Artikel

Catatan Seminar Santri: Mengupas Rabithah Ruhiyah di Pesantren
Berita, Feature

Catatan Seminar Santri: Mengupas Rabithah Ruhiyah di Pesantren

Sumber: Media Pondok Ketenangan pikiran tak hanya lahir dari belajar, tetapi juga dari hubungan batin antara santri dengan guru. Itulah salah satu insight yang bisa diambil dari seminar bertajuk “Memperkuat Koneksi Spiritualitas (Rabithah Ruhiyah) Santri dan Guru di Pesantren”, Kamis malam (27/11) lalu. Acara ini digelar di Pendopo Al-Khadijah dengan mengundang salah satu alumni PP. Nurul Ummah Putri, yakni Ibu Hj. Iffat, Lc., M.Ag. Tabuhan seperangkat rebana oleh hadroh Azkiya Syakira tetap setia mengawali acara. Pukul 20.22, Ahyana Etika Muliani sebagai master of ceremony memulai rangkaian acara dengan piawai. Setelah dibuka dengan bacaan basmalah, acara dilanjutkan dengan penyampaian sambutan oleh Ibu Sabyla Mafaticha Rizki. Dalam sepatah dua patah katanya, beliau m...
Di Bawah Derai Hujan
Cerpen, Sastra

Di Bawah Derai Hujan

AI Generate Di antara temaram cahaya lampu jalan dan senyapnya sudut kota, di bawah hujan deras yang tak kunjung reda, seorang gadis berjas hujan dengan ransel besar di punggungnya tampak berjalan seorang diri, seolah menikmati setiap tetes hujan yang jatuh malam ini. --- Dingin, satu kata mewakili seluruh rasaku hari ini.  Meski paham bahwa berharap pada makhluk hanya berujung kecewa, tetap saja aku mengulanginya, lagi dan lagi. Malam ini di bawah air hujan yang mengguyur deras, ku gali memori tentang semua kelalaianku dalam beberapa hari yang telah kujalani, kusadarkan kembali hati ini akan nikmat yang telah Tuhanku berikan juga kesalahan mana lagi yang tak boleh ku ulangi. Percayalah pada perkataan, “Jangan melihat orang yang berada di atasmu, lihatlah orang yang berada d...
5 Alasan Santri Meng-Hide Status Media Sosial dari Keamanan Pondok
Bilik Santri

5 Alasan Santri Meng-Hide Status Media Sosial dari Keamanan Pondok

Ilustrasi: gambar hasil generate AI Di pondok pesantren, kehidupan santri diatur dengan cukup rinci. Mulai dari jadwal ngaji kitab, piket cuci piring, sorogan Al-Qur’an, sampai hal sesederhana kapan boleh main HP. Tapi ada satu hal yang nggak bisa sepenuhnya diatur oleh pesantren, yakni isi status media sosial, termasuk WhatsApp.  Walau tampak sepele, status bisa jadi bumerang yang rumit. Ada pesan yang ingin dibagi, tapi juga takut salah tafsir. Ada perasaan yang ingin dicurahkan, tapi khawatir malah dianggap “nggak pantas”. Maka, muncullah strategi rahasia khas santri era digital: meng-hide status dari keamanan pondok.  Bukan karena ingin melanggar, tapi kadang hanya butuh sedikit ruang untuk jadi diri sendiri tanpa harus merasa diawasi. Mari kita bahas lima alasan ...
Naik Motor Dulu, Baru Kuliah
Bilik Santri

Naik Motor Dulu, Baru Kuliah

Sumber: pinterest.com / Mahesa Fauzi R Awal bulan Agustus tiga tahun lalu, salah satu universitas ternama di Yogyakarta menggelar masa orientasi mahasiswa. Saya yang dulu rencananya (baca: kepinginnya) turut serta, ternyata hanya bisa memantau dari cerita teman-teman SMA. Sebenarnya tidak sedih-sedih amat, sih. Karena saya sendiri juga menyadari betapa kurang siapnya nanti jika sudah harus menjadi mahasiswa. Lha wong belum bisa naik motor, kok. Memang, tak ada persyaratan bagi mahasiswa baru terkait kemampuan berkendara. Hanya saja, sebagai warga Jogja yang daerahnya lumayan pelosok, kemampuan itu sangat diperlukan. Apa lagi kalau bukan untuk ngelaju pulang pergi rumah-kampus? Secara, jarak yang perlu ditempuh sendiri hampir dua puluh kilometer. Mau ngonthel ya ngelu, ojek online dom...
Ara, Luka, dan Alzhaimer
Cerpen, Sastra

Ara, Luka, dan Alzhaimer

Sumber: Pinterest.com/Mariati Kenalkan, aku Petaloka. Seorang santri biasa yang ingin membagikan sebuah kisah luar biasa. Sebuah kisah tentang seseorang dengan segudang permasalahan hidup, namun masih bisa tampil layaknya manusia paling bahagia sedunia.  Kisah ini kupersembahkan untuknya, untuk ia yang begitu baik padaku, dan untuk ia yang tak pernah Lelah membersamaiku dalam kebaikan. Namanya Ara, kami adalah teman akrab satu kamar di pesantren. Di seluruh lingkungan pesantren, ia adalah sinonim dari kata cemerlang. Piala-piala olimpiade bahasa Arab, deretan sertifikat tahfiz Al-Qur'an, dan nilai ujian yang selalu sempurna. Ia juga yang paling sibuk. Pagi kuliah, siang mengajar privat online untuk membiayai kuliahnya, sore mengaji, dan malam menulis jurnal. Begitulah Ara, ia...
Cerita Joko Bodo yang Nggak Bodo-Bodo Amat
Cerpen, Sastra

Cerita Joko Bodo yang Nggak Bodo-Bodo Amat

Sumber: Generated AI Pada zaman dahulu, ada seorang laki-laki bernama Joko Bodo. Ia sedang merasa bosan dengan hidupnya yang gitu-gitu aja. Duduklah ia di atas batu besar yang berada di tengah sungai untuk mencari kedamaian. Sambil memandang ke bawah, ia bergumam: “Kuat sekali, ya, batu besar ini. Bahkan, jika ada sepuluh sumo yang berada di atasnya, pasti tetap kuat dan tidak akan hancur. Pengin, deh, jadi batu.” Clinggg! Seketika, berubahlah Joko Bodo menjadi batu besar yang kokoh. “Wah, aku sudah berubah jadi batu! Lho, ternyata air lebih kuat dibanding batu. Buktinya, air dapat mengikisku perlahan-lahan. Sekarang, aku pengin jadi air aja, deh,” ucapnya. Saat Joko Bodo berubah menjadi air, ia berubah pikiran. “Awan sangat unik, ya? Ternyata awan berasal dari air yang m...
Istiqomah Itu Mudah: Belajar Istiqomah dari Berjama’ah
Esai, Opini

Istiqomah Itu Mudah: Belajar Istiqomah dari Berjama’ah

Dokumentasi: Tim MDC PPNU Pi اَلْإِسْتِقَامَةُ خَيْرٌ مِـنْ اَلْفِ كَــرَامَةٍ "Istiqomah lebih baik daripada seribu karomah" Salah satu bagian dari akhlak mulia dan ajaran fundamental dalam Islam yang harus dipegang teguh oleh seorang muslim adalah istiqomah. Istiqomah merupakan suatu sikap teguh pendirian dan konsisten dalam menjaga keyakinan serta menjalankan perintah Allah SWT dan menjauhi larangan-Nya secara terus-menerus. Dalam konsep kita diajarkan bahwa suatu perkara kecil yang dilakukan secara konsisten dan terus-menerus akan lebih bermakna dan berdampak daripada melakukan suatu perkara yang besar tanpa adanya konsistensi. Istiqomah juga merupakan salah satu prinsip dalam agama Islam sekaligus bentuk implementasi dari keimanan yang tertanam di dalam hati. Ketika seseor...
Di Balik Kalender yang Penuh, Ada Aku yang Hampir Runtuh
Artikel, Bilik Santri

Di Balik Kalender yang Penuh, Ada Aku yang Hampir Runtuh

Jam dinding pondok menunjukkan jam sudah melewati pukul sebelas malam. Jalan menuju Pendopo Al Khodijah Pondok Pesantren Nurul Ummah Putri mulai terasa sepi. Dari kamar-kamar, hanya suara lembut lantunan hafalan santri yang terdengar di telinga.  Tapi di salah satu sudut Pendopo Al Khodijah, Ama sedang duduk bersila sambil menatap layar laptopnya yang masih menyala. Dengan mata yang dipenuhi dengan kantuk yang sangat berat dan ditemani dengan dinginnya susu stroberi—minuman kesukaan Ama. Ia masih membuka laptopnya untuk mencatat hasil berbagai rapat yang telah ia ikuti satu hari ini. “Padahal, aku udah niat buat tidur cepat malam ini,” gumamnya lirih, lalu ia tersenyum kecil. “Tapi ya… rapat rapat rapat.” Ama merupakan salah satu mahasiswa baru di salah satu kampus negeri di ...
Perpustakaan An-Nabil Apresiasi Karya Mading Terbaik dalam Edisi Maulid Nabi
Berita

Perpustakaan An-Nabil Apresiasi Karya Mading Terbaik dalam Edisi Maulid Nabi

YKD - Kamis (30/10) Perpustakaan An-Nabil Nurul Ummah Putri memberikan penghargaan kepada pengirim karya majalah dinding (mading) terbaik pada edisi Maulid Nabi Muhammad SAW. Penyerahan penghargaan berlangsung di Pendopo Al-Khodijah seusai kegiatan sholawat, sebagai bentuk apresiasi dan upaya menumbuhkan semangat literasi, kreativitas, serta pemahaman keteladanan Rasulullah SAW di kalangan santri. Kegiatan ini menjadi bagian dari program pembinaan literasi pesantren yang secara rutin dilaksanakan untuk melatih keterampilan menulis, berpikir kritis, dan berkarya para santri. Pada edisi kali ini, Komplek Hafsoh yang terdiri dari lima kamar turut berpartisipasi mengangkat konten bertema Maulid Nabi, mulai dari fakta unik, opini, hingga nilai-nilai akhlak Rasulullah SAW. Berdasarkan hasi...
S, L, U, C: Jalan Menuju Soro-soro
Cerpen, Sastra

S, L, U, C: Jalan Menuju Soro-soro

Sumber: pinterest.com / Freepik “Aku nggak bisa nulis cerpen.” “Nggak apa-apa, tulis aja pengalamanmu.” “Udah dicoba, tapi susah nyusun kalimatnya.” “Yaudah, deh. Terserah mau nulis apa, resensi juga boleh. Yang penting kamu ada sumbangsih tulisan di bulan ini, ya, Kirana.” Percakapan tadi adalah awal kisah Kirana, sudah satu bulan ini ia tergabung dalam komunitas menulis di asramanya. Mahasiswa semester 3 Prodi Akuntansi di UWAW tersebut malah banyak berselancar di dunia kesusastraan, memandang lautan tulisan di buku-buku usang, dan menulis puisi. Aneh, ya? Tapi tak apa. Menulis itu kebutuhan. Tidak peduli apa jurusanmu di kampus, berbakat menulis atau tidak, menulis adalah perihal bisa karena terbiasa. Itu kata salah satu jurnalis senior Kirana. Namun, tetap saja, setia...