU Online menjelaskan bahwa istilah Rabu Wekasan merujuk pada Rabu terakhir bulan Safar. Dalam sejumlah kitab, di antaranya Fathul Malik al-Majid karya Syekh Ahmad ad-Dairabi, disebutkan bahwa pada hari tersebut Allah menurunkan 320.000 bala. Karena itu, umat dianjurkan memperbanyak amalan ibadah, doa, zikir, sedekah, maupun silaturahmi sebagai bentuk ikhtiar tolak bala. Di berbagai daerah, amalan yang dilakukan mencakup shalat sunnah empat rakaat dengan bacaan khusus, doa bersama, tahlil, hingga pengajian.
Rangkaian amaliyah malam itu dipimpin oleh Zainal Arifin mewakili pengasuh pondok, K.H. Munir Syafaat, yang berhalangan hadir karena masih dalam masa pemulihan. Dimulai dengan shalat magrib berjamaah, kegiatan dilanjutkan dengan shalat sunnah mutlak yang terdiri dari empat rakaat dua salam. Pada setiap rakaat, surah yang dibaca setelah surah Al-Fatihah adalah surah Al-Kautsar sebanyak tujuh belas kali, surah Al-Ikhlas sebanyak lima kali, serta surah Al-Falaq dan An-Nas masing-masing sebanyak satu kali. Usai empat rakaat shalat sunnah ditunaikan, hadirin bersama-sama membaca doa. Setelahnya, Zainal mengajak seluruh jamaah mengisi waktu menunggu isya dengan membaca tahlil dan bersholawat.
Salah satu santri putri, Naila Shofwatin Niswah, menyampaikan bahwa tradisi ini memiliki makna spiritual yang mendalam. “Tradisi Rabu Wekasan ini menambah sarana untuk berzikir mengingat Allah,” ujarnya.
Suasana ibadah semakin syahdu ditemani rintik hujan yang turun sejak sore hari. Irama tetesan air seakan menambah kesejukan dan kedamaian hati. Sebagai penutup, para santri menikmati jahe hangat dan camilan sederhana yang telah disediakan. Kebersamaan malam itu tidak hanya terikat dalam doa, tetapi juga dengan kehangatan kebersamaan.
Reporter : Azki | Editor : Nayla Sya
