Esai

Ki Hajar Dewantara dan Paulo Freire: Pendidikan yang Menindas atau Membebaskan?
Esai

Ki Hajar Dewantara dan Paulo Freire: Pendidikan yang Menindas atau Membebaskan?

Sumber: Generate AI Di Indonesia, relasi pendidikan sering kali berjalan secara timpang. Penelitian Piter dan Mitan (2020) menunjukkan bahwa sistem pendidikan di Indonesia masih cenderung menggunakan model pembelajaran yang berpusat pada guru (teacher-centered learning), yakni guru diposisikan sebagai sumber utama pengetahuan dan murid lebih banyak menerima informasi secara pasif. Akibatnya, anak hanya ditempatkan sebagai penerima arahan tanpa memiliki ruang yang cukup untuk menyampaikan pendapat dan mengembangkan dirinya secara bebas. Fenomena tersebut  menarik kembali diskusi tentang hakikat pendidikan. Pendidikan seharusnya tidak hanya dipahami sebagai proses penyampaian ilmu pengetahuan saja, tetapi juga sebagai proses memanusiakan manusia. Oleh karena itu, penting untuk mel...
Apa pun Tentang Film Pesta Babi
Esai, Opini

Apa pun Tentang Film Pesta Babi

Sumber: Jubi.id Jagad maya kembali lagi ramai dengan perbincangan hangat mengenai sebuah tontonan yang mampu membuat resah pemerintah, bahkan beberapa pengusaha. Tidak se-konyol paranoid terhadap anime One Piece yang terjadi tahun lalu. Kali ini, sebuah film dokumenter yang cukup serius berhasil mendokumentasikan gambaran kolonialisme yang masih eksis pada era modern ini di Indonesia, tepatnya di tanah Papua. Secara ironis, bukan lagi bangsa lain yang bisa kita gugat atau harus dilawan. Siapakah yang harusnya bertanggung jawab atas kolonialisme yang terjadi di tanah Papua? Film “Pesta Babi” yang akan menjawab dan menjelaskannya secara mendalam. TENTANG FILM Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita adalah film dokumenter investigatif hasil kolaborasi dua sutradara lintas generasi,...
Hikmah Susu di Antara Darah dan Kotoran, Harapan di Tengah Zaman yang Mengguncang
Esai

Hikmah Susu di Antara Darah dan Kotoran, Harapan di Tengah Zaman yang Mengguncang

(Sumber: magnific.com/author/nikitabuida) وَإِنَّ لَكُمْ فِى ٱلْأَنْعَـٰمِ لَعِبْرَةً ۖ نُّسْقِيكُم مِّمَّا فِى بُطُونِهِۦ مِنۢ بَيْنِ فَرْثٍ وَدَمٍ لَّبَنًا خَالِصًا سَآئِغًا لِّلشَّـٰرِبِين۝٦٦ َ “Dan sungguh, pada hewan ternak itu benar-benar terdapat pelajaran bagimu. Kami memberimu minum dari apa yang ada dalam perutnya, dari antara kotoran dan darah, berupa susu yang murni, yang mudah ditelan bagi orang yang meminumnya." (QS. An-Nahl [16]: 66) Mungkin kita sudah tahu bahwa masalah datang bertubi-tubi di negeri kita tercinta, misalnya pada Januari 2026, nilai tukar rupiah mendekati Rp17.000 per dolar AS akibat kepanikan investor asing terhadap defisit anggaran yang kian melebar, sementara penerimaan pajak 2025 hanya terealisasi 87% dari target sehingga defisit APBN nyaris meny...
Makan Bergizi Gratis Mengubur Kesejahteraan Guru Honorer
Esai, Opini

Makan Bergizi Gratis Mengubur Kesejahteraan Guru Honorer

(Ilustrasi: gambar hasil generate AI) Dalam dunia pendidikan, guru menjadi pionir penting dalam membantu jalannya suatu pembelajaran. Menurut Kyriacou (2009) terdapat dua unsur pokok dalam pembelajaran yang efektif, yakni guru harus memiliki suatu gagasan yang jelas mengenai tujuan belajar yang diharapkan serta pengalaman belajar yang direncanakan dan disampaikan dapat tercapai. Dua unsur tersebut memiliki kaitan yang erat dengan seorang guru. Guru memiliki tugas untuk menciptakan pembelajaran yang efektif bagi peserta didik, mendidik, melatih, serta membimbing peserta didik dalam proses belajarnya. Terkadang seorang guru juga memiliki tugas tambahan dalam lembaga kependidikan, apabila guru tersebut mengemban amanah lain yang diberikan kepadanya seperti menjadi seorang kepala sekolah...
Semakin Pandai, atau Semakin Merasa Pandai?
Opini

Semakin Pandai, atau Semakin Merasa Pandai?

Sumber: Dokumentasi pribadi Catatan di Tepi Zaman yang Kehilangan Rumongso Tidak pernah dalam sejarah manusia, informasi sebanyak ini bisa diakses semudah ini. Satu ketukan jari dan kamu bisa membaca laporan ilmiah dari universitas terkemuka di dunia. Satu scroll pendek dan kamu sudah "tahu" tentang konflik geopolitik, teori fisika kuantum, atau resep masakan tradisional dari negeri yang belum pernah kamu kunjungi. Kita hidup di puncak gunung informasi. Yup! Abad ke 20. Tapi anehnya, justru di puncak inilah kita mulai kehilangan sesuatu yang jauh lebih tua dari teknologi, yakni kemampuan untuk merasa belum tahu. Di akhir penghujung tahun 2025, untuk pertama kalinya secara masif, ketika ramainya berita tentang peperangan antara Iran dengan Amerika Serikat, manusia tidak bisa ...
Sparks yang Tak Pernah Padam: Percikan Kecil sebagai Tumpuan Pertahanan
Esai, Opini

Sparks yang Tak Pernah Padam: Percikan Kecil sebagai Tumpuan Pertahanan

Sumber: LPDP (2025) Tulisan ini merupakan bagian dari E-Book Antologi Mental Resilience Awardee LPDP 2025 bertajuk “Cerita Awardee: Bangkit Demi Mimpi dan Misi”. Lebih dari sekadar kumpulan kisah, buku ini adalah ruang bersama bagi para pejuang yang pernah jatuh, patah, dan hampir menyerah, namun memilih untuk tetap melangkah. Kisah ini bukan hanya tentang saya, tetapi juga tentang banyak orang hebat lainnya yang berani mengambil keputusan untuk terus maju, hingga akhirnya dipertemukan dalam satu keluarga besar, yaitu Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Berasal dari latar belakang dan perjuangan yang berbeda, kami dipersatukan oleh satu tujuan yang sama, yakni memperjuangkan pendidikan. Belakangan ini, media sosial ramai membicarakan tentang sparks, percikan kecil yang membuat sese...
Awal Waktu Itu Perlu, Bukan Sekadar ‘Kalau nggak kesusu’
Opini

Awal Waktu Itu Perlu, Bukan Sekadar ‘Kalau nggak kesusu’

Sumber: Pinterest Satu hal yang sempat terlintas di benak kala lagi kritis-kritisnya dengan kehidupan adalah tentang bagaimana membuktikan kepada dunia bahwa gen Z itu sholat subuhnya nggak jam 6, sholat dzuhurnya nggak jam 2, sholat asharnya nggak jam 5, dan sholat maghribnya nggak jam 7. Saya serahkan ke pembaca mau meneruskan sampai bawah atau tidak, yang jelas, ini akan berisi hal-hal sok iya dengan maksud utama refleksi pribadi. Pertanyaannya, kenapa ingin membuktikan? Kalau dikatakan gengsi mungkin bisa jadi. Ternyata diri ini masih punya sisi ingin menjaga citra baik terlebih karena membawa label seorang santri. Atau mungkin malu juga. Karena ada suatu waktu ketika merasa dibandingkan dengan orang tua yang lebih disiplin dalam hal sholat di awal waktu. Meskipun zaman sekarang ...
Harga Bersahabat, Rasa Juara: Rekomendasi Pecel Lele Ala Santri Nurul Ummah Putri di Kotagede
Opini

Harga Bersahabat, Rasa Juara: Rekomendasi Pecel Lele Ala Santri Nurul Ummah Putri di Kotagede

Sumber: Pinterest Pecel lele adalah salah satu makanan yang digemari warga Jogja dan sudah menjamur dimana-mana. Penyebutan nama pecel lele sendiri sangat beragam seperti penyetan, bakaran, lalapan dan bahkan warung lamongan. Jika kamu berkunjung ke Jogja dan khususnya Kotagede, beberapa warung berikut menyediakan menu dengan khas goreng dan bakar, makanan ini sangat direkomendasikan untuk dikunjungi. Rekomendasi ini berdasarkan pengalaman para santri Nurul Ummah Putri yang kebetulan bingung untuk membeli makanan dan ujung-ujungnya adalah warung pecel lele. Jika kamu seorang santri dan kebetulan termasuk kaum mendang mending, coba kunjungi beberapa warung berikut: Pecel Lele Mas Bro Pecel lele mas bro merupakan warung yang sangat recommended untuk dicoba. Pecel lele ini bertempa...
Pendidikan dan Literasi: Bekal Perempuan dalam Berperan
Esai, Opini

Pendidikan dan Literasi: Bekal Perempuan dalam Berperan

Sumber: Generated AI “Pendidikan bukan hanya tentang gelar, tetapi juga cara berpikir dan mengambil tindakan.” Kalimat ini disampaikan oleh Lurah Pondok Pesantren Nurul Ummah Putri dalam sebuah pembuka agenda talkshow interaktif, dan menjadi penegasan bahwa pendidikan bukan sekadar capaian akhir, melainkan proses panjang yang membentuk kesadaran dan sikap. Pemikiran tentang pendidikan dan literasi digital, sebagaimana disampaikan oleh Prof. Alimatul Qibtiyah, menunjukkan bahwa dua hal ini merupakan fondasi penting bagi perempuan di tengah arus informasi yang serba cepat dan viral. Pendidikan memberi kerangka berpikir, sementara literasi membantu memilah, memahami, dan merespons informasi secara kritis. Ṭalabul ‘ilmi farīḍatun ‘alā kulli muslimin wa muslimatin (طلب العلم فريضة على ...
Musibah: “Hadiah Eksklusif” bagi Manusia yang Gemar Maksiat?
Esai, Opini

Musibah: “Hadiah Eksklusif” bagi Manusia yang Gemar Maksiat?

https://pngtree.com Penulis: Muhammad Fatih | Editor: Adhwa Nala Desember, D-nya “ditinggal ndekne pas lagi serius-seriuse ngapalke 1002 bait alfiyah” (di-ghosting doi tatkala serius menghafal 1002 bait alfiyah), masyaallah tabarakallah hehe. Kalau dalam peribahasa Jawa, Desember memiliki arti “deres-derese sumber” (deras-derasnya sumber/mata air). Seperti yang kita tahu, bulan Desember sudah pasti dihiasi miliaran tetes air hujan yang mengguyur manusia-manusia hopeless romantician dengan seribu quotes galaunya. Sedang bagi beberapa manusia yang lain, hujan di bulan Desember menjadi sebuah alarm akan datangnya musibah tahunan yang selalu menghantui mereka. Tragedi Beberapa waktu yang lalu, komplek belakang Ponpes Kotagede Hidayatul Mubtadi-ien ikut runtuh bersama derasnya hujan...